Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution.
(andika syahputra)
Senin, 20 Jan 2020 19:16 WIB  •  Dilihat 439 kali  •  http://www.mdn.biz.id/o/98721/
Soal Calon Tunggal, Akhyar Nasution: Terlalu Naif
Medanbisnisdaily.com-Medan. Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan, Akhyar Nasution tidak yakin hanya akan ada calon tunggal di Pilkada Medan. Sebab, selain dirinya masih banyak kandidat lain yang bermunculan.

"Siapa calon tunggal, aku gak tau calon tunggal, gak yakin," ujarnya usai menjalani fit and proper tes di DPD I Partai Golkar Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, Senin (20/1/2020).

Melihat banyak kandidat dan peta politik saat ini, Akhyar tidak percaya Pilkada Medan hanya melawan kotak kosong.

"Gak lah, terlalu naif, saya aja maju lagi," ungkapnya.

Politikus PDIP itu mengaku menjalin komunikasi secara intens dengan seluruh partai politik. Sebab, ia menilai membangun Kota Medan tidak bisa hanya seorang diri, butuh dukungan dari sejumlah partai politik.

"Semua partai intens komunikasinya. Sebelum Golkar yang sudah fit and proper tes itu di Gerindra, Nasdem, PDIP, semua partai bersahabat," bilangnya.

BACA JUGA: Ihwan Ritonga Tak Yakin Pilkada Medan Calon Tunggal

Seperti diberitakan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota berbicara mengenai kemungkinan adanya calon tunggal yang melawan kotak kosong di Pilkada Medan 2020.

"Kalau ditakdirkan Gerindra tidak mau bergabung bersama PKS, Golkar juga tidak, Demokrat tidak dan seterusnya dan PKS ditinggalkan sendiri. Maka PKS siap memenangkan kotak kosong," ujar Ketua DPD PKS Medan, Salman Alfarisi saat rapat koordinasi daerah (Rakorda) di Hotel Soechi, Medan, Minggu (19/1/2020).

Meski begitu, Salman menegaskan PKS tetap menjalin komunikasi dengan seluruh partai politik mengenai kemungkinan untuk berkoalisi.

"PKS 7 kursi, Golkar 4 jadi 11 sudah pas. Itu kalau mau, tapi yakin hati Gerindra ke PKS. Maka dari itu membangun komunikasi dengan parpol, dengan calon, atau bakal calon," bebernya.

Salman mengatakan banyak masyarakat yang bertanya kepada PKS siapa yang akan diusung nantinya.

"Bagi PKS tidak penting jadi wali kota, jadi wakil wali kota, kalau tidak berkah. Bagi PKS jadi wali kota dan wakil wali kota yang penting berkah," tuturnya.

Reporter
ANDIKA SYAHPUTRA
Editor
RAMITA HARJA
Sumber: AirVisual.com
Reaksi Anda
Senang
13.73%
Bangga
13.07%
Lucu
12.42%
Terkejut
16.34%
Sedih
15.03%
Takut
13.73%
Marah
15.69%
 
Berita Terkait
Selasa, 25 Feb 2020 06:33 WIB
Senin, 24 Feb 2020 10:33 WIB
Minggu, 23 Feb 2020 18:43 WIB
Fokus Berita
Komentar Anda