Rabu, 26 Sep 2018 10:54 WIB  •  Dibaca: 152 kali
Politik di Tengahnya Rapuhnya Ekonomi
Semua orang di negeri ini merasakan peliknya ekonomi dalam beberapa tahun terakhir. Harga-harga khususnya kebutuhan pokok terus naik. Sementara kemampuan daya beli begitu rendah karena upah (bagi karyawan) relatif tidak berubah.
Keadaan ini pula yang membuat masyarakat rentan. Terutama di tahun politik ini semua hal bisa disetting menjadi isu politik. Lagipula masalah ekonomi yang terpuruk ini adalah realita.

Tidak perlu diungkit secara politis, cepat atau lambat masyarakat akan protes kepada pemerintahnya. Namun kita berharap masalah ini tidak sampai membuat bangsa ini chaos. Karenanya kita berharap pemerintah segera memulihkan keadaan sehingga masyarakat kembali hidup wajar.

Dalam keadaan rapuh itupula isu-isu politik terus berhembus di tengah-tengah masyarakat.  Isu-isu politik yang terus memecah belah masyarakat. Menghantui kehidupan kita sehari-hari. Setiap gerak dan langkah kita kini seakan tak kepada dari poitik.

Media kita pun telah dikepung oleh kampanye-kampanye politik. Televisi sesak dengan talkshow, diskusi dan debat politik. Singkatnya ruang publik telah “bernanah” karena sengatan politik. Agama, ekonomi, terorisme bahkan bencana alam juga disajikan dalam perspektif politik. 

Semua digiring, digoreng, digongseng untuk kemudian disajikan ke publik dengan aneka kemasan. Caci maki disampaikan dengan telanjang di media sosial. Bisa kita lihat begitu banyak masyarakat yang tersandung kasus pelanggaran UU ITE. Ironisnya sebagian besar dari mereka adalah masyarakat awam.

Karena tentu saja perlakuan terhadap mereka akan berbeda dibanding bila yang melakukannya seorang politisi. Apalagi mereka tidak mempunyai kemampuan daya sangkal, kilah apalagi adu kekuatan sebagaimana jurus yang selalu digunakan para politisi tulen bila tersandung masalah.

Bila ini terus berlanjut saya tak mampu membayangkan kehidupan masyarakat di negeri ini ke depannya. Tak pula bisa saya bayangkan, seperti apa rupa anak-anak milenial yang kini sedang bertumbuh dalam proses politik dan demokrasi yang tidak sehat sekarang ini.

Bagaimana mereka akan memandang politik, demokrasi dan seperti apa mereka akan mengaplikasikannya ketika memimpin bangsa ini kelak.Lebih dari itu, rapuhnya kehidupan ekonomi masyarakat akan membuat suasana politik jadi tidak sehat. Orang dengan mudah termakan hasutan, provokasi, bahkan bisa tiba-tiba membenci tanpa ada sebab. Itulah yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini. Lewat media massa, khususnya media maya dan dalam pengalaman kehidupan sehari-hari semua itu sudah kita rasakan.

 Tidak terbayangkan bagaimana rakyat yang lapar, akan dengan mudah terbakar emosinya karena disulut api politik. Kita tak berharap bangsa ini tidak berakhir hanya karena kepentingan politik sekelompok atau segelintir orang yang memanfaatkan situasi yang tak menguntungkan itu. Semoga!

(Oleh: Mei Arni) Penulis adalah pemerhati masalah sosial kemasyarakatan
 
Berita Terkait
Rabu, 05 Des 2018 11:07 WIB