Sabtu, 09 Mar 2019 09:49 WIB  •  Dibaca: 343 kali
Penipu Penjualan Online Alkes Diringkus
MedanBisnis - Jakarta. Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengungkap kasus penipuan penjualan online alat-alat kesehatan (alkes). Penipuan ini menyebabkan kerugian miliaran rupiah.
Kasus bermula saat polisi menerima laporan dari Kedutaan Besar (Kedubes) Meksiko. Laporan itu menyebutkan bahwa ada seorang WN Meksiko bernama Andrea Martines yang menjadi korban penipuan online.

"Penipuan ini penipuan yang ada di website. Website yang memperdagangkan atau memperjualbelikan alat-alat kesehatan. Website-nya itu www.bastmed.com, di mana di situ menjual alat-alat kesehatan," kata Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri Rickynaldo Chairul kepada wartawan di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (8/3).

Polisi kemudian menyelidiki laporan penipuan tersebut dan terus berkoordinasi dengan Kedubes Meksiko. Kedua pelaku diketahui bernama Aldaf Risia (35) berdomisili di Bandung dan Jamaluddin Garingging (36) berdomisili di Batam. Keduanya berbagi peran dalam melakukan penipuan online tersebut.

"Perannya pelaku di Bandung, Aldaf Risia ini dia yang mengoperasionalkan website www.bastmed.com itu. Kemudian yang bersangkutan mencari rekening penampung. Rekening penampung ini disiapkan oleh rekannya yg ada di Batam, oleh saudara Jamaluddin menggunakan rekening bank BNI," ungkap Rickynaldo.
Kedua pelaku berhasil diringkus oleh tim Direktorat Siber Bareskrim Polri pada dua pekan lalu. Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut.

"Kemudian untuk alat bukti handphone, perangkat komputer, buku rekening, kemudian juga barang bukti lain yang berhubungan dengan internet sudsh kita amankan dari para pelaku," ujar Rickynaldo.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi menyebut para pelaku sudah menjalankan aksinya selama dua tahun. Polisi juga menduga ada warga lain yang menjadi korban penipuan kedua pelaku selain WN Meksiko.

"Sudah hampir sekitar dua tahun ini, website jadi dan beroperasional selama kurang lebih dua tahun," tuturnya.

Semantara itu, WN Meksiko Andrea Martines mengalami kerugian $ 8.400 atau sebesar Rp 118 juta akibat penipuan tersebut. Selain itu, polisi juga menemukan uang miliaran rupiah diduga merupakan uang hasil kejahatan yang dikumpulkan pelaku.

"Kalau misalnya kita melacak dari transaksi rekening yang sudah di rekening penampung itu sudah mencapai miliaran rupiah," jelas Rickynaldo.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan pasal 378, pasal 45 ayat 2 juncto pasal 28 ayat 1, kemudian pasal 51 dan ayat 1 dan ayat 2 pasal 35 atau pasal 6 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Transaksi Elektronik. Kemudian pasal 3 dan pasal 5 dan pasal 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (mat-dtn)
 
Berita Terkait
Jumat, 09 Nov 2018 10:53 WIB
Rabu, 02 Mei 2018 08:10 WIB
Senin, 19 Feb 2018 09:20 WIB
Rabu, 06 Sep 2017 07:37 WIB
Rabu, 08 Mar 2017 07:01 WIB
Rabu, 31 Des 2014 06:49 WIB
Senin, 10 Nov 2014 15:16 WIB