User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
Ex. Menteri
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 12,050.00 12,080.00
SGD 9,434.00 9,434.00
JPY 111.45 11,204.00
MYR 366,289.00 370,187.00
CNY 1,963.70 1,977.40
THB 37,002.00 37,454.00
HKD 1,552.80 1,557.65
EUR 15,237.25 15,300.55
AUD 10,525.75 110,577.35
GBP 19,307.75 19,381.25
Last update: 24 Okt 2014 09:00 WIB
Berita Terkini
Rabu, 05 Des 2012 21:55 WIB - http://mdn.biz.id/n/344/ - Dibaca: 197 kali
Asosiasi Pelatih Sepak Bola Sampaikan Pernyataan Sikap
MedanBisnis - Jakarta. Asosiasi Pelatih Sepak Bola Indonesia menyampaikan pernyataan sikap keprihatinan sehubungan dengan kondisi persepakbolaan nasional yang akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan.
Terdapat enam butir keprihatinan dari APSI didasarkan atas kondisi terparah dalam persepakbolaan nasional selama dua tahun terakhir, kata Ketua APSI Gatot Haryo Sutejo kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

"Kondisi sepak bola nasional dalam dua tahun terakhir ini adalah paling parah dalam sejarah. Ini perpecahan di sepak bola nasional. Ada dua pengurus, ada dua kompetisi, ada dua Timnas. Baru kali ini keadan kita berada di bawah titik nadir. Kita hanya bisa mengimbau dan kita tak bisa menjustifikasi," ujarnya.

Keenam poin keprihatinan APSI adalah, pertama; APSI sangat prihatin dengan hasil Timnas di ajang Piala AFF.

Kedua; APSI memberikan presiasi kepada pemain dan pelatih, yang dalam keadaan seperti itu masih bisa tampil bermain. APSI ikut bangga dan APSI memberikan apresiasi dan rasa hormat kepada pemain dan pelatih.

Ketiga; APSI sangat prihatin dengan kekisruhan para elit sepakbola. APSI mengimbau para elit sepak bola agar saling legowo dan bersikap ksatria karena PSSI adalah milik 240 juta rakyat Indonesia.

Keempat; APSI menginginkan rekonsiliasi sepak bola nasional sehingga tidak ada lagi kompetisi terpecah antara ISL dan IPL, dan nantinya hanya ada satu kompetisi bernama Liga Indonesia. Begitu juga Pengprov-pengprov hingga di level grassroot, tidak lagi dipecah-belah oleh PSSI.

Kelima; agar AFC dan FIFA mengambil tindakan tegas terhadap PSSI. FIFA dan AFC agar tidak mendua dengan mengakui voter Solo, tetapi klub ISL dan KPSI tidak diakui?

Keenam; APSI mengimbau hati nurani kepada 101 voters agar tidak bermain di dua kaki, tergantung yang mana yang menguntungkan. (ant)


Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook