User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
GGRM 1,325 2.04%
UNTR 725 3.26%
ITMG 700 4.3%
Last update: 02 Des 2016
Efek Pencetak Rugi (RPH)
TBIG -275 -5%
INDF -250 -3.25%
TOWR -170 -4.42%
Last update: 02 Des 2016
Volume Terbesar
MYRX 1,618,938,496
BEKS 1,524,362,496
ARTI 873,186,304
Last update: 02 Des 2016
Transaksi Tertinggi
BBCA 403,992,217,500
TLKM 269,094,041,000
MYRX 262,461,039,500
Last update: 02 Des 2016
Efek Teraktif
ARTI 10,939 Freq
BEKS 10,842 Freq
TLKM 10,026 Freq
Last update: 02 Des 2016
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,456.00 13,592.00
SGD 9,428.91 9,525.54
JPY 11,813.87 11,934.32
MYR 3,018.73 3,052.67
CNY 1,955.98 1,975.75
THB 377.02 381.16
HKD 1,734.98 1,752.54
EUR 14,353.52 14,499.95
AUD 9,984.35 10,089.34
GBP 16,950.52 17,123.20
Last update: 02 Des 2016 11:06 WIB
Berita Terkini
Kamis, 06 Des 2012 13:38 WIB - http://mdn.biz.id/n/549/ - Dibaca: 353 kali
Sofjan Wanandi 'Sentil' SBY Soal Pernyataan Berakhirnya Era Upah Murah
MedanBisnis - Jakarta. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menyayangkan sikap pemerintah yang disampaikan Presiden SBY mendukung berakhirnya upah murah di Indonesia. Sofjan beralasan masih banyak penduduk Indonesia yang belum bekerja.
"Pemerintah menyatakan kita bukan lagi tempat buruh murah, itu bagus,tapi jangan sekarang, ini masih banyak yang tidak kerja," katanya di acara HSBC Economic Outlook 2013, Ballroom Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (6/12).

Menurut Sofjan, pemerintah seharusnya menyadari keadaan buruh-buruh di Indonesia yang masih tidak memiliki skill sehingga wajar jika dibayar murah.

"Buruh itu ada yang mahal dan ada yang murah, ini sesuai kemampuan. Kalau nanti dicap mahal, maka siapa yang mau masuk, paling yang padat modal, padahal ini tidak menyerap tenaga kerja yang besar," tandasnya.

Sebelumnya Presiden SBY menyatakan dirinya mendukung kenaikan upah minimum provinsi (UMP) yang terjadi di beberapa daerah, termasuk Jakarta yang naik menjadi Rp 2,2 juta per bulan. Era buruh murah telah usai.

Hal ini disampaikan oleh SBY saat memberikan pengarahan di hadapan para Gubernur, Pangdam, Kapolda, Bupati, Walikota, yang dihadiri olehWakil Presiden Boediono dan jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, termasuk para anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), di Jakarta, Jumat (30/11).

"Saya ingin sampaikan sekali. Posisi pemerintah jelas, upah dan kesejahteraan buruh harus semakin meningkat dan benar-benar makin layak. Itu kewajban moral. Era buruh murah dan tidak mendapatkan keadilan sudah usai. Kita berangkat dari situ," tegas SBY.(dtf)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!