Nasional Rabu, 16 Mar 2011 08:07 WIB
MedanBisnis – Medan. Direktur Eksekutif Desantara Foundation M Nurkhoiron MSi menyebutkan, kesalahan paling fatal yang sering mengundang bencana besar adalah akibat-akibat yang ditimbulkan oleh proses industrialisasi.
Menurutnya, sebagian besar elit politik dan pengambil kebijakan di Indonesia sulit menyadari peristiwa tersebut akibat ulah manusia itu sendiri. Selain itu, rekayasa penanggulangan dan usaha pencegahannya terlalu asing dipikirkan elit-elit politik dan pengambil kebijakan di Indonesia.
"Bencana bukan saja menimpa manusia sebagai kutukan alam yang tidak ditentukan oleh manusia sendiri, akan tetapi bencana itu memiliki arti sebagai peristiwa yang bersumber dari kesalahan-kesalahan manusia," katanya dalam Diskusi Buku "Bencana Industri: Relasi Negara, Perusahaan, dan Masyarakat Sipil" di ruang seminar LP USU, Jalan Perpustakaan No.3A Kampus USU Padang Bulan Medan, Selasa (15/3).
Dia menyebutkan, industrialisasi justru disanjung sebagai proyek mercusuar yang melempangkan jalan bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Kesadaran menerima seluruh rencana industri dengan demikian tidak disertai dengan kesadaran merespon dan bersikap kritis atas bahaya dan risiko-risikonya.
Diskusi yang dihadiri beberapa pakar dan pengamat lingkungan dan dosen tersebut menampilkan pembicara Ketua Lembaga Penelitian USU Dr Ir Harmein Nasution, MSie, pakar peduli lingkungan yang juga Direktur BT/BS Bima dr Robert Valentino Tarigan, SPd dan Direktur Eksekutif Desantara Foundation M Nurkhoiron, MSi.
Buku "Bencana Industri" setebal 236 halaman dengan Editor Heru Prasetia dan Bosman Batubara, serta Epilog M Nurkhoiron, merupakan kumpulan dari beberapa tulisan yang diambil dari kasus-kasus faktual tempat para penulis beraktivitas, yaitu "Defisit Pengetahuan Global Menghadapi Man-Made Disaster dan Implikasinya bagi warga di Negara Berkembang" tulisan Bosman Batubara, "Praktik Bisnis di Banjir Lumpur" tulisan Bosman Batubara dan Paring Waluyo Utomo, "Tanah Toa di Bawah Bayang-bayang Bencana" tulisan Syamsurijal Adhan, "Menjaga Air Tetap Mengalir: Politik Air dalam Skema Industrialisasi Pati Selatan" tulisan Mokh Sobirin, dan "Merebut Ruang dari Kendali Rejim Tata Ruang (Menelusur Pola Operasi Industri Migas di Bojonegoro)" tulisan Paring Waluyo Utomo.
Sementara itu, Harmein Nasution dari kupasan buku tersebut mengungkapkan bahwa bencana yang terjadi di bumi ini diakibatkan oleh faktor manusia.
Dia menyebutkan ada 4 klasifikasi bencana yaitu, pertama Major Natural Disaster di antaranya banjir, cyclone, kekeringan, gempabumi dan sunstroke. Yang kedua, lanjutnya, Minor Natural Disaster di antaranya gelombang dingin, runtuhan salju dan badai, dan ketiga Major Man-Made Disaster di antaranya kebakaran, epidemi, deforestasi, polusi karena penebangan dan polusi karena bahan kimia.
"Keempat Minor Man-Made Disaster yaitu kecelakaan di jalan, keracunan makanan, kematian karena kebanyakan minuman alkohol, bencana industri/krisis, hujan asam dan perang," jelasnya. (ramita harja)
|
|
|
| Baca Juga |
|
|
| |
|
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
| |
|
Baca e-paper Harian Medan Bisnis
Kamis, 23 Februari 2012
|
| |
| Stock Exchange |
|
| Nama Bursa |
Nilai |
|
Perubahan |
| DJIA |
12,935.00 |
 |
-10.00 |
| JSX |
3,995.02 |
 |
-7.39 |
| NASDAQ |
2,948.57 |
 |
-3.21 |
| NIKKEI |
9,554.00 |
 |
90.98 |
| Last update: 23 Feb 2012 06:00 WIB |
|
| |
 |
| Jenis |
Lokasi |
Harga (Rp) |
| CPO |
Rotterdam, Medan |
9,503 Rp/Kg |
| Karet TSR 20 |
Osakama, Palembang |
34,161 Rp/Kg |
| Kopi Arabika |
New York, Makassar |
0 Rp/Kg |
| Kopi Robusta |
London, Lampung |
13,992 Rp/Kg |
| Last update: 23 Feb 2012 06:00 WIB |
|
| |
 |
| Jenis Emas |
Harga (Rp) |
| 24 Karat |
Rp. 509,500 |
| 22 Karat |
Rp. 506,500 |
| 18 Karat [75 %] |
Rp. 382,125 |
| 17 Karat [70 %] |
Rp. 356,650 |
| Last Update: 23 Feb 2012 06:00 WIB |
|
| |
 |
| Mata Uang |
Jual |
Beli |
| USD |
9,077.00 |
9,063.00 |
| HKD |
1,171.00 |
1,168.30 |
| SGD |
7,210.20 |
7,189.60 |
| GBP |
14,223.65 |
14,188.25 |
| AUD |
9,653.35 |
9,625.05 |
| JPY |
113.27 |
112.76 |
| Last update: 23 Feb 2012 06:00 WIB |
|
| |

Oleh. Tony, SH, M.Kn
|

Oleh. Dr. Surya Hartanto
|

Oleh. Rudy Rachman, MBA
|

Oleh. Darmin, SE, MBA
|
|
 |
| |
|
|
|