User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,690.00 11,720.00
SGD 9,340.80 9,394.90
JPY 111.97 112.80
MYR 3,692.16 3,731.90
CNY 1,897.10 1,911.10
THB 364.65 368.81
HKD 1,508.00 1,512.75
EUR 15,325.65 15,411.85
AUD 10,889.25 10,964.15
GBP 19,382.05 19,478.75
Last update: 01 Sep 2014 09:00 WIB
Perdagangan
Sabtu, 25 Jan 2014 07:54 WIB - http://mdn.biz.id/n/75192/ - Dibaca: 237 kali
Harga Beras Bergerak Naik
MedanBisnis - Medan. Harga beras di sejumlah pasar di Medan kembali bergerak naik menjadi Rp10.500-Rp12.000 per kg. Kenaikan ini disebabkan berkurangnya pasokan beras yang diterima pedagang di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan.
"Kami kewalahan mendapat pasokan dari distributor, karena meski sudah berlangganan order kami pun dibatasi. Sebelumnya, harga beras selalu di bawah Rp10.000 per kilogram, sekarang mulai naik," kata Rawin, pedagang beras di Pusat Pasar Medan, kepada MedanBisnis, Jumat (24/1).

Dikatakannya, saat ini pasokan beras untuk pedagang turun hingga lebih dari 20%. Biasanya, kata Rawin, mereka bisa memasok 800 kg beras setiap pekan, kini hanya bisa memasok sekira 600 kg setiap pekan. Selain itu, katanya, harga pengambilan dari distributor pun naik hingga Rp300 per kg untuk setiap jenis beras yang beredar di pasar.

Hal senada juga diungkapkan pedagang beras lainnya di Pasar Petisah Medan, Ahong. Sebelumnya, kata dia, harga beras sempat turun pada awal minggu pertama tahun ini pascakenaikan menjelang Natal dan Tahun Baru lalu. "Kemudian, pasokan minim sehingga harga naik lagi," katanya.

Distributor bahan pokok di Jalan Sakti Lubis, Medan, Abie, mengakui, saat ini harga beras di tingkat distributor mengalami kenaikan. "Tapi, penaikan harga yang kami lakukan hanya sedikit karena takut membuat konsumen kewalahan," katanya.

Menurutnya, penaikan harga tersebut dilakukan karena pasokan beras dari petani lokal maupun beras yang dipasok dari pulau Jawa terus mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Akibatnya, stok beras di gudang miliknya menipis, sehingga harus diantisipasi dengan menaikkan harga. Apalagi, katanya, saat ini permintaan konsumen cenderung tinggi.

Selain itu, pihaknya juga membatasi pembelian dari pedagang untuk menghindari kelangkaan yang lebih parah. Kalau tak begitu, bisa jadi, harga beras di pasar lebih tinggi lagi akibat langkanya pasokan dan tingginya permintaan konsumen. "Rata-rata kami mengurangi jatah untuk pedagang antara 15 persen hingga 20 persen untuk setiap pembelian," katanya.

Ditambahkannya, minimnya hasil panen petani memasuki masa paceklik seperti ini menjadi penyebab utama berkurangnya pasokan beras ke pasar. "Saat ini kebanyakan daerah pertanian di Indonesia masih memasuki musim tanam. Pasokan pun mulai minim baik dari petani lokal di Sumut maupun beras dari petani di pulau Jawa," tambahnya.

Dipastikan Ilegal
Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi memastikan temuan beras impor asal Vietnam di Pasar Induk Cipinang Jakarta Timur merupakan barang selundupan alias ilegal.

"Ini penyelundup kok. Hukumannya apa bila terbukti importir ketahuan menyelundupkan beras? tangkap, pidana," tegas Bayu saat berdiskusi dengan media di Kantor Kementerian Perdagangan Jalan Ridwan Rais Jakarta.

Dikatakannya, Kemendag sudah menggandeng pihak surveyor yaitu Sucofindo, Kemendag juga bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan untuk mengawasi ketat pemasukan impor beras. "Itu kan suatu kejahatan, pengoplosan kan penipuan. Kita lihat lah, kita telusuri dulu. Sekarang kan kita sudah punya kerjasama yang erat dengan Bea Cukai. Kita koordinasikan dengan mereka kira-kira ini dimana masalahnya," imbuhnya. (daniel pekuwali/dtf)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook