Aceh Bisnis Jumat, 10 Feb 2012 07:10 WIB Aspirasi Kelompok Tani Kurang Diperhatikan
MedanBisnis – Banda Aceh. Bantuan untuk sektor pertanian yang disalurkan pemerintah kepada kelompok tani di berbagai kabupaten/kota di Aceh, diduga banyak yang tidak tepat sasaran. Kondisi tersebut diungkapkan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Aceh, Drs Zakaria Affan.
Dia mengharapkan, ke depan pemberian bantuan untuk sektor pertanian harus lebih selektif, apalagi sektor pertanian di Aceh secara umum merupakan sektor andalan yang akan mendukung terwujudnya Propinsi Aceh sebagai salah satu lumbung pangan nasional, guna mencapai swasembada pada tahun 2014.
Cuma yang terjadi selama ini, bantuan yang disalurkan kurang memperhatikan aspirasi kelompok tani, bahkan pengucuran bantuan dilakukan tanpa diketahui kepala desa, akibatnya penggunaan bantuan menjadi tidak maksimal.
“Penyaluran bantuan harus lewat kelompok yang sudah dibentuk dan dibina, jangan seperti selama ini dilakukan tak tepat sasaran, “ kritik Zakaria, di Banda Aceh, Kamis (9/2).
Menurutnya, selama ini penyaluran bantuan pertanian lebih banyak kepada wadah (kelompok) yang baru yang diduga sengaja dibentuk karena memiliki kedekatan secara politik dengan pejabat. Akibatnya, bantuan tidak tepat sasaran bahkan menjadi sia-sia.
Kelompok tani yang bisa menerima bantuan sudah ada kriterianya. Di antaranya kriteria sosial, atau kondisi kelompok tani harus punya kelengkapan administrasi, ada pengurus, ada anggota, keaktifan kelompok serta memiliki usaha.
Tapi dengan mekanisme yang berjalan sekarang ini, kata Zakaria, keberlangsungan kelompok tani yang sudah lama dibentuk sangat memprihatinkan, karena dibiarkan tanpa pembinaan atau tanpa upaya pemberdayaan.
“Kelompok yang sudah lama dibentuk terkesan dibiarkan sehingga program pun tidak jelas arah dan tujuannya. Bagaimana tidak, kondisi kelompok tani yang ada sekarang seperti berjalan dalam gelap,” ucap Zakaria.
Peningkatan Kualitas Untuk itu, sambungnya, harus ada perhatian dan pembinaan yang benar-benar dilaksanakan hingga kelompok tani bisa berhasil.
Dia menyebutkan, yang paling diperlukan untuk menuju swasembada pangan adalah peningkatan kualitas kelompok tani/nelayan dari pemula lanjut sampai madya. Dan yang tidak kalah penting adalah perbaikan jaringan irigasi.
Selain itu, di tingkat usaha tani serta pembangunan jalan menuju kawasan usaha tani dan jalan ke lokasi sentra produksi perkebunan. Pemberantasan penyakit hewan, pengendalian hama tanaman, perbaikan kualitas produksi pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.
Zakaria juga menyebutkan, masih banyak lahan kosong dan terlantar (lahan tidur) yang bisa digunakan untuk lahan pertanian. Itu perlu mendapat perhatian dan pembinaan serius dari pemerintah daerah terutama dari instansi terkait, seperti keberpihakan anggaran, pembinaan maupun mencetak sawah baru.
“Jika hal itu semua bisa berjalan, maka Aceh tidak akan pernah kekurangan pangan dan tidak perlu lagi impor,” demikian kata Zakaria. (ht anwar ibr riwat)
|
|
|
| Baca Juga |
|
|
| |
|
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
| |
|
Baca e-paper Harian Medan Bisnis
Jumat, 18 Mei 2012
|
| |
| Stock Exchange |
|
| Nama Bursa |
Nilai |
|
Perubahan |
| DJIA |
12,551.00 |
 |
-23.00 |
| JSX |
3,980.50 |
 |
-65.15 |
| NASDAQ |
2,874.04 |
 |
-19.72 |
| NIKKEI |
8,876.59 |
 |
75.42 |
| Last update: 18 Mei 2012 06:00 WIB |
|
| |
 |
| Jenis |
Lokasi |
Harga (Rp) |
| CPO |
Rotterdam,MEDAN |
8,737 Rp/Kg |
| Karet TSR 20 |
SINGAPURA, Palembang |
30,587 Rp/Kg |
| Kopi Arabika |
New York, Medan |
0 Rp/Kg |
| Kopi Robusta |
LONDON, Lampung |
18,883 Rp/Kg |
| Last update: 18 Mei 2012 06:00 WIB |
|
| |
 |
| Jenis Emas |
Harga (Rp) |
| 24 Karat |
Rp. 469,000 |
| 22 Karat |
Rp. 466,000 |
| 18 Karat [75 %] |
Rp. 351,750 |
| 17 Karat [70 %] |
Rp. 328,300 |
| Last Update: 18 Mei 2012 06:00 WIB |
|
| |
 |
| Mata Uang |
Jual |
Beli |
| USD |
9,490.00 |
9,265.00 |
| SGD |
7,499.30 |
7,286.30 |
| HKD |
1,225.10 |
1,189.60 |
| GBP |
15,155.65 |
14,787.35 |
| AUD |
9,423.75 |
9,153.65 |
| JPY |
118.86 |
114.70 |
| Last update: 18 Mei 2012 06:00 WIB |
|
| |

Oleh. Tony, SH, M.Kn
|

Oleh. Dr. Surya Hartanto
|

Oleh. Rudy Rachman, MBA
|

Oleh. Darmin, SE, MBA
|
|
 |
|