Headline Sabtu, 11 Feb 2012 06:34 WIB
MedanBisnis – Jakarta. Pemerintah Amerika Serikat (AS) cenderung menolak renegosiasi kontrak karya pertambangan. Mereka berharap Indonesia tidak melakukan renegosiasi itu, tetapi jika pemerintah tetap memaksakannya maka AS khawatirkan dapat merusak iklim investasi di negeri ini.
Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel menilai renegosiasi kontrak merupakan hak pemerintah, tetapi alangkah baiknya untuk tetap pada aturan kontrak awal."Pemerintah punya hak untuk melakukannya. Kami berharap, kesucian kontrak tetap dipertahankan," ujarnya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (10/2).
Seperti diketahui, pemerintah Indonesia berniat melakukan renegosiasi kontrak karya pertambangan, termasuk dengan perusahaan asal Amerika Serikat PT Freeport di Papua.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendorong dilakukannya renegosiasi apabila kontrak tersebut tidak adil dan keterlaluan, namun caranya harus baik-baik.Hingga akhir tahun 2011 lalu, kementerian ESDM mencatat baru 5 perusahaan yang benar-benar setuju renegosiasi kontrak.
Marciel mengatakan, renegosiasi itu berpotensi dapat mengganggu kepastian investasi."Ini penting bagi setiap pemerintah, tapi bukan berarti tidak bisa ada pembicaraan atau penyesuaian. Namun, harus mempertimbangkan iklim investasi," tegasnya.
Pasalnya, lanjut Marciel, jika nantinya ada perubahan-perubahan aturan, investor yang akan menanamkan investasinya akan kembali berpikir dua kali."Misalnya, investor yang akan menanamkan 3 miliar dolar AS untuk puluhan tahun harus yakin pemerintah tidak mengubah peraturan," paparnya.
Dia menambahkan, sejauh ini, perusahaan tambang asal negeri Paman Sam ini telah memberikan keuntungan. "Sudah ada benefit kepada Indonesia melalui kontrak bagi hasil, pajak, dan tentu lapangan kerja. Tapi kita setuju dengan pendekatan," tandasnya.
Boyong 35 Perusahaan Saat ini Presiden Dewan Bisnis Amerika Serikat-ASEAN Alexander C. Feldman bersama 35 perusahaan dari negeri Paman Sam berkunjung ke Indonesia untuk melakukan misi perdagangan dan investasi pekan ini. Mereka bertemu dengan pemerintah yang dipimpin Wakil Presiden Boediono dan pemimpin bisnis Indonesia untuk fokus pada pengembangan sektor infrastruktur, energi, dan jasa keuangan.
Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel mengatakan, para delegasi pengusaha AS itu berbicara dengan pemerintah secara konkret bagaimana meningkatkan perdagangan dan peluang investasi.
Scot menjelaskan perusahaan-perusahaan besar AS, seperti Caterpillar, General Electric, dan Chevrolet datang ke Indonesia menjajaki kemungkinan peningkatan perdagangan dan investasi di Indonesia.
Menurut Scot, pihaknya mengharapkan peningkatan perdagangan dan investasi yang signifikan dari kemitraan AS-Indonesia. Dari Januari hingga November 2011, ekspor Indonesia ke AS mencapai USD 17,7 miliar dan impor Indonesia dari AS mencapai USD 6,7 miliar sehingga Indonesia surplus perdagangan USD 11 miliar dari AS. "Indonesia surplus sangat besar, kita tidak komplain itu tapi itu kenyataannya. Pertumbuhannya kita harapkan tidak jauh dari nilai tersebut," ujarnya.
Namun, Scot tidak berani menjamin investasi AS akan mengalir lancar ke Indonesia dengan adanya krisis ekonomi global. Meskipun, lanjutnya, Indonesia dianggap investor Amerika merupakan tempat yang baik untuk menempatkan uang apalagi dengan peringkat investasi yang baru diterima Indonesia."Krisis global memengaruhi perdagangan dan pertumbuhan. Namun perusahaan AS sudah meraih keuntungan dari tahun lalu dan akan menempatkan uangnya di tempat yang menguntungkan," pungkasnya.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengakui delegasi bisnis dari Amerika Serikat (AS) menjanjikan akan adanya investasi baru di sektor perminyakan dan gas di Indonesia senilai US$ 25 miliar atau Rp 225 triliun. "Industri minyak dan gas akan berusaha meningkatkan investasi di Indonesia dimulai dengan lebih giat melakukan eksplorasi dan malah akan mempersiapkan total investasi sampai US$ 25 miliar dalam waktu beberapa tahun ke depan," jelasnya.
Agus Marto memang baru bertemu dengan delegasi bisnis dari AS dalam rangka membicarakan rencana investasi pengusaha asal AS di banyak sektor seperti perfilman, kimia, dan industri lainnya."Industri perfilman juga akan terus meningkatkan bisnisnya di Indonesia kemudian industri kimia, industri beragam yang lain," ujarnya.
Menurut Agus Marto, saat ini pihaknya tengah membicarakan masalah kebijakan perpajakan dan fiskal lainnya untuk memfasilitasi investasi dari investor luar."Mereka menyambut gembira ada beberapa permasalahan pajak yang bisa diselesaikan dan mereka menyambut baik sistem komunikasi yang selama ini berjalan dan tentu kami perhatikan untuk tingkatkan lagi," tukasnya. (dtf)
|
|
|
| Baca Juga |
|
|
| |
|
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
| |
|
Baca e-paper Harian Medan Bisnis
Jumat, 18 Mei 2012
|
| |
| Stock Exchange |
|
| Nama Bursa |
Nilai |
|
Perubahan |
| DJIA |
12,551.00 |
 |
-23.00 |
| JSX |
3,980.50 |
 |
-65.15 |
| NASDAQ |
2,874.04 |
 |
-19.72 |
| NIKKEI |
8,876.59 |
 |
75.42 |
| Last update: 18 Mei 2012 06:00 WIB |
|
| |
 |
| Jenis |
Lokasi |
Harga (Rp) |
| CPO |
Rotterdam,MEDAN |
8,737 Rp/Kg |
| Karet TSR 20 |
SINGAPURA, Palembang |
30,587 Rp/Kg |
| Kopi Arabika |
New York, Medan |
0 Rp/Kg |
| Kopi Robusta |
LONDON, Lampung |
18,883 Rp/Kg |
| Last update: 18 Mei 2012 06:00 WIB |
|
| |
 |
| Jenis Emas |
Harga (Rp) |
| 24 Karat |
Rp. 469,000 |
| 22 Karat |
Rp. 466,000 |
| 18 Karat [75 %] |
Rp. 351,750 |
| 17 Karat [70 %] |
Rp. 328,300 |
| Last Update: 18 Mei 2012 06:00 WIB |
|
| |
 |
| Mata Uang |
Jual |
Beli |
| USD |
9,490.00 |
9,265.00 |
| SGD |
7,499.30 |
7,286.30 |
| HKD |
1,225.10 |
1,189.60 |
| GBP |
15,155.65 |
14,787.35 |
| AUD |
9,423.75 |
9,153.65 |
| JPY |
118.86 |
114.70 |
| Last update: 18 Mei 2012 06:00 WIB |
|
| |

Oleh. Tony, SH, M.Kn
|

Oleh. Dr. Surya Hartanto
|

Oleh. Rudy Rachman, MBA
|

Oleh. Darmin, SE, MBA
|
|
 |
|