AgriBisnis Rabu, 22 Feb 2012 06:55 WIB
MedanBisnis – Jakarta. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Rusman Heriawan meminta pengembangan demfarm atau demplot pertanian padi tidak hanya dilakukan pada lahan-lahan optimal namun juga lahan suboptimal.
Pengembangan demfarm di lahan optimal, atau yang memiliki pengairan teknis irigasi, menurut Wamentan di Jakarta, Selasa (21/2), jika produksinya meningkat maka merupakan hal yang wajar. "Namun jika di lahan suboptimal dan produksinya mengalami peningkatan maka itu merupakan prestasi," katanya usai menutup Pertemuan Koordinasi Kelembagaan Penyuluhan Pertanian, Kelembagaan Teknis serta Kelembagaan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
Menurut Rusman, lahan pertanian suboptimal meliputi lahan rawa, lahan pasang surut, lahan tadah hujan, lahan gogo maupun lahan gambut. Dia mengakui, meskipun produktivitas lahan suboptimal lebih rendah dibandingkan lahan optimal namun peningkatannya bisa lebih tinggi.
Dikatakannya, dengan pengembangan demfarm di lahan optimal peningkatan produktivitas tanaman sekitar 0,5 ton per hektare, sementara itu di lahan suboptimal ternyata mampu mencapai 0,75 ton. "Hal itulah yang semestinya dijadikan fokus oleh para penyuluh untuk mengembangkan pertanian pada lahan suboptimal," katanya.
Menurut hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pertanian potensi produktivitas lahan pertanian suboptimal di Kabupaten Tanggamus Lampung mencapai 10,6 ton gabah kering panen (GKP) per hektare, sedangkan di Cilegon Banten sebanyak 9,8 ton/ha.
Sementara itu produktivitas padi pada lahan suboptimal yang dibudidayakan petani sebanyak 2,5 ton per hektare sedangkan yang dikembangkan Badan Litbang mencapai 4-6 ton per hektare.
"Berarti ini masih ada peluang untuk meningkatkan produktivitas pertanaman pada lahan suboptimal," kata Rusman.
Pada kesempatan itu,Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia dan Penyuluh Pertanian Ato Suprapto menyatakan, pihaknya akan menyiapkan tenaga penyuluh pertanian untuk daerah-daerah pertanian suboptimal. "Sebagai upaya tersebut akan dilakukan pelatihan secara bertahap kepada para penyuluh untuk mendampingi dan mengawal pertanian di lahan suboptimal," katanya.
Menteri Pertanian Suswono, Senin (20/2), menyatakan, untuk mencapai target produksi padi sebesar 72,03 juta ton GKG pada 2012 diperlukan dukungan penyuluhan melalui kegiatan pengawalan dan pendampingan penyuluh di lokasi Sekolah Lapang Pertanian Tanaman Terpadu (SLPTT) dan System Rice of Intensification (SRI).
Selain itu juga pemberdayaan petani melalui demfarm atau denplot pertanaman padi di lokasi swadaya murni petani dan Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K). (ant)
|
|
|
| Baca Juga |
|
|
| |
|
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
| |
|
Baca e-paper Harian Medan Bisnis
Jumat, 18 Mei 2012
|
| |
| Stock Exchange |
|
| Nama Bursa |
Nilai |
|
Perubahan |
| DJIA |
12,551.00 |
 |
-23.00 |
| JSX |
3,980.50 |
 |
-65.15 |
| NASDAQ |
2,874.04 |
 |
-19.72 |
| NIKKEI |
8,876.59 |
 |
75.42 |
| Last update: 18 Mei 2012 06:00 WIB |
|
| |
 |
| Jenis |
Lokasi |
Harga (Rp) |
| CPO |
Rotterdam,MEDAN |
8,737 Rp/Kg |
| Karet TSR 20 |
SINGAPURA, Palembang |
30,587 Rp/Kg |
| Kopi Arabika |
New York, Medan |
0 Rp/Kg |
| Kopi Robusta |
LONDON, Lampung |
18,883 Rp/Kg |
| Last update: 18 Mei 2012 06:00 WIB |
|
| |
 |
| Jenis Emas |
Harga (Rp) |
| 24 Karat |
Rp. 469,000 |
| 22 Karat |
Rp. 466,000 |
| 18 Karat [75 %] |
Rp. 351,750 |
| 17 Karat [70 %] |
Rp. 328,300 |
| Last Update: 18 Mei 2012 06:00 WIB |
|
| |
 |
| Mata Uang |
Jual |
Beli |
| USD |
9,490.00 |
9,265.00 |
| SGD |
7,499.30 |
7,286.30 |
| HKD |
1,225.10 |
1,189.60 |
| GBP |
15,155.65 |
14,787.35 |
| AUD |
9,423.75 |
9,153.65 |
| JPY |
118.86 |
114.70 |
| Last update: 18 Mei 2012 06:00 WIB |
|
| |

Oleh. Tony, SH, M.Kn
|

Oleh. Dr. Surya Hartanto
|

Oleh. Rudy Rachman, MBA
|

Oleh. Darmin, SE, MBA
|
|
 |
|