User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 12,050.00 12,080.00
SGD 9,434.00 9,434.00
JPY 111.45 11,204.00
MYR 366,289.00 370,187.00
CNY 1,963.70 1,977.40
THB 37,002.00 37,454.00
HKD 1,552.80 1,557.65
EUR 15,237.25 15,300.55
AUD 10,525.75 110,577.35
GBP 19,307.75 19,381.25
Last update: 24 Okt 2014 09:00 WIB
Headline News
Minggu, 27 Apr 2014 08:54 WIB - http://mdn.biz.id/n/92349/ - Dibaca: 1,670 kali
Sempat Minta Dibawakan Rendang
Mahasiswa STIP Asal Belawan Tewas Dianiaya Seniornya
MedanBisnis - Belawan. Tindak kekerasan kembali terjadi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta. Setelah sebelumnya seorang mahasiswa bermarga Gultom tewas dianiaya seniornya beberapa waktu lalu kali ini kasus serupa dialami seorang mahasiswa asal Belawan.
Dimas Dikita Handoko (20) salah seorang mahasiswa STIP Marunda Cilincing Jakarta Utara warga Jalan Cibadak Gang 9 Kelurahan Belawan II Kecamatan Medan Belawan putra pertama pasangan suami istri Budi Handoko dan Rukita Harnayanti, Jumat malam (25/4) tewas diduga kuat akibat dianiaya seniornya di rumah kostnya Jalan Cilincing Jakarta Utara.

Nani salah seorang tante korban, kepada wartawan di rumah duka Sabtu sore (26/4) menceritakan keluarga mengetahui korban telah meninggal dunia ketika ibu dan ayah kandungnya berkunjung ke Jakarta terkait tugas dari perusahaan tempatnya bekerja di Pelabuhan Belawan.

Setelah melakukan komunikasi, korban berencana menemui kedua orang tuanya Jumat malam sekira pukul 20.00 WIB pada salah satu apartemen di Jakarta. Namun hingga pukul 00.00 WIB korban tidak kunjung datang, sampai akhirnya pada Sabtu dini hari kedua orang tua korban dan pihak keluarga mendapat kabar jika Dimas Dikita Handoko telah meninggal dunia dan jenazah berada pada salah satu rumah sakit di Jakarta.

Menurut Nani, semula pihak keluarga mendapat informasi korban meninggal dunia karena terjatuh di kamar mandi. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata diketahui korban meninggal dunia diduga akibat penganiayaan berat yang dilakukan sejumlah seniornya.

Tia Harahap kekasih korban kepada wartawan mengatakan, selama ini korban sering bercerita kepadanya bahwa korban sering dianiaya seniornya tanpa alasan yang jelas. "Dimas sering bercerita baik melalui selular maupun saat pulang liburan bahwa dia kerap mendapat pukulan dari seniornya. Bagian perutnya katanya sering dipukul dan ditendang. Dia juga berpesan agar hal itu jangan diberitahukan kepada orangtuanya," kata Tia sembari meneteskan air mata.

Hal senada dikatakan Juan teman korban sesama jebolan SMA Negeri 3 Medan. "Dua bulan lalu saat liburan kami bertemu di Medan dan korban bercerita kerap mendapat penganiayaan dari para seniornya. "Waktu SMA korban sangat baik dan suka bergaul. "Dia mengaku selama di STIP kerap dianiaya para seniornya, bahkan jerawat korban juga kerap dipecahkan oleh para seniornya," ujar Tri Kurniawan mengutip pengakuan korban kepadanya dua bulan lalu.

Minta Dibawakan Rendang
Menurut pihak keluarga korban ketika kedua orang tuanya bermaksud berkunjung ke Jakarta, Dimas meminta agar dibawakan rendang masakan neneknya. "Ternyata daging rendang hasil masakan sang nenek yang disiapkan untuknya tak sempat dinikmati oleh Dimas," kata Andi salah seorang keluarga dekat Dimas.

Tadi malam jenazah Dimas tiba di kediaman disambut takbir. dan langsung dikebumikan di Jalan Taman Makam Pahlawan, Belawan.

Dalam suasana malam, pemakaman berlangsung dalam suasana duka mendalam. Linangan air mata keluarga dan kerabat mewarnai pemakaman. (wismar simanjuntak)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook