User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
Ex. JK
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 12,050.00 12,080.00
SGD 9,434.00 9,434.00
JPY 111.45 11,204.00
MYR 366,289.00 370,187.00
CNY 1,963.70 1,977.40
THB 37,002.00 37,454.00
HKD 1,552.80 1,557.65
EUR 15,237.25 15,300.55
AUD 10,525.75 110,577.35
GBP 19,307.75 19,381.25
Last update: 24 Okt 2014 09:00 WIB
Spektrum
Minggu, 04 Mei 2014 10:58 WIB - http://mdn.biz.id/n/93513/ - Dibaca: 144 kali
Kampus Bukan Jaminan Raih Masa Depan
Robert Valentino Tarigan (medanbisnis/zulfadli siregar)
Dunia kampus bukan hanya menciptakan pekerja tetapi juga mencetak seorang mahasiswa yang enterpreunership, orang-orang yang membuka usaha karena memiliki keahlian di bidangnya.
Oleh sebab itu, seorang tamatan SMK lebih berpeluang mengimplementasikan bakatnya dengan bekerja terlebih dahulu dibanding harus masuk ke bangku kuliah. "Menurut saya, tamatan SMK itu tak usah dulu kuliah, kerja dulu dua tahun supaya apa yang ia dapatkan dari sekolah bisa langsung dipraktekkan di lapangan," ungkap pengamat pendidikan, dr. Robert Valentino Tarigan SPd SH kepada MedanBisnis, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan pemilik bimbingan belajar BIMA ini, usai dua tahun bekerja maka tamatan SMK tadi barulah mencari bangku kuliah yang tepat dan cocok dengan kompetensinya. Mengapa demikian, karena menurut Robert Valentino lebih baik bekerja sambil belajar daripada kebalikannya. "Bekerja sambil belajar itu lebih efektif, karena disitulah mereka tahu betapa pentingnya belajar itu dibandingkan dengan yang memilih belajar terus," urainya.

Dikatakan Wakil Ketua Parfi Sumut ini, ilmu itu kalau tidak dilatih maka tidak akan berkembang. Dicontohkannya, seperti uang kalau digembalakan maka kurus tapi kalau ilmu digembalakan maka akan gemuk. "Artinya, bila ilmu ini kita simpan bukannya malah tambah baik, itu sebabnya saya sarankan untuk tamatan SMK agar kerja dulu selama dua tahun baru kemudian kuliah," bebernya.

Menurut Valentino, memilih kuliah dari kampus favorit tentu bisa lebih mudah dapat pekerjaan, meskipun kebanyakan bekerja di luar dari kompetensinya. Oleh sebab itu disarankannya, pilihlah fakultas yang sesuai dengan minat dan kemampuan calon mahasiswa itu, namun tetap yang bisa menjamin pekerjaan ke depannya.

"Misalnya sekolah statistik, kalau itu tamat sudah bisa langsung bekerja. Berbeda dengan fakultas kedokteran, begitu tamat belum tentu bisa bekerja, banyak dokter yang mengganggur saat ini. Jadi artinya harus pintar-pintar kita memilih kuliah dan kompetensinya apa," terangnya seraya mengatakan bahwa kampus itu bukan tempat penggodokan sebuah takdir, namun sebaliknya kampus itu tempat mengasah kompetensi yang dipilih mahasiswa itu sendiri.

Saat ditanya banyaknya fakultas favorit namun setelah lulus ternyata sulit mendapat pekerjaan, menurut Valentino, hal itu dikarenakan kurangnya SDM dari mahasiswa itu sendiri. Makanya ia berharap, pada saat belajar di kampus harusnya seorang mahasiswa lebih banyak 70 % persentasenya berada di perpustakaan dan 30 persen di ruang kuliah.

"Karena saya yakin belajar di ruang kuliah tidak akan cukup sehingga bila diperbanyak berada di perpustakaan maka mahasiswa itu akan lebih memiliki pengetahuan kompetensi yang lengkap. Belum tentu seorang teoritis bisa menjadi praktisi, namun seorang praktisi kalau diberi pembelajaran pasti sudah bisa mengimplementasikan teori," tegasnya.

Itu sebabnya, kuliah di fakultas favorit belum tentu bisa menjamin pekerjaan. Valentino menegaskan, yang bisa kampus menjamin adalah memberikan kompetensi kepada mahasiswa itu sendiri. "Misalnya, tamatan Tri Sakti sudah pasti diterima karena apa ya karena kompetensinya, Jadi saya lebih setuju itu kalau favorit itu ditujukan lebih pada kompetensinya," pungkasnya. (zulfadli siregar)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook