User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,965.00 11,995.00
SGD 9,425.70 9,465.85
JPY 109.32 109.91
MYR 3,698.44 3,737.25
CNY 1,944.40 1,957.70
THB 370.13 374.19
HKD 1,543.40 1,547.80
EUR 15,433.65 15,497.65
AUD 10,693.15 10,745.25
GBP 19,715.95 19,791.85
Last update: 19 Sep 2014 09:00 WIB
Ekonomi Dunia
Sabtu, 17 Mei 2014 07:10 WIB - http://mdn.biz.id/n/95769/ - Dibaca: 61 kali
Proyek Pemerintah Rp 629 Triliun Bisa Dorong Ekonomi
MedanBisnis - Jakarta. Pada tahun 2014 pemerintah mencanangkan pembangunan 166 proyek (groundbreaking) dengan nilai investasi sebesar Rp 628,91 triliun. Ini sesuai dengan program pemerintah yang tertuang pada Masterplan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Untuk infrastruktur, total nilai investasi direncanakan mencapai Rp 232,8 triliun, dengan lokasi proyek sebagian besar di Koridor Ekonomi Sumatera dan Jawa. Sebanyak Rp 31,8 triliun dari total kebutuhan investasi infrastruktur tersebut bersumber dari pemerintah.

Dari pembangunan tersebut, bila teralisasi tentunya dapat memacu pertumbuhan ekonomi untuk melaju pada kisaran 5,1%-5,5%. Terutama dari sisi sektor bangunan yang bisa tumbuh moderat sekitar 6,2-6,6% atau seperti perkiraan pada awal tahun.

Demikianlah laporan perkembangan ekonomi dari Bank Indonesia (BI) yang dikutip, Jumat (16/5)
Selain dari proyek pemerintah, sektor ini juga bisa terdorong oleh pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) hasil tambang sebagai dampak pemberlakuan UU Minerba. Dimungkinkan akan groundbreaking pada kuartal II dan III.

Kemudian juga masih ada prospek sektor bangunan bersumber dari masih tingginya kekurangan jumlah tempat tinggal (backlog) yang mencapai 7,6 juta rumah. Kondisi ini berpeluang mendorong pembangunan perumahan layak huni.

Di samping berbagai prospek positif tersebut, bauran kebijakan Bank Indonesia untuk mencapai stabilisasi ekonomi, antara lain melalui BI rate dan LTV, diperkirakan berdampak pada termoderasinya pertumbuhan sektor ini.

Melalui kebijakan tersebut, eksposur bank terhadap peningkatan risiko kredit dapat dikurangi apabila terjadi pemburukan kondisi makroekonomi yang dapat menurunkan kemampuan masyarakat membayar utang. (dtf)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook