User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 12,460.00 12,510.00
SGD 9,477.40 9,531.55
JPY 104.59 105.46
MYR 3,597.70 3,637.10
CNY 1,998.10 2,014.75
THB 379.31 383.36
HKD 1,606.20 1,613.65
EUR 15,290.95 15,378.55
AUD 10,179.85 10,247.05
GBP 19,502.45 19,607.05
Last update: 19 Des 2014 09:00 WIB
Peristiwa
Minggu, 18 Mei 2014 09:26 WIB - http://mdn.biz.id/n/95947/ - Dibaca: 160 kali
PKS Serahkan Keputusan Cawapres kepada Prabowo
Hanura Resmi Berkoalisi dengan PDIP
MedanBisnis - Jakarta. Mengikuti jejak Partai NasDem dan PKB sebelumnya, Partai Hanura secara resmi memutuskan untuk berkoalisi dengan PDIP untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014.
"Hanura dan PDIP sudah menjalin kebersamaan yang cukup lama, sudah lima tahun dalam pemerintahan Pak SBY kedua, telah bersama-sama sebagai partai penyeimbang," kata Ketua Umum DPP Hanura Wiranto seusai bertemu dengan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri di Jakarta, Sabtu (17/5).
Pertemuan mantan Panglima TNI dan mantan presiden itu berlangsung di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, dan diikuti oleh sejumlah pimpinan dari kedua partai.

Wiranto mengatakan bahwa kerja sama antara Hanura dan PDIP selama lima tahun terakhir ini telah menumbuhkan keyakinan dan pemahaman bahwa kedua partai memiliki platform yang sama untuk melakukan langkah-langkah perjuangan, membela kepentingan rakyat.

"Kerja sama telah membuahkan kebersamaan, keyakinan, pemahaman, punya nafas perjuangan yang sama untuk kesejahteraan rakyat," katanya.

Wiranto mengatakan pertemuan dengan Megawati merupakan mandat dari hasil Rapimnas Hanura pada 6 Mei lalu. "Saya sebagai ketua umum pada Rapimnas 6 Mei lalu, mendapat mandat sepenuhnya untuk melakukan lobi-lobi politik untuk menentukan ke mana Hanura berkoalisi," katanya.

Mantan Menko Polkam itu menceritakan telah melakukan 25 kali pertemuan dengan para tokoh politik.

"Saya punya catatannya bertemu dengan siapa saja. Tentu tidak hanya pertemuan, tetapi juga untuk memastikan mendapatkan platform politik yang sama dengan partai-partai lain," katanya. Wiranto mengucapkan terima kasih kepada Megawati, Sekjen Tjahjo Kumolo, dan Ketua Bappilu PDIP Puan Maharani yang telah menerima Hanura sebagai mitra koalisi.

Ia berharap keputusan berkoalisi dengan PDIP dapat menghasilkan yang terbaik pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.

Keputusan Cawapres
Sementara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden sekaligus memberikan kepercayaan untuk memilih siapa yang akan mendampinginya menjadi calon wakil presiden.

"PKS menyerahkan sepenuhnya kepada Prabowo untuk memutuskan siapa yang akan dipilihnya sebagai calon wakil presiden," kata Presiden PKS, Muhammad Anis Matta, usai menerima kunjungan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, di kantor DPP PKS di Jakarta, Sabtu.

Kunjungan Prabowo Subianto ke kantor DPP PKS antara lain untuk menandatangani kontrak politik antara PKS dan Gerindra, mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada pemilu presiden 2014.

Menurut Anis Matta, siapa pun yang dipilih Prabowo untuk mendampinginya, pihaknya harus harus legowo.
Namun, PKS berharap Prabowo melakukan komunikasi dengan semua anggota koalisi yakni PKS, PAN, PPP, serta Gerindra sebelum menetapkan siapa calon wakil presidennya. Kunjungan Prabowo Subianto ke kantor DPP PKS di Jakarta, Sabtu ini, menurut Anis, menujukkan dukungannya kepada usulan PKS.

Sementara itu, Kepala Bidang Koordinasi Kehumasan PKS, Mardani mengatakan, salah satu poin penting dalam kontrak politik yang ditandatangani hari ini adalah dukungan PKS kepada Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk maju sebagai calon presiden pada pemilu presiden 2014.

Sedangkan soal figur pendamping Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden, menurut Mardani, pimpinan partainya sudah mengusulkan tiga nama yakni Hidayat Nur Wahid, Anis Matta dan Ahmad Heryawan. "Namun, putusan ada pada Pak Prabowo," ujarnya. (ant)
Advertisement
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook