User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
Ex. JK
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 12,050.00 12,080.00
SGD 9,434.00 9,434.00
JPY 111.45 11,204.00
MYR 366,289.00 370,187.00
CNY 1,963.70 1,977.40
THB 37,002.00 37,454.00
HKD 1,552.80 1,557.65
EUR 15,237.25 15,300.55
AUD 10,525.75 110,577.35
GBP 19,307.75 19,381.25
Last update: 24 Okt 2014 09:00 WIB
Wacana
Rabu, 12 Des 2012 07:07 WIB - http://mdn.biz.id/n/1297/ - Dibaca: 2,584 kali
Yurisprudensi sebagai Sumber Hukum
SATJIPTO Raharjo sebagai pemikir sosiologi hukum menjelaskan, salah satu karakteristik hukum secara sosiologis, yakni mengurai fenomena hukum bertujuan untuk memberikan penjelasan terhadap praktek hukum. Sosiologi hukum menjelaskan praktik hukum itu terjadi, apa yang menjadi sebab dan hal yang mempengaruhi praktik hukum dalam masyarakat.
Sosiologi hukum memandang hukum bukan semata-mata sebagimana dimaksud dalam pasal-pasal atau tidak sekadar teks dalam suatu undang-undang atau peraturan tertulis yang dinyatakan dan diundangkan penguasa. Tetapi hukum merupakan suatu kenyataan sosial yang dalam suatu kehidupan masyarakat sebagai suatu yang logis.

Sosiologi hukum bertujuan menjelaskan secara praktis bekerjanya sosiologi hukum, tidak hanya mengkaji hukum secara normatif, tetapi dikaitkan dengan gejala sosial yang ada dalam masyarakat. Hukum lahir dari kontrak sosial, yakni kesepakatan yang dibuat anggota masyarakat untuk mempertahankan nilai.

Yurisprudensi
Dalam kehidupan suatu bangsa yang dilandasi demokrasi masyarakat sebagai warga bangsa memiliki kebebasan. Namun setiap individu sebagai anggota masyarakat setiap tindakannya harus mencerminkan ketaatan pada hukum. Sebaliknya setiap tindakan berupa kewenangan dari pemerintah yang berkuasa selalu didasarkan atas hukum.

Dalam hubungan antara hukum yurisprudensi dalam masyarakat, suatu yurisprudensi haruslah dapat mewujudkan tatanan masyarakat yang berkebebasan menurut hukum, dimana setiap yurisprudensi haruslah didasarkan kebenaran dan keadilan. Karena itu hakim dalam menentukan suatu hukum harus bertujuan menegakkan kebenaran dan keadilan yang bersumber dari rasa keadilan masyarakat itu sendiri.

Yurisprudensi sebagai salah satu sumber hukum formal, penting eksistensinya apabila dikorelasikan terhadap tugas hakim. Yurisprudensi merupakan salah satu sumber hukum layaknya harus dapat dimanfaatkan hakim-hakim lainnya dalam mengadili perkara yang sama. Di sisi lain, diharapkan juga bermanfaat dalam pembentukan peraturan perundang-undangan dalam membentuk atau menciptakan hukum tertulis.

Yurisprudensi sebagai sebuah putusan pengadilan, menurut Sudikno adalah hukum sejak dijatuhkan sampai dilaksanakan. Sejak dijatuhkan putusan pengadilan mempunyai kekuatan mengikat bagi para pihak yang berpekara, mengikat para pihak untuk mengakui eksistensi putusan tersebut. Setelah dilaksanakan putusan pengadilan itu hanyalah sumber hukum. Jadi putusan pengadilan adalah cikal bakal yurisprudensi atau munculnya yurisprudensi akibat adanya putusan pengadilan.

Menurut pasal 22 Algeimene Bevalingen (AB) hakim yang menolak melakukan peradilan dengan alasan undang-undang tak jelas dan tak lengkap, dapat dituntut karena keengganan mengadili. Pada prakteknya berbagai undang-undang mengalami kekurangan dan seringkali tidak jelas maksudnya.

Dalam konteks penafsiran sosiogi hukum harus menilai perbuatan yang dilakukan seseorang dan mengujinya dengan norma-norma keharusan yang berlaku di masyarakat yang tidak disebutkan dan tidak jelas pengertiannya dalam suatu undang-undang. Hakim wajib menemukan sendiri hukum yang sebenarnya dengan didasarkan nilai keadilan masyarakat dan kemudian penciptaan hukum. Konsekuensi logisnya, maka memahami yurisprudensi merupakan hal yang bersifat substansial. Tugas hakim disebutkan sebagai melakukan "Rechtsvinding" yang artinya adalah menyelaraskan undang-undang sesuai dengan tuntutan jaman dan kemasyarakatan.

Seorang hakim memutuskan sebuah perkara dari dua belah pihak yang bersengketa atau yang terkena sengketa, maka dengan keputusan sang hakim yang bernuansa sosiologi hukum akan terciptalah rasa keadilan. Rasa keadilan secara efektif dapat memulihkan hubungan sosial di antara pihak-pihak yang bersengka dan keduanya dapat secara sadar menarik manfaat dari perkara. Dalam konteks demikian yang perlu dilakukan adalah menggunakan sosiologi hukum secara empiris.

Dalam praktek apabila kita membuat konstruksi hukum dan membuat kebijakan untuk merealisir tujuan-tujuannya, maka sangat penting mempunyai pengetahuan empiris tentang akibat yang dapat ditimbulkan dengan berlakunya undang-undang atau kebijakan-kebijakan tersebut terhadap perilaku masyarakat. Sesuai pendekatan sosiologis harus dipelajari undang-undang dan hukum itu, tidak hanya berkaitan dengan maksud dan tujuan moral etikanya dan juga tidak hanya yang berkaitan dengan substansinya. Tetapi yang harus kita pelajari adalah yang berkaitan bagaimana undang-undang itu diterapkan dalam praktek.

Suatu yurisprudensi haruslah dilandasi dengan hukum yang hidup dalam masyarakat. Apakah hukum tersebut diyakini masyarakat sebagi hukum yang hidup dan bagaimana efektivitas keberlakuannya di masyarakat. Yurisprudensi dalam konteks sosiologi hukum harus dapat menjadi pengendalian sosial. Ini didasarkan manusia sebagai makhluk sosial yang menyadari eksistensi sebagai kaidah sosial yang ada dalam masyarakatnya, yang meliputi kaidah moral, agama, dan kaidah sosial lainnya.

Hakim dalam melakukan penemuan hukum harus menggunakan fakta-fakta tentang lingkungan sosial di mana hukum itu berlaku. Kajian sosiologi hukum berguna untuk menemukan prinsip-prinsip sosial yang mengatur bagaimana hukum bekerja secara konkrit di dalam praktik, dengan tanpa maksud memberikan penilaian tetapi menjelaskan bagaimana fakta-fakta sosial itu selanjutnya menjadi fakta-fakta hukum dan apa sesungguhnya penyebabnya.(Oleh: MANAMBUS PASARIBU, SH)

Penulis Mahasiswa Pascasarjana HukumUSU dan Bekerja di BAKUMSU Medan
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook