User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
Ex. KPLP
 
Berita Terkini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,680.00 11,710.00
SGD 9,344.70 9,384.65
JPY 112.44 113.07
MYR 3,695.44 3,734.69
CNY 1,898.40 1,909.05
THB 364.39 364.39
HKD 1,506.80 1,511.25
EUR 15,382.55 15,446.75
AUD 10,912.65 10,965.35
GBP 19,358.45 19,432.85
Last update: 29 Agt 2014 09:00 WIB
Daerah
Senin, 21 Jan 2013 12:03 WIB - http://mdn.biz.id/n/8260/ - Dibaca: 730 kali
Tobasa Pangkas Jumlah Tenaga Honorer
menjelaskan Kepala BKD Tobasa Budianto Tambunan sedang menjelaskan cara kerja baru dengan sistem informasi kepegawaian online, dimana hal tersebut sangat meringankan beban dan mempercepat proses pelayanan kantor terhadap seluruh PNS di jajaran Pemkab Tobasa.(medanbisnis/ist)
MedanBisnis - Balige. Tahun 2013 ini, Pemkab Toba Samosir mengurangi jumlah tenaga honorer, yang selama ini berkontribusi membantu mengerjakan tugas-tugas di Pemkab Tobasa. Pengurangan direncanakan dari tenaga honorer nonkategori, dengan tidak memperpanjang SK pengangkatannya.
"Pengurangan tahun ini, kami rencanakan akan dimulai dari tenaga honorer nonkategori yang berjumlah 437 orang. Soal berapa jumlahnya, belum ditentukan, karena masih akan dibahas.

Tahun 2014 nanti juga demikian, dan seterusnya hingga tidak ada lagi tenaga honorer," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Toba Samosir (Tobasa) Budiyanto Tambunan SE di ruang kerjanya, Jumat lalu.

Menurut data BKD, jumlah tenaga honorer yang bertugas di instansi Pemerintah Kabupaten Tobasa sampai Desember 2012 sebanyak 1.202 orang. Tetapi setelah masuk tahun anggaran 2013, jumlahnya meningkat menjadi 1.264 orang.

Artinya ada pertambahan 62 orang dalam tenggang waktu kurang lebih 3 minggu. Keseluruhan tenaga honorer ini terdiri dari Kategori I, Kategori II dan Non Kategori.

"Pertambahan ini diketahui setelah dilakukan pendataan ulang dengan meminta informasi langsung dari para pimpinan satuan kerja atau kepala dinas," ujarnya.

Budiyanto mengakui, pengurangan tenaga honorer itu didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 dan Surat Edaran Bupati Tobasa Tahun 2007.

"Bukan hanya itu teguran Badan Pemeriksa Keuangan juga turut menjadi dasar dari pengurangan ini," kata Budiyanto.

Ditanya kenapa pengurangan dilakukan terhadap nonkategori. Budiyanto mengatakan, kategori I dan II sudah masuk database, dimana sekitar bulan April ini direncanakan akan mengikuti ujian seleksi untuk diangkat menjadi CPNS.

Sebelumnya, Kepala Inspektorat Kabupaten Tobasa Augus Simanjuntak, mengakui penerimaan tenaga honorer itu sebenarnya sudah sejak tahun 2006 menjadi temuan Inspektorat Provinsi.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tobasa James Silaban SH mengatakan, anggaran yang digelontorkan pemerintah daerah untuk menggaji tenaga honorer yang berjumlah seribu lebih itu mencapai Rp 8,7 miliar per tahun, dengan perincian Rp 700.000/bulan/orang.

"Hitunglah, berapalah jumlah tenaga honorer bila APBD tersedot sebesar Rp 8,7 miliar dalam satu tahun anggaran," katanya.

Dia mengatakan, di atas tahun 2005, semua Pejabat Pembina Kepegawaian dan pejabat lain dilingkungan instansi, dilarang mengangkat tenaga honorer atau yang sejenisnya.

Namun bagi Tobasa, aturan itu terkesan tidak diindahkan, sehingga jumlah tenaga honorer di daerah itu sampai Desember 2012 mencapai 1.202 orang dengan menghabiskan APBD kurang lebih sebesar Rp 8,7 miliar untuk gaji dan tahun 2013 meningkat menjadi 1.264 orang. (tumbur tumanggor)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook