User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
Ex. Menteri atau DPR
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 12,105.00 12,130.00
SGD 9,310.80 9,346.00
JPY 102.58 103.24
MYR 3,606.02 3,644.55
CNY 1,967.00 1,981.20
THB 368.90 373.08
HKD 1,560.10 1,564.25
EUR 14,981.15 15,037.65
AUD 10,508.35 10,555.65
GBP 18,939.55 19,004.15
Last update: 24 Nov 2014 09:00 WIB
Headline News
Sabtu, 23 Mar 2013 06:28 WIB - http://mdn.biz.id/n/19493/ - Dibaca: 3,402 kali
Diresmikan Menteri April Ini
Jalan Baru Aek Latong Rampung
JALAN BARU AEK LATONG Kendaraan melintas di jalan baru Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Tapsel, baru-baru ini. Jalan pengganti jalur yang lama ini direncanakan diresmikan Menteri PU Djoko Kirmanto, April 2013 mendatang. (medanbisnis/dok bbpjn I medan)
MedanBisnis - Medan. Jalan baru (alternatif) Aek Latong Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), sudah dapat dilintasi pengguna jalan sejak akhir Januari 2013. Direncanakan jalan sepanjang 3 km itu diresmikan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto pada April mendatang.

"Rencana kita bulan depan, atau tinggal mencocokkan dengan waktu Bapak Menteri," ujar Kepalai Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) I Medan, Wijaya Seta di Medan, kepada MedanBisnis, Jumat (22/3).

Sebelumnya, soft launching jalan tersebut sudah dilakukan Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu bersama BBPJN I Medan dihadiri Anggota DPD RI Parlindungan Purba dan Muspida setempat serta PT Adhi Karya selaku kontraktor pelaksana, pada Januari 2013.

Walaupun secara umum sudah dapat dilintasi, namun jalan yang selama ini dikenal "misterius" itu, masih membutuhkan pekerjaan lanjutan, seperti perampungan drainase di sisi kiri kanan jalan dan pembangunan pembatas atau penahan tebing untuk mencegahnya jatuh ke badan jalan.

Jalan baru Aek Latong, sebut Wihaya Seta, merupakan proyek multiyears dan dikerjakan salah satu BUMN konstruksi nasional, PT Adhi Karya, selama dua tahun. Anggarannya mencapai Rp 65 miliar, yakni Rp 25 miliar tahun 2011 dan Rp 40 miliar tahun 2012.

"Tetapi tahun-tahun sebelumnya, sudah ada pekerjaan awal," sebutnya. Misalnya pada tahun 2010, jalan ini dikerjakan dengan biaya Rp 10 miliar. Namun belakangan, kontraktor pelaksana saat itu gagal melakukan kewajibannya yang membuat pembangunannya gantung.

Sebagaimana diketahui, jalur baru Aek Latong merupakan pengganti jalan lama yang terus menerus rusak karena termasuk dalam kawasan tanah longsor. Ada dua opsi perbaikan jalan Aek Latong, pertama membangun jembatan layang dan membangun jalan alternatif. "Karena alasan efisiensi biaya, maka pusat memilih membangun jalan alternatif," terang Wijaya.

Dia menjelaskan, jalan Aek Latong lama yang membelah kawasan hutan dengan tanah bergambut itu, mulai amblas di penghujung dekade 1990-an.

Kondisinya makin parah pasca gempa yang mendera Aceh dan kawasan Pulau Sumatera bagian Utara beberapa tahun lalu. Para pakar vulkanologi menilai, jalan Aek Latong berada tepat di atas jalur vulkanik, yang sambung- menyambung ke urat vulkanik yang memicu gempa di Aceh.

Ketika terjadi pergerakan jalur vulkanik, permukaan Aek Latong amblas. Jalur Jalinsum ikut amblas, membuat aspal retak dan pecah. Dalam hitungan lima tahun, jalur Aek Latong itu amblas sekitar 15-20 m membuat daerah perbukitan itu menjadi cekungan yang digenangi air.

Selama ini, jalur ini cukup ramai dilintasi karena selain menghubungkan Taput dengan Tapsel dan Sibolga, juga karena statusnya sebagai Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum). Selama ini juga, jalur ini menjadi momok yang menakutkan bagi pengguna jalan karena kondisinya yang kerap longsor dan medannya curam.

Dan selama ini pun sudah banyak memakan korban jiwa, di mana yang terakhir adalah jatuhnya mobil ALS yang mengakibatkan korban tewas dan luka-luka, Juni 2011. (benny pasaribu)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook