User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia Yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,545.00 11,595.00
SGD 9,299.20 9,356.20
JPY 113.26 114.10
MYR 3,620.38 3,659.30
CNY 1,860.80 1,877.75
THB 360.33 364.43
HKD 1,489.20 1,496.60
EUR 15,533.85 15,625.55
AUD 10,851.15 10,934.15
GBP 19,599.95 19,709.25
Last update: 25 Jul 2014 09:00 WIB
Keuangan & Perbankan
Kamis, 16 Mei 2013 06:11 WIB - http://mdn.biz.id/n/29453/ - Dibaca: 237 kali
Suku Bunga Penjaminan LPS Tetap
MedanBisnis - Jakarta . Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan tingkat bunga penjaminan pemerintah periode 15 Mei - 14 September 2013 tidak berubah, karena masih sesuai dengan kondisi perekonomian nasional.
Sekretaris Perusahaan LPS Samsu Adi Nugroho di Jakarta, mengatakan tingkat suku bunga penjaminan di bank umum untuk simpanan dalam mata uang rupiah sebesar 5,5% dan dalam bentuk valuta asing (valas) sebesar 1%.

Sementara suku bunga penjaminan pemerintah atas simpanan masyarakat di bank perkreditan rakyat (BPR) tetap sebesar 8%.

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (DGBI) sebelumnya mempertahankan tingkat BI rate sebesar 5,75% yang dianggap masih konsisten dengan target inflasi 2013 dan 2014 berkisar 3,5% - 5,5%.

Meski demikian, Bank Indonesia mewaspadai tekanan inflasi yang berasal dari kenaikan ekspektasi inflasi, terkait rencana kebijakan BBM yang akan ditempuh Pemerintah dan akan melakukan penguatan operasi moneter melalui penyerapan likuiditas.

Penguatan operasi moneter tersebut juga dimaksudkan untuk mendukung kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan tingkat fundamentalnya dan didukung dengan langkah-langkah lanjutan untuk pendalaman pasar keuangan, khususnya pasar valuta asing, antara lain dengan mempublikasikan kurs referensi "spot" rupiah/dolar Amerika Serikat (AS) di pasar domestik dalam waktu dekat.

Ke depan, Bank Indonesia akan mewaspadai sejumlah risiko terhadap tekanan inflasi maupun nilai tukar, dan akan menyesuaikan respon kebijakan moneter bila diperlukan.

Selain itu, koordinasi bersama pemerintah terus diperkuat dengan fokus pada upaya meminimalkan potensi tekanan inflasi dan mengelola defisit transaksi berjalan. (ant)
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook