User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
LPPF 550 3.58%
TCID 500 3.03%
INAF 490 14.33%
Last update: 22 Mei 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
GGRM -2,250 -2.94%
UNVR -1,300 -2.67%
ITMG -575 -3.65%
Last update: 22 Mei 2017
Volume Terbesar
MYRX 826,170,880
BUMI 522,063,392
RIMO 350,266,304
Last update: 22 Mei 2017
Transaksi Tertinggi
BBRI 479,685,655,000
ASII 445,684,635,000
TLKM 422,033,268,000
Last update: 22 Mei 2017
Efek Teraktif
KOBX 26,558 Freq
PGAS 13,898 Freq
BNLI 12,233 Freq
Last update: 22 Mei 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,229.00 13,361.00
SGD 9,544.04 9,640.67
JPY 11,847.57 11,971.15
MYR 3,090.89 3,125.38
CNY 1,925.67 1,944.89
THB 387.83 391.93
HKD 1,697.57 1,714.53
EUR 14,808.54 14,957.64
AUD 9,827.82 9,932.57
GBP 17,042.92 17,216.98
Last update: 26 Mei 2017 11:23 WIB
Ekonomi
Sabtu, 29 Jun 2013 06:19 WIB - http://mdn.biz.id/n/37458/ - Dibaca: 514 kali
Produksi Anjlok 50%
Petani Cabai Terpukul Cuaca Ekstrem
MedanBisnis - Jakarta. Para petani cabai di dalam negeri terpukul cuaca ekstrem yang melanda Indonesia sejak Juni 2013 lalu. Curah hujan dan cuaca panas tak menentu berdampak pada menurunnya produksi cabai lokal karena serangan hama patek yang membuat busuk cabai.
Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia Dadi Sudiana mengatakan sejak awal Juni produksi cabai di sentra-sentra cabai seperti di Banyuwangi, Jember, Lumajang dan Kediri menurun hingga 50%.

Penurunan produksi ini secara otomatis mengganggu suplai dan berimbas pada lonjakan harga di pasar,misalnya cabai rawit sempat tembus Rp 50.000/Kg di Jakarta dari normal Rp 20.000/Kg"Sekitar 50%, tolong yang dibantu itu petaninya," katanya di Jakarta, Jumat (28/6).

Dadi menjelaskan saat cuaca ekstrem produksi cabai petani lokal turun drastis dari setiap hektare 10-12 ton kini hanya 3-5 ton saja. Dampaknya biaya produksi per kg akan semakin membengkak.

Investasi satu hektare kebun cabai mencapai Rp 65 juta, saat produksi mencapai 12 ton maka harga per kg cabai bisa murah namun ketika hanya 3-5 ton harganya akan naik tajam
Saat harga cabai berlimpah karena tak ada gangguan produksi, harga cabai di petani hanya Rp 4.000/kg, kemudian saat produksi turun harganya kian melambung menjadi Rp 12.000-20.000/kg.

"Sepanjang iklimnya ekstrem begini sulit memprediksi, sekarang masih hujan, ke depannya kemaraunya bagaimana?" katanya.

Dia juga mengkritik pemerintah soal kebijakan impor cabai dari China dan Vietnam karena hanya untuk menyelesaikan masalah sesaat dan menguntungkan importir saja.

Permasalahan utama agar produksi cabai petani tak terganggu cuaca ekstrem dengan bantuan informasi BMKG yang tepat dan teknologi pertanian cabai yang tepat guna, justru belum menyentuh petani.

Dadi mengatakan pemerintah keterlaluan kalau tetap melakukan impor cabai hingga 9.000 ton pada semester II-2013 suatu keputusan pemerintah yang keterlaluan.

Menurutnya, kebijakan impor cabai saat harga di dalam negeri melonjak karena produksi cabai petani lokal terganggu cuaca tak menyelesaikan masalah mendasar pertanian di Indonesia. "Ini bukan menyelesaikan masalah tapi melanggengkan masalah petaninya tetap menderita," katanya.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Bachrul Chairi mengakui pada semester II-2013, pemerintah siap mengimpor cabai 9.000 ton dari negara China dan Vietnam. Izin impor sudah diberikan kepada 3 importir yang telah mendapat Surat Persetujuan Impor (SPI).

"Semester pertama sudah cukup namun untuk semester ke-2 nanti memang dialokasikan sekitar 9.000-an ton untuk cabai untuk masuk di akhir tahun setelah panen di Indonesia. (dtf)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!