User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 12,010.00 12,040.00
SGD 9,441.10 9,481.20
JPY 112.20 112.80
MYR 3,658.19 3,698.37
CNY 1,957.20 1,971.15
THB 369.79 373.62
HKD 1,548.00 1,552.80
EUR 15,270.75 15,334.25
AUD 10,536.45 10,588.05
GBP 19,351.75 19,425.45
Last update: 22 Okt 2014 09:00 WIB
Daerah
Sabtu, 29 Jun 2013 07:44 WIB - http://mdn.biz.id/n/37536/ - Dibaca: 378 kali
Pemberian BLSM di Siantar Tidak Mendidik
MedanBisnis - Siantar. Penyaluran bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hanya bersifat sementara dan tidak mendidik masyarakat. Penerima BLSM di Kota Pematangsiantar yang berjumlah 11.282 RTS, diragukan jumlah dan distribusi penyalurannya.
"Banyak warga mengeluhkan birokrasinya dan orang yang berhak, tapi tidak mendapatkan BLSM," kata Direksi PMS, Sahman Saragih AMd kepada wartawan, Kamis (27/6)

Kriteria penerima BLSM dengan spesifikasi miskin dan sangat miskin itu, perlu dijelaskan kepada masyarakat. BLSM harus benar-benar diterima dan dinikmati masyarakat yang berhak menerima dana itu. "Jangan sampai yang menerima adalah orang-orang yang mampu," katanya.

Menurut dia, jika tak diawasi, potensi pemanfaatan BLSM untuk kepentingan politik besar, dan partai tertentu akan terjadi. "Masyarakat diimbau turut mengawasi di lapangan, dicek sampling," katanya.

Sahman menilai pemberian BLSM untuk masyarakat tak efektif lantaran hanya menjadi solusi bersifat sementara.

Semestinya penyelesaian kemiskinan dilakukan secara struktural dan jangka panjang. Ia mengatakan, penyelesaian kemiskinan semestinya, berbentuk program yang memberdayakan masyarakat.

BLSM bukan sarana efektif untuk meredam keresahan masyarakat, pasca kenaikan harga BBM. "BLSM itu rumusan yang salah. Uang Rp 150 ribu per bulan selama empat bulan itu tidak berarti apa-apa, jika dibandingkan dengan harga kebutuhan pokok yang melambung usai kenaikan BBM," katanya. (jannes silaban)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook