User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 12,105.00 12,130.00
SGD 9,310.80 9,346.00
JPY 102.58 103.24
MYR 3,606.02 3,644.55
CNY 1,967.00 1,981.20
THB 368.90 373.08
HKD 1,560.10 1,564.25
EUR 14,981.15 15,037.65
AUD 10,508.35 10,555.65
GBP 18,939.55 19,004.15
Last update: 24 Nov 2014 09:00 WIB
Agribisnis
Rabu, 10 Jul 2013 07:52 WIB - http://mdn.biz.id/n/39427/ - Dibaca: 526 kali
Hama Kresek Resahkan Petani Semangka
MedanBisnis - Medan. Serangan hama kresek meresahkan petani semangka di Desa Wonosari, Kecamatan Pantai Cermin, Serdang Bedagai. Akibat serangan tersebut produksi buah mengalami penurunan. Karena itu, petani diimbau untuk menggunakan agens hayati daripada pupuk dan obat-obatan kimia.
"Kalau sudah terkena sedikit, merembetnya cepat," kata Hariyono, petani semangka di Desa Wonosari kepada MedanBisnis, saat ditemui di lahan semangkanya seluas 15 rante, Selasa (9/7).
Ia menjelaskan, kresek seringkali muncul ketika curah hujan tinggi. Sejak awal pertanaman 1,5 bulan yang lalu, sebagian tanamannya sudah menunjukkan gejala terserang kresek. Karena sebagian tidak sempat dipotongnya, serangannya merembes lebih luas. "Kalau dihitung, ada 30 persen yang sudah terserang," katanya

Akibat serangan kresek tersebut, daun-danun semangka baik yang masih muda ataupun yang tua mengering. Jika tidak segera diantisipasi, katanya, pertumbuhan bunga juga terhambat. Hal tersebut yang kemudian membuat produksi buah mengalami penurunan. "Kalau bunganya tak ada, buah juga tak akan muncul," katanya.

Untuk menghentikan serangan kresek, ia melakukan pemotongan batang-batang yang sudah terserang. Selebihnya, ia menyemprotkan obat-obatan kimia yang menurutnya cepat dalam mengatasi serangannya. "Dari awal penanaman kita sudah kasih pupuk, kalau sudah parah, ya kita kasih kimia," katanya.

Ia mengaku pernah menggunakan pupuk organik dan obat-obatan non kimia untuk mengatasi serangan hama kresek ataupun hama dan penyakit lainnya. Namun, karena dampaknya tidak signifikan. "Kalau pakai organik lama dampaknya, sedangkan kalau ditunggu lebih lama lagi bisa gagal panen," katanya.

Kepala UPT Balai Proteksi tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara (BPTPH Sumut), Bahrudin Siregar mengungkapkan, seharusnya petani menghindari penggunaan pupuk non organik ataupun obat-obatan kimia yang berdampak negatif pada tanaman dan tanahnya.

Untuk mengatasi serangan hama dan penyakit bisa menggunakan agens hayati yang tidak akan mematikan musuh alami hama yang menyerang pertanaman petani. "Sebaiknya menghindari penggunaan bahan-bahan kimia, gunakan yang agens hayati saja," katanya. (dewantoro)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook