User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 12,125.00 12,145.00
SGD 9,339.80 9,372.00
JPY 102.88 103.50
MYR 3,606.02 3,644.55
CNY 1,974.60 1,986.75
THB 368.90 373.08
HKD 1,562.90 1,566.45
EUR 15,204.85 15,255.35
AUD 10,456.65 10,499.45
GBP 19,009.55 19,066.55
Last update: 22 Nov 2014 09:00 WIB
Tapanuli Bisnis
Sabtu, 27 Jul 2013 08:05 WIB - http://mdn.biz.id/n/42649/ - Dibaca: 639 kali
Petani Sayuran di Badiri Mengeluh
Harga Pupuk Naik, Harga Jual Turun
Harga Pupuk Naik Anas menunjukkan tanaman miliknya. Telanjur menanam, para petani sayur tetap melanjutkan usaha pertanian mereka. Padahal harga pupuk bersubsidi di Lopian naik, sementara harga sayur mayur justru turun. ( medanbisnis/ck 02)
MedanBisnis - Badiri. Sejumlah petani sayur mayur di kawasan Proyek Padat Karya Desa Lopian, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), mengeluhkan tingginya harga pupuk. Sedangkan harga jual sayur mayur dari kebun petani malah justru turun.
Jika biasanya kacang panjang masih dapat dijual dengan harga Rp 1.500 per ikat kepada pengepul, kini hanya dihargai sekitar Rp 1.200 per ikat jika pembeli langsung datang perkebunan masyarakat. Menurut petani, kenaikan pupuk terjadi sejak pemerintah menetapkan kenaikan BBM beberapa waktu lalu.

Seperti diutarakan Irul Banjar dan Anas, dua orang petani sayur di Desa Lopian. Mereka menyampaikan, sesuai ketetapan pemerintah harga pupuk bersubsidi itu Rp 140.000 per zak. Namun ternyata harga di pasaran jauh melebihi harga yang ditetapkan oleh pemerintah, apalagi setelah naiknya harga BBM. Al hasil, para petani pun tidak mampu lagi membeli pupuk bersubsidi yang mereka butuhkan, terpaksa mereka hanya menggunakan pupuk kandang, itupun dengan jumlah terbatas.

"Kami tahu ada pupuk bersubsidi yang diberikan oleh pemerintah, tetapi rupanya subsidi itu hanya sekedar tulisan pemanis dikarungnya saja. Buktinya, harga pupuk bersubsidi inipun ternyata kini sangat mahal dan berada di luar kemampuan kami para petani sayur. Apalagi disaat harga sayuran turun seperti sekarang ini," katanya.

Harga pupuk jenis Mutiara kini Rp 8.000/kg, pupuk jenis SS harganya Rp 7.000/kg dan Ponska Rp 4.000/kg. Pupuk jenis ZA Rp 2.500/kg. "Padahal seharusnya untuk meningkatkan produksi dan mutu sayuran, semua jenis pupuk ini mestinya kami pakai, namun mau bagaimana lagi," keluh mereka.

Sebut Irul Banjar, sebelum naik BBM, pemakaian pupuk bersubsidi setiap petani bisa mencapai 10 zak sekali musim tanam. Tetapi setelah kenaikan BBM yang berimbas terhadap kenaikan harga pupuk, terpaksa para petani membeli dengan sistem eceran per kilo.

"Untuk sekarang ini, selalu petani yang menjadi sasaran. Para pedagang membeli dengan harga murah, dengan alasan bahwa harga sayur mayur di pasar menurun. Padahal kita dengar di pasaran, harga jual mereka kepada konsumen jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga beli mereka dari petani. Saat ini saja harga terus menerus turun," katanya.

Ketimun per kilogramnya hanya sekitar Rp 17.000/kg, sebelumnya Rp 20.000/kg. Harga sayur varia Rp 4.000/kg yang hingga kini tak kunjung naik. "Kami sebagai petani sayur mayur ini hanya bisa pasrah saja menghadapi fluktuasi harga pasar, karena tidak ada pilihan lain. Daripada sayuran kami tidak laku, mau tidak mau kami terpaksa menjual kepada pedagang pengumpul, walau dengan harga yang jauh lebih murah," jelasnya.

Kedua petani ini mengharapkan peran aktif pemerintah di dalam melakukan pengawasan terhadap harga pupuk bersubsidi di pasaran, agar harganya sesuai dan tetap terjangkau masyarakat. "Kalau perlu, pemerintah harus melakukan inspeksi mendadak atau pengawasan langsung kepada para distributor maupun pengecer pupuk bersubsidi," harapnya. (ck 02)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook