User ID Password  
Home   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
Ex. Bagaimana atau Android
 
Berita Terkini
E-paper
Foto Berita
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 11,660.00 11,690.00
SGD 9,351.90 9,391.95
JPY 112.19 112.81
MYR 3,688.73 3,729.64
CNY 1,896.00 1,906.45
THB 364.60 369.10
HKD 1,504.30 1,508.70
EUR 15,391.25 15,455.45
AUD 10,903.35 10,955.95
GBP 19,333.45 19,407.75
Last update: 28 Agt 2014 09:00 WIB
Infrastruktur
Rabu, 11 Sep 2013 08:09 WIB - http://mdn.biz.id/n/50024/ - Dibaca: 220 kali
PU Gandeng Poltek Negeri Jakarta untuk Pelatihan Konstruksi
MedanBisnis - Jakarta. Kementerian Pekerjaan Umum, melalui Balai Pelatihan Konstruksi dan Peralatan Jakarta, bekerja sama dengan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) melaksanakan Pelatihan Konstruksi Pelaksana Lapangan Gedung, Jalan, dan Jembatan. Pelatihan yang diikuti oleh peserta sejumlah 125 mahasiswa dan alumni PNJ ini dimaksudkan untuk menghasilkan tenaga kerja konstruksi yang kompeten dan siap pakai, terutama dalam menghadapi persaingan global.
Kepala Pusat Pembinaan Kompetensi dan Pelatihan Konstruksi (Pusbin KPK) Kementerian PU Panani Kesai pada pembukaan Pelatihan ini, Senin kemarin, mengatakan bahwa pelatihan sebaiknya diberikan sedini mungkin kepada alumni agar lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja. Selain itu kondisi saat ini dimana institusi pendidikan masih belum link dan match dengan kebutuhan pasar konstruksi, mengakibatkan adanya gap kompetensi.

Untuk itulah selain kemampuan teknis, alumni juga perlu mendapat kemampuan soft skill seperti kemampuan komunikasi, team work, manajemen, dan lain-lain. "Dengan demikian saya tidak ragu lagi bahwa kita telah siap menghadapi era pasar bebas dan siap bersaing dengan pelaku konstruksi asing," ujar Panani Kesai.

Hal tersebut memang harus jadi perhatian utama, sebab penerapan ASEAN Economic Community (AEC) pada 2015 dimana akan terjadi persaingan terbuka tenaga kerja kerja di lingkup ASEAN, sudah di depan mata. Yang harus dilakukan adalah dengan meningkatkan daya saing dan kompetensi di semua sektor yang bertumpu pada kemampuan sumber daya manusia (SDM), teknologi, dan manajemen.

Menjawab semua tantangan tersebut, langkah Kementerian PU melalui Badan Pembinaan Konstruksi antara lain: menyelenggarakan pelatihan dengan berbagai variasi model yang difokuskan pada jabatan kerja kunci seperti manajer proyek, pengawas, mandor dan tukang; perluasan kerja sama pelatihan dengan berbagai pihak, salah satunya seperti dengan institusi pendidikan yang dilaksanakan dengan PNJ ini; mendorong tumbuhnya lembaga pelatihan di daerah untuk menyelenggarakan pelatihan dan uji kompetensi; serta penyetaraan kompetensi regional melalui Mutual Recognition Arrangement (MRA).

"Saat ini sedang disiapkan juga langkah program pemagangan di perusahaan konstruksi agar kompetensi fresh graduate dari program pendidikan bidang konstruksi semakin terasah," ungkap Panani Kesai. Hal tersebut dilakukan juga untuk mengurangi kecenderungan semakin banyak lulusan bidang konstruksi justru berkecimpung di dunia selain sektor konstruksi.

Penyelenggaraan Pelatihan ini dilaksanakan mulai 9 sampai 14 September 2013 di Kampus Politeknik Negeri Jakarta, komplek Universitas Indonesia Depok. Seluruh peserta dikelompokkan dalam tiga kelompok pelatihan yaitu, Pelaksana Lapangan Gedung sebanyak dua angkatan dengan jumlah 50 orang, Pelaksana Jalan sebanyak dua angkatan sejumlah 50 orang, dan Pelaksana Jembatan sebanyak satu angkatan dengan jumlah 25 orang.

Selain diberikan pelatihan dari instruktur yang berpengalaman, peserta juga akan diuji untuk mendapatkan sertifikat Pelatihan untuk dapat digunakan di dunia kerja nyata. Menurut Kepala Jurusan Teknik Sipil PNJ, Putra Agung Maha Agung, tanggung jawab pencetakan tenaga kerja konstruksi yang kompeten bukan hanya di pundak institusi pendidikan tetapi juga milik stakeholders, seperti Kementerian PU sebagai Pemerintah.

Untuk itulah pihaknya menyambut baik kerja sama ini. Sedangkan Direktur PNJ, Abdillah, mengharapkan kerja sama ini berlanjut dengan memorandum of understanding agar lebih mudah dimonitor dan berkelanjutan. (kpu)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!
Partisipasi Menggunakan Facebook