User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
LPPF 550 3.58%
TCID 500 3.03%
INAF 490 14.33%
Last update: 22 Mei 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
GGRM -2,250 -2.94%
UNVR -1,300 -2.67%
ITMG -575 -3.65%
Last update: 22 Mei 2017
Volume Terbesar
MYRX 826,170,880
BUMI 522,063,392
RIMO 350,266,304
Last update: 22 Mei 2017
Transaksi Tertinggi
BBRI 479,685,655,000
ASII 445,684,635,000
TLKM 422,033,268,000
Last update: 22 Mei 2017
Efek Teraktif
KOBX 26,558 Freq
PGAS 13,898 Freq
BNLI 12,233 Freq
Last update: 22 Mei 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,245.00 13,379.00
SGD 9,572.16 9,672.50
JPY 11,895.99 12,018.51
MYR 3,100.42 3,133.99
CNY 1,928.00 1,947.51
THB 388.64 392.81
HKD 1,699.45 1,716.69
EUR 14,789.37 14,943.01
AUD 9,864.88 9,966.02
GBP 16,976.12 17,149.20
Last update: 29 Mei 2017 11:10 WIB
Internasional
Sabtu, 02 Jul 2016 07:35 WIB - http://mdn.biz.id/n/243704/ - Dibaca: 159 kali
Tiongkok: Mentalitas Perang Dingin Sudah Tidak Relevan
MedanBisnis - Beijing. Presiden Tiongkok Xi Jinping menyatakan, mentalitas perang dingin yang ditunjukkan dengan konsolidasi dan pengembangan aliansi militer adalah bentuk mentalitas perang dingin yang tidak relevan lagi saat ini.
"Tiongkok sangat menentang segala bentuk mentalitas perang dingin," kata Presiden Xi dalam pidatonya pada peringatan 95 tahun kelahiran Partai Komunis Tiongkok (PKT) di Balai Agung Rakyat, Beijing, Jumat.

Beberapa waktu lalu, Tiongkok menilai penguatan hubungan militer Amerika Serikat dan Filipina, termasuk dengan patroli bersama di Laut China Selatan, mencerminkan mentalitas perang dingin.

Presiden Xi menekankan, "Kami meyakini setiap konsolidasi dan pengembangan aliansi militer adalah manifestasi mentalitas perang dingin, yang tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini, yang mementingkan perdamaian, pembangunan, kerja sama, dan tidak kondusif dalam meningkatkan rasa saling percaya dan kerja sama antara negara-negara di kawasan ini.

" Tiongkok, tambah Presiden Xi, tidak akan ikut campur urusan dalam negeri negara lain, atau mengakali negara-negara kecil. Tiongkok tidak akan mengganggu kepentingan dan hak negara lain.

"Namun, kami juga tidak akan tinggal diam jika ada negara atau pihak lain yang mengancam keamanan, kedaulatan dan keutuhan negara Tiongkok, yang mengancam legitimasi serta kepentingan Tiongkok. Kami tidak akan tinggal diam," katanya.

Di hadapan sekitar 3.000 orang yang hadiri dalam peringatan itu, Presiden Xi menegaskan Tiongkok berkomitmen dengan kebangkitan damainya. Kebangkitan damai Tiongkok akan memberikan keuntungan bagi semua pihak.

"Namun, Tiongkok tidak akan tinggal diam jika kepentingan, dan kedaulatannya diganggu," ujarnya.

Dalam pidatonya selama sekitar dua jam tersebut, Presiden Xi Jinping juga menegaskan posisinya terhadap Hong Kong, Makau dan Taiwan.

Ia mengatakan Tiongkok tetap akan menerapkan kebijakan "satu negara, dua sistem" bagi Hong Kong dan Makau dalam kerangka sebagai wilayah otonomi khusus. "Masyarakat Hong Kong, yang mengatur Hong Kong. Begitupun masyarakat Makau," katanya.

Sedangkan untuk Taiwan, lanjut Presiden Xi, Beijing tetap menilai gerakan Taiwan Merdeka, sebagai gerakan separatis. Tiongkok dan Taiwan harus memegang teguh Konsensus 1992.

Konsensus 1992, sebuah kesepakatan Taiwan-Tiongkok mengenai prinsip Satu Tiongkok tanpa interpretasi lebih lanjut. "Dengan memegang teguh konsensus tersebut, maka perdamaian akan dapat berjalan makin baik di masa datang," kata Xi Jinping.

Pemerintah Tiongkok pada Sabtu (25/6) mengatakan pihaknya telah menghentikan mekanisme komunikasi dengan Taiwan karena penolakan dari pemerintah negara pulau itu untuk mengakui kebijakan Satu Tiongkok atau One China Policy.

Beijing yang menganggap Taiwan sebagai provinsinya memiliki kecurigaan mendalam terhadap presiden baru Taiwan, Tsai Ing-wen. Tiongkok mencurigai presiden yang baru menjabat sejak bulan lalu itu, akan menuntut kemerdekaan secara resmi dari Beijing. (ant)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!