User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Efek Pencetak Laba (RPH)
GGRM 1,450 2.25%
UNTR 1,300 4.89%
BBCA 600 3.45%
Last update: 26 Apr 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
IBST -510 -18.41%
RDTX -400 -5.56%
PLIN -200 -5.06%
Last update: 26 Apr 2017
Volume Terbesar
BUMI 1,503,310,976
MYRX 1,334,510,336
DEWA 309,301,792
Last update: 26 Apr 2017
Transaksi Tertinggi
BMRI 949,101,395,000
BUMI 650,695,946,200
TLKM 455,915,436,000
Last update: 26 Apr 2017
Efek Teraktif
BUMI 20,342 Freq
JPRS 7,895 Freq
KICI 6,856 Freq
Last update: 26 Apr 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,233.00 13,365.00
SGD 9,479.91 9,580.65
JPY 11,895.90 12,015.64
MYR 3,045.57 3,079.49
CNY 1,920.72 1,939.88
THB 383.68 387.73
HKD 1,700.48 1,717.78
EUR 14,443.82 14,589.23
AUD 9,891.67 9,991.67
GBP 17,009.70 17,187.39
Last update: 27 Apr 2017 11:15 WIB
Teknologi Informasi
Jumat, 30 Des 2016 09:50 WIB - http://mdn.biz.id/n/275972/ - Dibaca: 138 kali
Safety Check Facebook Blunder Sebarkan Hoax
Safety Check Facebook Blunder Sebarkan Hoax
MedanBisnis - Jakarta. Facebook mengaktifkan safety check-nya di Bangkok, Thailand pada 26 Desember lalu, karena mengira ada sebuah ledakan di Goverment House, tempat Perdana Menteri Thailand berkantor.
Seorang juru bicara Facebook menyebarkan kabar yang berisi seorang pria melakukan protes dengan melemparkan 'bom ping-pong' atau kembang api besar ke arah Goverment House, demikian dikutip dari The Guardian, Rabu (28/12).

Namun aktivasi safety check Facebook itu didasarkan pada informasi yang berasal dari situs kabar bohong, bukan situs berita resmi. Seorang jurnalis lokal bernama Saksith Saiyasombut menyebut Facebook pada 26 Desember mempromosikan sebuah artikel dari situs BangkokInformer, yang dikaitkan terhadap aktivasi safety check tersebut.

Dalam artikel di situs kabar bohong itu juga dipajang sebuah video yang menggambarkan pemboman tersebut. Padahal video itu adalah rekaman pemboman sebuah kuil bernama Erawan Shrine pada 17 Agustus 2015.

"Tidak, tidak ada ledakan besar di Bangkok pada Selasa malam lalu," tulis sebuah koran lokal bernama Khaosod English untuk mengklarifikasi kabar bohong tersebut. Facebook sendiri merasa tak ada yang salah dan tak meminta maaf atas kejadian tersebut.

"Seperti yang terjadi pada aktivasi safety check lainnya, Facebook bergantung pada pihak ketiga yang terpercaya untuk mengkonfirmasi insiden, baru kemudian kepada komunitas untuk menggunakan alat ini dan membagikannya ke teman dan keluarga," ujar juru bicara Facebook dalam pernyataannya.

Safety check adalah sebuah fitur Facebook yang membuat penggunanya bisa melaporkan bagaimana kondisinya saat terjadi sebuah krisis atau bencana. Fitur ini pertama hadir pada Oktober 2014, dan saat itu hanya digunakan pada saat bencana alam, namun pada November 2015 pertama digunakan pada tragedi serangan di Paris, Prancis. (int)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!