User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
TPIA 1,025 4.09%
PLIN 680 16.19%
MAPB 630 25%
Last update: 22 Jun 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
ITMG -550 -3.08%
RDTX -325 -4.71%
INTP -250 -1.34%
Last update: 22 Jun 2017
Volume Terbesar
MYRX 765,811,584
IIKP 237,799,504
BUMI 234,360,992
Last update: 22 Jun 2017
Transaksi Tertinggi
BMRI 445,433,070,000
ASII 406,870,680,000
BBRI 393,311,260,000
Last update: 22 Jun 2017
Efek Teraktif
HOKI 9,692 Freq
PGAS 7,631 Freq
HOKI-W 7,008 Freq
Last update: 22 Jun 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,252.00 13,386.00
SGD 9,540.68 9,640.62
JPY 11,938.74 12,062.72
MYR 3,092.65 3,126.84
CNY 1,943.19 1,962.84
THB 390.22 394.40
HKD 1,699.04 1,716.31
EUR 14,798.51 14,950.82
AUD 9,997.31 10,105.09
GBP 16,781.01 16,954.71
Last update: 23 Jun 2017 11:05 WIB
Nasional
Selasa, 10 Jan 2017 07:18 WIB - http://mdn.biz.id/n/277446/ - Dibaca: 129 kali
KPK Segera Selesaikan Utang Kasus 2016
MedanBisnis - Jakarta. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengaku masih banyak utang penanganan kasus yang belum diselesaikan pada 2016. Dia pun berjanji penanganan kasus itu segera diselesaikan.
"Itu utang kami. Semoga dalam kepemimpinan kami, kami bisa selesaikan," kata Agus, di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (9/1).

Hal itu disampaikan Agus dalam konferensi pers 'Capaian dan Kinerja KPK 2016', di auditorium KPK. Agus pun menyebut tunggakan penyelidikan dan penyidikan sejumlah kasus itu karena ada beberapa hambatan yang dihadapi. Hambatan pertama, ada beberapa kasus korupsi yang perhitungan nominal kerugian negaranya belum mencapai tahap finalisasi.

"Masalah alasannya karena matangnya kasus itu dikirim ke penuntutan. Contoh kasus Pelindo ya, sampai sekarang kita belum bisa final menentukan kerugian negara. Jadi itu kasus terus terang ditentukan pimpinan yang lama, terus terang sampai hari ini kami belum bisa memfinalkan," kata Agus.

Untuk menanganinya, Agus menyebut penyelidik KPK harus bolak-balik Indonesia-China untuk mengumpulkan data dari perusahaan crane di sana yang bekerja sama dengan PT Pelindo II.

"Masih digali terus perhitungan-perhitungannya. Kita masih mengirim beberapa penyelidik ke RRC. Itu masalah utamanya, kita belum sampai final menghitung kerugian negara," ucap dia.

Hambatan kedua yang dihadapi adalah kurangnya tenaga penyelidik dan penyidik. Ini sebenarnya masalah klasik yang sering dihadapi KPK.
"Kemudian jadi tertunda di kasus sebelumnya. Misalkan kasus (korupsi pembangunan gedung) IPDN, itu sebenarnya masalah penyidiknya harus merangkap beberapa kasus," ujar Agus.

Untuk mengatasinya, Agus berharap pada rencana perekrutan pegawai baru di tahun ini. Dengan bertambahnya tenaga KPK, Agus meyakini KPK dapat meningkatkan kecepatan dalam mengusut tuntas kasus-kasus korupsi. Pada 2016, jumlah total pegawai KPK sebanyak 1.124 orang, termasuk 139 penyelidik, 96 penyidik, dan 80 penuntut umum.

Cetak Sejarah
Terkait operasi tangkap tangan (OTT), KPK mencetak sejarah. Tercatat, ada 17 OTT yang dilakukan KPK sepanjang 2016.

"Di antara kasus-kasus yang ditangani tersebut, terdapat 17 kasus yang merupakan hasil OTT. Kegiatan OTT yang dilakukan pada tahun 2016 merupakan jumlah OTT terbanyak sepanjang sejarah KPK berdiri," ucapnya.
Dari OTT itu, KPK menetapkan 56 orang sebagai tersangka. Para tersangka itu berasal dari berbagai profesi.

"Dari operasi tersebut, KPK telah menetapkan 56 tersangka dengan beragam profil tersangka, mulai dari aparat penegak hukum, anggota legislatif, hingga kepala daerah. Jumlah tersebut belum termasuk tersangka yang ditetapkan dari hasil pengembangan perkara," ujar Agus.

Agus menyebut, banyaknya OTT itu menunjukkan adanya partisipasi masyarakat yang aktif melaporkan adanya tindak pidana korupsi di daerahnya.

"Hal ini setidaknya menunjukkan bahwa partisipasi dan keberanian masyarakat telah meningkat dalam melaporkan tindak pidana korupsi yang akan terjadi, serta respons cepat KPK dalam menindaklanjuti setiap laporan," ujar Agus. (dcn)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Automatic Gate Kualitas Eropa Automatic Gate Merek NICE
Pemasangan Sectional Door, hubungi kami sekarang juga. Sectional door kami merupakan produk buatan eropa.
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!