User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
SILO 775 5.81%
GGRM 625 0.98%
ASII 575 6.71%
Last update: 21 Apr 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
ITMG -900 -4.57%
UNTR -475 -1.73%
AALI -300 -2.03%
Last update: 21 Apr 2017
Volume Terbesar
MYRX 2,029,194,240
RIMO 313,317,312
TLKM 237,062,096
Last update: 21 Apr 2017
Transaksi Tertinggi
TLKM 1,021,424,017,000
ASII 658,768,557,500
BBNI 334,047,595,000
Last update: 21 Apr 2017
Efek Teraktif
BUMI BANK PERMATA TBK. Freq
SRIL TELEKOMUNIKASI INDONESIA (PERSERO) TBK. Freq
MLPL ASTRA INTERNATIONAL TBK. Freq
Last update: 21 Apr 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,253.00 13,387.00
SGD 9,481.33 9,578.56
JPY 12,130.89 12,254.67
MYR 3,015.82 3,048.39
CNY 1,925.66 1,945.13
THB 384.93 389.04
HKD 1,704.54 1,721.80
EUR 14,200.59 14,345.51
AUD 9,976.86 10,083.09
GBP 16,963.84 17,136.70
Last update: 21 Apr 2017 11:01 WIB
Umum
Rabu, 11 Jan 2017 06:30 WIB - http://mdn.biz.id/n/277596/ - Dibaca: 88 kali
Kasus E-KTP
Setya Novanto Dikonfirmasi soal Beberapa Pertemuan
MedanBisnis - Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami sejumlah pertemuan yang diduga dilakukan Ketua DPR Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (E-KTP). Novanto diperiksa selama 4 jam di Gedung KPK Jakarta, Selasa (10/1).
"Setya Novanto dikonfirmasi soal sejumlah pertemuan yang diduga dihadiri saksi di sejumlah tempat di Jakarta," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Menurut Febri, penyidik KPK mendapat informasi bahwa Novanto pernah mengikuti beberapa pertemuan terkait pembahasan proyek e-KTP. Pertemuan itu dilakukan di Kantor Novanto di DPR RI dan di beberapa hotel.

Dalam pemeriksaan, Novanto dikonfrontir oleh salah satu saksi yang juga dipanggil oleh penyidik. Namun, Febri tidak menyebutkan identitas saksi yang dipertemukan dengan Novanto.

Penyidik KPK juga memanggil mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Anas lalu sedikit berkomentar soal pemeriksaannya dan tudingan Nazaruddin kepada dirinya yang disebut ikut membahas proyek e-KTP dan mendapat keuntungan.

Dia membantah hal tersebut. "Hal-hal yang dikonfirmasilah. Hal-hal yang saya tidak tahu, ya saya jelaskan bahwa saya tidak tahu. Kalau itu kan jelas tidak benar, to. Kalau keterangan dia sejauh menyangkut saya jelas sangat tidak kredibel," ujarnya.

KPK juga memanggil beberapa pihak swasta yang diduga mengetahui dan terkait dalam proyek pengadaan e-KTP.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Irman sebagai tersangka.
Mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Sugiharto, juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut KPK, proyek pengadaan KTP elektronik tersebut senilai Rp 6 triliun. Namun, terdapat kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp 2 triliun. (dcn/kcm)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!