User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
TPIA 1,025 4.09%
PLIN 680 16.19%
MAPB 630 25%
Last update: 22 Jun 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
ITMG -550 -3.08%
RDTX -325 -4.71%
INTP -250 -1.34%
Last update: 22 Jun 2017
Volume Terbesar
MYRX 765,811,584
IIKP 237,799,504
BUMI 234,360,992
Last update: 22 Jun 2017
Transaksi Tertinggi
BMRI 445,433,070,000
ASII 406,870,680,000
BBRI 393,311,260,000
Last update: 22 Jun 2017
Efek Teraktif
HOKI 9,692 Freq
PGAS 7,631 Freq
HOKI-W 7,008 Freq
Last update: 22 Jun 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,252.00 13,386.00
SGD 9,540.68 9,640.62
JPY 11,938.74 12,062.72
MYR 3,092.65 3,126.84
CNY 1,943.19 1,962.84
THB 390.22 394.40
HKD 1,699.04 1,716.31
EUR 14,798.51 14,950.82
AUD 9,997.31 10,105.09
GBP 16,781.01 16,954.71
Last update: 23 Jun 2017 11:05 WIB
Metropolitan
Rabu, 11 Jan 2017 06:34 WIB - http://mdn.biz.id/n/277605/ - Dibaca: 145 kali
Hipertensi Picu Jantung, Stroke dan Ginjal
MedanBisnis - Medan. Hipertensi atau darah tinggi menjadi salah satu pemicu terjadinya penyakit jantung, stroke hingga ginjal. Persentase hipertensi ini di Indonesia diperkirakan 20%.
Prof Harun Rasyid SpPD-KGH, menjelaskan, 60% dari 100 orang berusia 50 tahun mengalami hipertensi. Hipertensi ini ternyata merambah di kalangan usia produktif dengan persentase 15% dari 100 orang anak SMA kelas 3.

Sedangkan untuk usia 30 tahun, diprediksi 18 orang dari 100 orang akan mengalami hipertensi. "Orang di usia lanjut lebih berisiko dibanding yang masih muda, tetapi saat ini tidak sedikit yang masih mudah menderita penyakit darah tinggi karena kesehatan tubuhnya tidak dijaga dengan baik," ujarnya, Selasa (10/1).

Menurut Harun, hipertensi mengakibatkan penyakit jantung, stroke dan ginjal dan yang terbanyak di Indonesia menyebabkan orang menjalani cuci darah. "Penderita hipertensi hampir sama dialami pria dan wanita. Dari anak anak juga bisa dibawa sejak lahir. Semakin bertambah usia, maka bisa semakin besar kemungkinan mengalami hipertensi," katanya.

Jadi, menurut Harun, untuk mengatasi penyakit ini dengan mengonsumsi obat dan terus melakukan kontrol ke dokter. "Hipertensi memerlukan penanganan yang baik dan serius karena tanpa gejala yang jelas. Untuk itu, disarankan agar mengurangi konsumsi garam," pintanya.

Kasubbag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan Edison Perangin-angin menyebut dari Januari sampai Oktober 2016, dari 10 penyakit terbesar di Rawat Inap, Esensial (Primary) hipertensi menduduki peringkat pertama sebanyak 1.351 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 186 orang meninggal dan sisanya masih menjalani rawat jalan.

Dirincikannya, bulan Januari yang menjalani rawat inap sebanyak 141 orang, Februari sebayak 122 pasien, Maret sebanyak 134 pasien, April sebanyak 108 pasien, Mei sebanyak 134 pasien, Juni sebanyak 146 pasien, Juli sebanyak 118 pasien, Agustus sebanyak 133 pasien, September sebanyak 109 pasien, Oktober sebanyak 103 pasien dan November sebanyak 103 pasien. (ledi munthe)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Automatic Gate Kualitas Eropa Automatic Gate Merek NICE
Pemasangan Sectional Door, hubungi kami sekarang juga. Sectional door kami merupakan produk buatan eropa.
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!