User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
UNTR 825 3.75%
BRAM 800 12.9%
UNVR 800 1.94%
Last update: 24 Jan 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
PTBA -400 -3.42%
ITMG -325 -2.15%
BLTZ -200 -2.5%
Last update: 24 Jan 2017
Volume Terbesar
ENRG 5,616,708,096
MYRX 1,236,487,936
BUMI 1,192,319,872
Last update: 24 Jan 2017
Transaksi Tertinggi
BUMI 561,502,486,528
TLKM 444,253,732,864
ENRG 338,556,157,952
Last update: 24 Jan 2017
Efek Teraktif
ENRG 25,121 Freq
BUMI 13,346 Freq
LMAS 12,454 Freq
Last update: 24 Jan 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,263.00 13,397.00
SGD 9,361.90 9,457.82
JPY 11,750.69 11,877.83
MYR 2,989.86 3,022.11
CNY 1,940.99 1,960.60
THB 376.68 380.70
HKD 1,709.83 1,727.13
EUR 14,273.64 14,423.21
AUD 10,078.55 10,193.78
GBP 16,633.13 16,803.86
Last update: 24 Jan 2017 11:03 WIB
Metropolitan
Rabu, 11 Jan 2017 06:34 WIB - http://mdn.biz.id/n/277605/ - Dibaca: 70 kali
Hipertensi Picu Jantung, Stroke dan Ginjal
MedanBisnis - Medan. Hipertensi atau darah tinggi menjadi salah satu pemicu terjadinya penyakit jantung, stroke hingga ginjal. Persentase hipertensi ini di Indonesia diperkirakan 20%.
Prof Harun Rasyid SpPD-KGH, menjelaskan, 60% dari 100 orang berusia 50 tahun mengalami hipertensi. Hipertensi ini ternyata merambah di kalangan usia produktif dengan persentase 15% dari 100 orang anak SMA kelas 3.

Sedangkan untuk usia 30 tahun, diprediksi 18 orang dari 100 orang akan mengalami hipertensi. "Orang di usia lanjut lebih berisiko dibanding yang masih muda, tetapi saat ini tidak sedikit yang masih mudah menderita penyakit darah tinggi karena kesehatan tubuhnya tidak dijaga dengan baik," ujarnya, Selasa (10/1).

Menurut Harun, hipertensi mengakibatkan penyakit jantung, stroke dan ginjal dan yang terbanyak di Indonesia menyebabkan orang menjalani cuci darah. "Penderita hipertensi hampir sama dialami pria dan wanita. Dari anak anak juga bisa dibawa sejak lahir. Semakin bertambah usia, maka bisa semakin besar kemungkinan mengalami hipertensi," katanya.

Jadi, menurut Harun, untuk mengatasi penyakit ini dengan mengonsumsi obat dan terus melakukan kontrol ke dokter. "Hipertensi memerlukan penanganan yang baik dan serius karena tanpa gejala yang jelas. Untuk itu, disarankan agar mengurangi konsumsi garam," pintanya.

Kasubbag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan Edison Perangin-angin menyebut dari Januari sampai Oktober 2016, dari 10 penyakit terbesar di Rawat Inap, Esensial (Primary) hipertensi menduduki peringkat pertama sebanyak 1.351 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 186 orang meninggal dan sisanya masih menjalani rawat jalan.

Dirincikannya, bulan Januari yang menjalani rawat inap sebanyak 141 orang, Februari sebayak 122 pasien, Maret sebanyak 134 pasien, April sebanyak 108 pasien, Mei sebanyak 134 pasien, Juni sebanyak 146 pasien, Juli sebanyak 118 pasien, Agustus sebanyak 133 pasien, September sebanyak 109 pasien, Oktober sebanyak 103 pasien dan November sebanyak 103 pasien. (ledi munthe)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!