User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
LPPF 550 3.58%
TCID 500 3.03%
INAF 490 14.33%
Last update: 22 Mei 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
GGRM -2,250 -2.94%
UNVR -1,300 -2.67%
ITMG -575 -3.65%
Last update: 22 Mei 2017
Volume Terbesar
MYRX 826,170,880
BUMI 522,063,392
RIMO 350,266,304
Last update: 22 Mei 2017
Transaksi Tertinggi
BBRI 479,685,655,000
ASII 445,684,635,000
TLKM 422,033,268,000
Last update: 22 Mei 2017
Efek Teraktif
KOBX 26,558 Freq
PGAS 13,898 Freq
BNLI 12,233 Freq
Last update: 22 Mei 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,229.00 13,361.00
SGD 9,544.04 9,640.67
JPY 11,847.57 11,971.15
MYR 3,090.89 3,125.38
CNY 1,925.67 1,944.89
THB 387.83 391.93
HKD 1,697.57 1,714.53
EUR 14,808.54 14,957.64
AUD 9,827.82 9,932.57
GBP 17,042.92 17,216.98
Last update: 26 Mei 2017 11:23 WIB
Ekonomi
Rabu, 11 Jan 2017 06:42 WIB - http://mdn.biz.id/n/277624/ - Dibaca: 105 kali
PPN Rokok Naik Jadi 9,1%
MedanBisnis - Jakarta. Kementerian Keuangan menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas Penyerahan Hasil Tembakau, dari 8,7% menjadi 9,1%. Kenaikan PPN rokok ini dilakukan untuk menyamakan dengan produk lainnya.
Kenaikan ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 207/PMK.010/2016, sebagai perubahan atas PMK nomor 174/PMK.03/2015 tentang cara penghitungan dan pemungutan PPN atas Penyerahan Hasil Tembakau.

Atas diterbitkannya PMK tersebut, PPN atas penyeragan hasil tembakau naik dari 8,7% menjadi 9,1%. Berdasarkan PMK tersebut, tarif PPN rokok 9,1% berlaku sejak 1 Januari 2017.

Selama ini, tarif PPN rokok masih jauh berada di bawah PPN produk makanan dan minuman dan lainnya di level 10%. "Kan biasanya PPN itu 10%, dengan cara pajak masukan dan pajak keluaran.

Tapi kan untuk rokok dikenakan secara final di produsen," tutur Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Nazara di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (10/1).

Suahasil mengatakan selama ini penetapan PPN rokok hanya dititikberatkan pada produsen saja. Padahal, seharusnya pengenaan PPN rokok menggunakan mekanisme pajak masukan dan pajak keluaran tarifnya bisa mencapai 10%.

"Kalau dia tidak mengikuti sistem pajak masukan dan keluaran, hanya diambil di ujung, di produsen, tidak pajak masukan dan keluaran lagi itu ratenya yang setara dengan 10% di sistem pajak masukan dan keluaran ratenya itu 9,1%," ujar Suahasil.

Kenaikan PPN rokok ini, lanjut Suahasil, tidak akan berpengaruh terhadap kenaikan indlasi. Kenaikan tarif PPN rokok dinilai cukup kecil hanya 0,4%. "Tidak (berdampak ke inflasi), kecil ah. Itu kan dari 8,7% ke 9,1% naik 0,4%," kata Suahasil. (dtf)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!