User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
TCID 1,200 7.84%
FORZ-W 327 32700%
INKP 240 13.04%
Last update: 28 Apr 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
UNVR -1,250 -2.73%
JECC -700 -11.48%
ITMG -500 -2.55%
Last update: 28 Apr 2017
Volume Terbesar
MYRX 1,336,184,960
BUMI 482,200,512
BIPI 435,902,912
Last update: 28 Apr 2017
Transaksi Tertinggi
TLKM 547,736,630,000
ASII 261,678,960,000
INDY 248,406,638,000
Last update: 28 Apr 2017
Efek Teraktif
INDY 13,026 Freq
BUMI 8,233 Freq
DOID 6,268 Freq
Last update: 28 Apr 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,260.00 13,394.00
SGD 9,496.53 9,594.56
JPY 11,929.82 12,051.47
MYR 3,048.28 3,081.21
CNY 1,923.66 1,943.10
THB 382.90 386.89
HKD 1,704.37 1,721.82
EUR 14,410.97 14,561.96
AUD 9,902.57 10,009.34
GBP 17,114.68 17,292.99
Last update: 28 Apr 2017 11:10 WIB
Wacana
Rabu, 11 Jan 2017 07:22 WIB - http://mdn.biz.id/n/277669/ - Dibaca: 300 kali
Menyoal Kesehatan Masyarakat Terkait PTM
Seiring dengan perkembangan zaman yang begitu pesat, tampaknya perihal gaya hidup juga tak kalah pesatnya mengalami perubahan. Instant life style, sebuah gaya hidup yang saat ini hampir semua orang menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mendamba pada semua hal yang serba instan, baik dari segi aktivitas fisik, konsumsi makanan dan hal lainnya.
Gaya hidup seperti itu tentunya memberikan pengaruh besar terhadap tubuh, khususnya kesehatan tubuh, karena segala hal yang berbau instan akan mengurangi aktivitas fisik yang seharusnya baik untuk tubuh.

Dengan berbagai alasan dan penyebab pendambaan terhadap hal-hal yang instan tersebut akhirnya kesehatan tak lagi menjadi hal utama yang dipentingkan.

Pengabaian terhadap kesehatan memang tidak memberikan dampak serius secara langsung atau dalam waktu cepat, karena efeknya membutuhkan waktu untuk berakumulasi dalam tubuh hingga pada akhirnya hal-hal tidak terduga dan tentunya tidak diinginkan akan timbul, tak lain dan tak bukan ialah penyakit.

Ada banyak penyakit yang bisa timbul dan menjadi beban kehidupan, salah satunya yang ternyata menjadi penyumbang terbesar kematian adalah penyakit-penyakit dari keluarga penyakit tidak menular (PTM).

PTM juga dikenal sebagai penyakit kronis, tidak ditularkan dari orang ke orang yang umumnya timbul akibat gaya hidup yang tidak sehat. Empat jenis PTM menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) adalah kardiovaskular (seperti serangan jantung dan stroke), kanker, pernapasan kronis (seperti penyakit obstruksi paru kronis dan asma) dan diabetes.

PTM merupakan penyakit yang sangat sulit terdeteksi karena seringkali tidak menimbulkan gejala, tanda atau keluhan yang berarti. Biasanya ditemukan dalam tahap yang sudah lanjut sehingga sulit untuk disembuhkan dan berakhir dengan kecacatan atau bahkan kematian.

Taraf Mengkhawatirkan
Saat ini, PTM ternyata menjadi penyebab kematian utama sebesar 36 juta (63%) dari seluruh kasus kematian yang terjadi di dunia, di mana sekitar 29 juta (80%) justru terjadi di negara yang sedang berkembang (WHO, 2010).

Peningkatan kematian akibat PTM pada masa akan datang diproyeksikan akan terus terjadi sebesar 15% (44 juta kematian) dengan rentang waktu 2010-2020.

Keadaan ini timbul akibat perubahan perilaku manusia dan keadaan lingkungan yang saat ini cenderung tidak sehat, khususnya di negara-negara berkembang, salah satunya Indonesia.

Dalam kurun waktu 1995-2007, kematian akibat PTM mengalami peningkatan dari 41,7% menjadi 59,5%. Menurut laporan WHO secara global, penyakit bergeser dari penyakit menular ke PTM, dengan kondisi kronis seperti contohnya penyakit jantung dan pembulu darah (PJPD) yang saat ini menjadi penyebab utama kematian.

Pergeseran tren kesehatan menunjukkan bahwa penyakit menular terkemuka, seperti diare, HIV, tb, infeksi neonatal dan malaria akan menjadi penyebab kurang penting kematian secara global selama 20 tahun ke depan.

Peningkatan prevalensi PTM tersebut sudah pasti berdampak terhadap peningkatan beban pembiayaan kesehatan yang harus di tanggung oleh masyarakat dan negara. Penyandang PTM memerlukan biaya yang sangat mahal, terlebih jika kondisinya telah masuk pada tahap komplikasi dan terus berkembang sampai menahun.

Pencegahan Serius
Tentu besarnya angka-angka di atas bukanlah sesuatu yang layak diabaikan atau bahkan hal yang dapat dilupakan begitu saja. Fakta ini merupakan sebuah ancaman yang cukup besar terhadap kehidupan penduduk bumi dan Indonesia untuk saat ini dan masa mendatang.

Pada intinya hal-hal terkait PTM harus dipikirkan secara sangat serius saat ini juga baik oleh pemerintah (tidak hanya Kementerian Kesehatan) maupun masyarakat keseluruhan, karena segala hal yang berkaitan dengan kualitas hidup adalah sesuatu yang harus diutamakan.

PTM dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risikonya yaitu merokok, mengonsumsi makanan tidak sehat, kurang aktivitas fisik dan konsumsi minuman beralkohol.

Pengendalian faktor risiko PTM merupakan upaya untuk mencegah PTM bagi masyarakat sehat, masyarakat yang memiliki risiko dan bagi penyandang PTM, dengan tujuan bagi yang belum memiliki faktor risiko agar tidak timbul faktor risiko PTM.

Kemudian, bagi yang memiliki faktor risiko diupayakan agar kondisi faktor risiko PTM menjadi normal kembali dan atau mencegah terjadinya PTM dan bagi yang sudah menyandang PTM diupayakan agar komplikasi, kecacatan bahkan kematian dini tidak terjadi, serta dapat meningkatkan kualitas hidup.

Mencegah dan mengendalikan faktor risiko relatif lebih murah bila dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan dan rehabilitasi penyandang PTM. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan sudah menjalankan empat agenda prioritas, salah satunya penurunan prevalensi penyakit akibat infeksi dan pencegahan PTM melalui perubahan perilaku keluarga dan masyarakat khususnya dalam pengenalan dini terhadap risiko penyakit.

Tentunya ini merupakan suatu langkah yang sangat revolusioner dari seluruh perangkat Kementerian Kesehatan, di mana dalam pembangunan kesehatan dan peningkatan kualitas hidup manusia penguatan promotif dan preventif serta pemberdayaan masyarakat adalah hal yang menjadi prioritas, dibanding dengan yang diterapkan sebelumnya yaitu dominan kuratif (fokus pada masalah klinis/pengobatan).

Kesehatan adalah hal terpenting yang tak dapat dibeli dengan uang. Sebagai masyarakat yang bertanggung jawab dan berkeinginan hidup sehat saat ini dan nanti, mari membantu pemerintah mengurangi dan menyelesaikan masalah terkait PTM. Ubah gaya hidup instan dengan gaya hidup yang lebih baik.

Segera tekan faktor risiko PTM dan junjung tinggi budaya preventif mulai sekarang, karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

(Oleh: Bintang Kasih. S) Penulis mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!