User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
LPPF 550 3.58%
TCID 500 3.03%
INAF 490 14.33%
Last update: 22 Mei 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
GGRM -2,250 -2.94%
UNVR -1,300 -2.67%
ITMG -575 -3.65%
Last update: 22 Mei 2017
Volume Terbesar
MYRX 826,170,880
BUMI 522,063,392
RIMO 350,266,304
Last update: 22 Mei 2017
Transaksi Tertinggi
BBRI 479,685,655,000
ASII 445,684,635,000
TLKM 422,033,268,000
Last update: 22 Mei 2017
Efek Teraktif
KOBX 26,558 Freq
PGAS 13,898 Freq
BNLI 12,233 Freq
Last update: 22 Mei 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,229.00 13,361.00
SGD 9,544.04 9,640.67
JPY 11,847.57 11,971.15
MYR 3,090.89 3,125.38
CNY 1,925.67 1,944.89
THB 387.83 391.93
HKD 1,697.57 1,714.53
EUR 14,808.54 14,957.64
AUD 9,827.82 9,932.57
GBP 17,042.92 17,216.98
Last update: 26 Mei 2017 11:23 WIB
Agribisnis
Rabu, 11 Jan 2017 08:09 WIB - http://mdn.biz.id/n/277700/ - Dibaca: 236 kali
Produksi Cabai Rawit Sumut 29.526 Ton
MedanBisnis - Medan. Petani Sumatera Utara (Sumut) belum menjadikan pertanaman cabai rawit sebagai prioritas. Hampir rata-rata, pertanaman cabai di Sumut didominasi oleh cabai besar. Karena itu, produksi cabai rawit masih jauh dibandingkan cabai besar (cabai merah).
Data Dinas Pertanian Sumut, produksi cabai rawit Sumut per November 2016, hanya 29.526 ton. Sementara di periode yang sama, produksi cabai besar mencapai 156.660 ton.

"Produksi cabai rawit per bulannya di Sumut hanya 2.000 hingga 3.000 ton per bulan. Sedangkan cabai besar berkisar 12.500 hingga 16.000 ton per bulan. Ada perbedaan yang signifikan. Kemungkinan karena petani tidak menjadikannya prioritas. Karena peluang pasar cabai besar memang lebih tinggi," kata Kepala Sub Bagian Program Dinas Pertanian Sumut Marino, Selasa (10/1) di Medan.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Sumut, Dairi merupakan daerah penghasil cabai rawit tertinggi. Di mana produksinya mencapai 11.047 ton atau berkisar 32,61% dari total produksi Sumut. Setiap bulannya, Dairi bisa menghasilkan sekitar 300-600 ton cabai rawit.

Daerah penghasil cabai rawit yang produksinya di atas 1.000 ton adalah Tapanuli Utara yang produksinya mencapai 4.372 ton, Karo 3.813 ton, Humbang Hasundutan 2.623 ton dan Toba Samosir sebanyak 1.915 ton.

Dikatakan Marino, hanya enam kabupaten/kota di Sumut yang tidak melakukan pertanaman cabai rawit dan produksinya nol. Enam kabupaten/kota tersebut yakni Nias Utara, Nias Barat, Pematangsiantar, Tebingtinggi, Medan dan Binjai.

Namun ada juga kabupaten/kota yang produksinya sangat kecil. Seperti Labuhanbatu Utara yang hanya satu ton.

Kemudian Gunungsitoli dan Serdangbedagai masing-masing hanya menghasilkan 11 ton, serta Padang Sidempuan sebanyak 22 ton.

"Produksi ini memang terbilang masih sangat kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan," kata Marino.

Harga jual cabai rawit saat ini di pasar sebesar Rp 54.000 per kg. angka ini mengalami penurunan dari sebelumnya yang sempat menyentuh Rp 100.000 per kg.

"Meski sudah turun, namun masih terhitung mahal. Ini akan memicu terjadinya inflasi. Dan pastinya akan menekan daya beli masyarakat kita," kata pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benjamin.

Dikatakannya, meski petani berpeluang untuk menikmati keuntungan yang lumayan, hanya saja jika produksinya turun, kenaikan harga ini hanya mengkompensasi penurunan produktivitas tersebut.

Karena kenaikan ini juga diikuti dengan penyesuaian tarif atau harga kebutuhan lain yang dilakukan oleh pemerintah, maka dibutuhkan upaya yang ekstra agar bisa dinormalisasi.

Sehingga tidak menimbulkan masalah bagi masyarakat, pedagang maupun petani. (elvidaris simamora)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!