User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
UNTR 1,450 5.9%
UNIC 1,235 24.75%
PLIN 410 10.02%
Last update: 29 Mei 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
NIKL -925 -15.1%
GGRM -875 -1.18%
UNVR -375 -0.79%
Last update: 29 Mei 2017
Volume Terbesar
MYRX 930,247,680
RIMO 798,920,832
BUMI 416,646,208
Last update: 29 Mei 2017
Transaksi Tertinggi
BBCA 366,951,882,500
TLKM 305,574,139,000
BJBR 186,320,654,000
Last update: 29 Mei 2017
Efek Teraktif
BAPA 18,105 Freq
INPC 13,181 Freq
PKPK 9,242 Freq
Last update: 29 Mei 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,245.00 13,379.00
SGD 9,572.16 9,672.50
JPY 11,895.99 12,018.51
MYR 3,100.42 3,133.99
CNY 1,928.00 1,947.51
THB 388.64 392.81
HKD 1,699.45 1,716.69
EUR 14,789.37 14,943.01
AUD 9,864.88 9,966.02
GBP 16,976.12 17,149.20
Last update: 29 Mei 2017 11:10 WIB
Tapanuli Bisnis
Rabu, 11 Jan 2017 08:32 WIB - http://mdn.biz.id/n/277716/ - Dibaca: 172 kali
Lahan Pertanian Terendam
Petani Mengharapkan Bantuan Pemerintah
Gagal Panen Areal persawahan masyarkat di Desa Huraba Kecamatan Siabu yang terendam, sehingga mengalami gagal panen. (medanbisnis/zamharir rangkuti)
MedanBisnis - Panyabungan. Para petani di Kecamatan Siabu mengharapkan bantuan pemerintah. Sebab, ribuan hektar lahan pertanian petani terendam akibat meluapnya sungai Batang Angkola yang melintas di perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dengan Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Banyak para petani mengalami gagal panen dan petani mengalami kerugian. Petani di wilayah tersebut sangat mengharapkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madina sehingga pada musim tanam yang akan datang masyarakat dapat kembali mengusahai lahan pertanian mereka.

"Kita sangat mengaharapkan adanya bantuan dari pemerintah, sehingga pada musim tanam yang akan datang ini kita kembali dapat menanami lahan persawahan kita. Karena terus terang untuk bibit padi pada musim tanam yang akan datang ini sekarang kita sudah kebingungan untuk mendapatkannya," ujar Mangaraja salah seorang petani di Desa Huraba, Kecamatan Siabu diamini oleh sejumlah petani lainnya, Selasa (10/1).

Mangaraja mengatakan, untuk mendapatkan hasil dari lahan pertanian sudah sangat tipis, karena dalam musim tanam kali ini sejak padi ditanam hingga sekarang ini terus digenangi air, sehingga mengalami gagal panen dalam musim panen kali ini.

"Yang jelas kita sudah merugi total, karena tidak ada lagi padi yang kita harapkan dari areal persawahan kita, apalagi dalam beberapa bulan terakhir ini debit air sangat besar dari seperti biasanya," keluhnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh petani lainnya. Akibat dari tergenangnya lahan pertanian mereka para petani di wilayah tersebut mengalami kerugian yang sangat besar. Sehingga para petani yang gagal panen sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah.

"Jangankan untuk membeli bibit padi pada musim tanam yang akan datang ini, untuk makan saja kita sudah sangat kebingungan karena padi yang kita harapkan sudah tidak ada lagi akibat terendam air," keluh mereka.

Ketika disinggung tentang apakah para petani di wilayah tersebut sudah mempunyai asuransi pertaniannya, mereka mengatakan bahwa lahan pertanian mereka tidak mempunyai asuransi. Karena mereka tidak mengetahi bagaimana untuk mendaftarkannya atau mengasuransikan lahan pertaniannya.

"Areal pertanian kita tidak ada asuransinya, karena kita tidak mengerti mengenai bagaimana mengasuransikan lahan pertanian kita. Lagi pula bagaimana kita mengasuransikannya sementara untuk makan saja kita pas-pasan," keluh mereka.

Wakil Bupati Mandailing Natal H M Jakfar Sukhairi Nasution yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya terkait keluhan masyarakat tersebut mengatakan pihaknya akan mengupayakan agar para petani yang mengalami gagal panen di Kecamatan Siabu mendapatkan bantuan bibit padi.

"Kita akan mengupayakan agar para petani tesebut mendapatkan bantuan bibit padi sehingga para petani padi tersebut dapat kembali menanami areal persawahan mereka. Karena masyarakat di wilayah tersebut pada umumnya mata pencahariannya adalah bertani," ujar Sukhairi.

Pemkab Madina mengaharapkan kepada masyarakat petani yang mengalami gagal panen agar dapat bersabar untuk menghadapi ujian ini.

"Karena ini semua datangnya dari Tuhan, mari kita ambil hikmahnya saja. Saya menghimbau kepada masyarakat untuk dapat bersabar, kita akan mengupayakan agar para petani bisa dapat menanam kembali areal persawahan mereka setelah nantinya air surut," kata Sukhairi. (zamharir rangkuti)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!