User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
ITMG 675 3.52%
UNVR 650 1.53%
PLIN 610 17.48%
Last update: 24 Mar 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
JECC -975 -13.98%
GGRM -525 -0.8%
LPPF -350 -2.46%
Last update: 24 Mar 2017
Volume Terbesar
MYRX 1,728,513,408
SRIL 983,205,888
MAMI 803,876,800
Last update: 24 Mar 2017
Transaksi Tertinggi
SRIL 322,001,207,296
BMRI 301,579,650,000
TLKM 293,422,333,952
Last update: 24 Mar 2017
Efek Teraktif
SRIL 21,783 Freq
MAMI 20,137 Freq
STAR 9,553 Freq
Last update: 24 Mar 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,247.00 13,381.00
SGD 9,490.61 9,588.68
JPY 12,000.18 12,124.86
MYR 3,001.81 3,036.31
CNY 1,928.21 1,947.72
THB 384.08 388.19
HKD 1,705.53 1,722.80
EUR 14,365.05 14,515.71
AUD 10,096.86 10,201.67
GBP 16,583.92 16,753.01
Last update: 27 Mar 2017 11:06 WIB
Tapanuli Bisnis
Rabu, 11 Jan 2017 08:34 WIB - http://mdn.biz.id/n/277717/ - Dibaca: 141 kali
Jalan Pangaribuan - Garoga Dibiarkan Rusak
Masyarakat Garoga Desak Gubsu Perbaiki Jalan Rusak
JALAN GAROGA RUSAK PARAH Ruas Jalan Pangaribuan-Garoga di Desa Aek Tangga, Kecamatan Garoga, Taput rusak parah. Kerusakan jalan bahkan sudah terjadi 50 tahun lebih. Masyarakat Garoga mendesak Gubsu memperbaikinya mulai tahun 2017. (medanbisnis/benny pasaribu)
MedanBisnis - Medan. Masyarakat Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) "marah" terhadap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu). Karena jalan rusak parah di Garoga sepanjang 17 km bagian dari ruas jalan Pangaribuan-Garoga sepanjang 32 km yang merupakan jalan status provinsi, tidak kunjung diperbaiki meski sudah lama didesak memperbaikinya.
Padahal parahnya kerusakan jalan sepanjang 17 km yang berada di Desa Aek Tangga, Desa Padang Siandomang dan Desa Sibaganding itu, sudah terjadi 50 tahun lebih. Ironisnya kerusakan jalan itu dibiarkan Pemprovsu. Karenanya Gubernur Sumut (Gubsu) HT Erry Nuradi didesak memperbaikinya mulai tahun ini.

Terlebih atas pembahasan R-APBD Sumut tahun anggaran 2017 saat ini, didesak agar ditampung Pemprovsu dan DPRD Sumut mengalokasikan anggaran yang banyak untuk perbaikan jalan rusak sepanjang 17 km itu.

Hal tersebut dikatakan Kepala Desa Garoga Sibargot Pintoruli Pasaribu, Kepala Desa Aek Tangga Oloan Sormin, Kepala Desa Padang Siandomang Arifin Sormin dan Kepala Desa Sibaganding Bangkit Pasaribu bersama Camat Garoga Josua Situmeang mewakili masyarakat Garoga ketika berbincang dengan MedanBisnis, Rabu (4/1).

"Masyarakat Garoga sudah sangat menderita akibat jalan rusak ini. Hasil panen pertanian dan perkebunan tidak bisa dipasarkan, harganya rendah, harga-harga kebutuhan pokok tinggi, sehingga mayoritas masyarakat Garoga susah untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari," kata Pintoruli Pasaribu.

Desakan juga disampaikan tokoh masyarakat Garoga, antara lain Dumas Pasaribu, Pdt R Pasaribu, Monang Pasaribu, mantan anggota DPRD Taput Arifin Pasaribu dan Sobar Sipahutar. Hal senada juga didesak Ketua Fraksi PAN DPRD Taput Sahala Hutapea, anggota DPRD Taput Sahat Sibarani dan Emmy Pakpahan.

Bahkan Bishop GKPI Pdt Oloan Pasaribu MTh yang juga putra Kecamatan Garoga, juga menyayangkan tidak adanya perbaikan jalan rusak tersebut. Bishop yang pada awal Desember 2016 melintasi jalan rusak itu mendesak Gubsu dan pemerintah pusat untuk segera memperbaikinya.

"Rusaknya jalan itu membuat masyarakat Garoga menderita puluhan tahun. Saya kira pemeritah kita harus segara memperbaikinya, kita minta agar dimulai serius tahun 2017 ini," kata Oloan Pasaribu, ketika dihubungi lewat telepon seluler, Selasa (10/1).

Kennorton Pakpahan, mewakili anak rantau, mengatakan kesedihannya melintasi jalan rusak parah tersebut. "Tidak selayaknyalah jalan rusak dibiarkan begini, ini tidak adil bagi masyarakat Garoga, gubernur harus membuka mata dan hatinya melihat penderitaan masyarakat Garoga," kata Kennorton.

Ketua Forum Persatuan Generasi Muda Kecamatan Garoga (FPGMKG) Medan Benny Pasaribu bersama unsur pengurus Mardame Pasaribu, Tegas Sormin, Golfred Pasaribu dan Jefri Hutapea juga menyampaikan desakan yang sama. Menurut Benny, Pemprovsu tidak adil dan abai dengan penderitaan masyarakat Garoga.

"Pada hari Kamis 22 Desember 2016, kami unjuk rasa ke DPRD Sumut menuntut perbaikan jalan rusak itu dimulai 2017 maksimal 10 km. Kami akan aski kembali dalam waktu dekat jika tidak ada niat baik Pemprovsu dan DPRD Sumut memperbaikinya," kata Benny.

Benny menambahkan kerusakan jalan selama 50 tahun lebih itu, menyebabkan masyarakat di Kecamatan Garoga memikul beban biaya ekonomi tinggi sehingga hidup dalam kondisi keterpurukan.

Terjadi biaya logistik yang tinggi, yang sekaligus mendorong harga-harga kebutuhan pokok melambung tinggi.

Inflasi perdesaan naik signifikan tanpa terkendali. Tingginya harga-harga kebutuhan pokok, juga diikuti oleh kenaikan harga-harga peralatan pertanian.

Bahkan barang-barang apapun, semuanya harganya tinggi. Bahan bakar minyak (BBM) premium (bensin) misalnya, dijual hingga Rp 9.000 per liter.

Satu-satunya cara masyarakat bertahan hidup adalah dari sektor pertanian dan perkebunan rakyat. Namun karena kerusakan jalan sepanjang 17 km di Kecamatan Garoga bagian dari ruas Jalan Pangaribuan - Garoga itu pula, membuat keuntungan dari hasil pertanian dan perkebunan itu sangat tipis. Sebab hasil panen atau produksi dihargai rendah. (benny pasaribu)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!