User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
UNTR 825 3.75%
BRAM 800 12.9%
UNVR 800 1.94%
Last update: 24 Jan 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
PTBA -400 -3.42%
ITMG -325 -2.15%
BLTZ -200 -2.5%
Last update: 24 Jan 2017
Volume Terbesar
ENRG 5,616,708,096
MYRX 1,236,487,936
BUMI 1,192,319,872
Last update: 24 Jan 2017
Transaksi Tertinggi
BUMI 561,502,486,528
TLKM 444,253,732,864
ENRG 338,556,157,952
Last update: 24 Jan 2017
Efek Teraktif
ENRG 25,121 Freq
BUMI 13,346 Freq
LMAS 12,454 Freq
Last update: 24 Jan 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,263.00 13,397.00
SGD 9,361.90 9,457.82
JPY 11,750.69 11,877.83
MYR 2,989.86 3,022.11
CNY 1,940.99 1,960.60
THB 376.68 380.70
HKD 1,709.83 1,727.13
EUR 14,273.64 14,423.21
AUD 10,078.55 10,193.78
GBP 16,633.13 16,803.86
Last update: 24 Jan 2017 11:03 WIB
Ekonomi
Kamis, 12 Jan 2017 06:47 WIB - http://mdn.biz.id/n/277787/ - Dibaca: 59 kali
Ekspor 2017 Diproyeksikan Naik 3,2%
MedanBisnis - Jakarta. Lembaga riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan Indonesia mampu meningkatkan ekspor hingga 3,2% pada 2017 berdasarkan proyeksi pertumbuhan perekonomian global.
"Angka tersebut masih di bawah apa yang sebenarnya Indonesia bisa lakukan. Sedangkan untuk pembangunan ekonomi, Indonesia setidaknya butuh 4 sampai 5 persen pertumbuhan ekspor," kata Kepala Departemen Ekonomi CSIS, Yose Rizal Damuri, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (11/1).

Dia menjelaskan angka peningkatan ekspor sebesar 3,2% tersebut belum memasukkan faktor pengaruh kemungkinan penerapan kebijakan proteksionisme global, seperti misalnya yang kemungkinan akan dilakukan oleh Amerika Serikat.

"Kalau (proteksionisme) makin signifikan, maka angka 3,2% harus diturunkan. Mungkin 2-3% kalau proteksionisme, misalnya di AS, menjadi semakin masif," kata Yose.

Dia mengatakan satu terobosan Indonesia untuk menumbuhkan kemampuan ekspornya adalah dengan mempertahankan kapasitas ekspor di wilayah sumber tujuan ekspor utama.

Pada kenyataannya, nilai ekspor Indonesia ke negara tujuan utama justru berkurang. Misalnya, AS sebagai sebagai salah satu destinasi ekspor terbesar Indonesia berkurang dari semula 1,1 sampai 1,2% dari seluruh impor AS menjadi 0,8 sampai 0,9%.

Mencari pasar ekspor baru, kata Yose, dapat pula menjadi salah satu terobosan meningkatkan ekspor, namun hal tersebut jangan dijadikan alasan ketidakmampuan mempertahankan pasar yang lama.

"Pasar baru boleh saja, biar bagaimanapun pusat perekonomian masih ada di negara-negara lama, seperti AS, Eropa dan China," ucap dia.

Sementara peneliti di Departemen Ekonomi CSIS Haryo Aswicahyono menjelaskan, salah satu strategi ekspor yang dapat diterapkan dalam situasi proteksionisme adalah dengan aktif menjalin kerja sama biateral.

"Ketika multilateralisme melalui organisasi internasional semakin susah, maka Indonesia perlu aktif di bilateral sehingga kemudian dibutuhkan kemampuan negosiasi," ucap dia.

Haryo berharap Kementerian Perdagangan mampu meningkatkan kemampuan analisis dan pembangunan kapasitas agar negosiasi di tingkat bilateral dapat menghasilkan keuntungan ekonomi bagi Indonesia. (ant)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!