User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
GGRM 1,875 2.97%
UNTR 850 3.45%
ITMG 525 3.14%
Last update: 24 Feb 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
LPPF -575 -3.84%
CTBN -350 -6.73%
MAPI -150 -2.64%
Last update: 24 Feb 2017
Volume Terbesar
ELTY 2,500,325,120
MYRX 2,021,569,408
BUMI 948,517,632
Last update: 24 Feb 2017
Transaksi Tertinggi
BUMI 334,104,850,000
TLKM 273,757,840,000
MYRX 255,501,213,100
Last update: 24 Feb 2017
Efek Teraktif
TRAM 23,381 Freq
BUMI 12,785 Freq
BABP 12,737 Freq
Last update: 24 Feb 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,269.00 13,403.00
SGD 9,418.65 9,519.18
JPY 11,758.09 11,882.09
MYR 2,981.80 3,015.30
CNY 1,932.71 1,952.22
THB 379.33 383.38
HKD 1,709.92 1,727.24
EUR 14,027.99 14,170.99
AUD 10,221.11 10,327.01
GBP 16,640.65 16,816.74
Last update: 24 Feb 2017 11:15 WIB
Ekonomi
Kamis, 12 Jan 2017 06:49 WIB - http://mdn.biz.id/n/277788/ - Dibaca: 82 kali
Penerbangan Tiger Air Dihentikan
MedanBisnis - Jakarta. Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah menghentikan penerbangan sewa (charter) Tiger Air dari Bali menuju Australia karena tidak memenuhi aturan dari izin yang diberikan.
Kepala Bagian Kerja sama dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agoes Soebagio dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (11/1), mengatakan penerbangan sewa maskapai Tiger Airways Australia dari beberapa kota di Australia yaitu Melbourne, Perth dan Adelaide menuju Denpasar, Bali dihentikan oleh Otoritas Bandar Udara (OBU) Wilayah IV.

Dari pemeriksaan OBU Wilayah IV, pihak Tiger Airways Australia (TT) tidak mematuhi peraturan dalam izin penerbangan carter yang telah diberikan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Tiger Airways Australia tidak memenuhi aturan dalam KM 25 tahun 2008 dan PM 66 tahun 2015 yang telah diubah menjadi PM 109 tahun 2016.

Adapun kronologis peristiwa tersebut adalah, Maskapai Virgin Australia International Airlines PTY Ltd melakukan kerjasama (service agreement) dengan Tiger International Number 1 Pty Ltd, terkait penerbangan carter dari Australia ke Bali.

Pada 5 September 2016, Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara, Maryati Karma melalui surat no: AU.008/516/djpu.DAU-2016 tanggal 5 September 2016 menyetujui perpanjangan izin penerbangan carter Tiger Airways Australia untuk sektor Adelaide- Denpasar, Melbourne-Denpasar dan Perth-Denpasar yang berlaku mulai 30 Oktober 2016-25 Maret 2017.

Berdasarkan surat izin di atas, untuk pelaksanaan penerbangan tersebut agar diajukan secara subyek per subyek dengan mengisi form flight approval disertai diplomatic clearance dan security clearance serta passenger manifest (data penumpang) dan melaporkan hasil kegiatan charter flight tersebut pada kesempatan pertama kepada Ditjen Perhubungan Udara sebagai bahan evaluasi.

Dalam penerbangan charter tersebut, maskapai Tiger Airways Australia hanya dapat menurunkan penumpang ke wilayah Indonesia dan menaikkan penumpang asal penerbangan yang diturunkan pada penerbangan sebelumnya (in-bound traffic).

Selanjutnya, tidak boleh menjual tiket penerbangan di Indonesia dan menyerahkan daftar penumpang (passenger manifest) pada setiap penerbangan kepada Penyelenggara Bandar Udara atau Kantor Otoritas Bandar Udara Setempat.

Dari hasil pengawasan oleh pihak OBU Wilayan IV, dalam pelaksanaannya, penumpang memang hanya bisa memesan tiket di Australia. Namun, calon penumpang masih bisa memesan tiket satu arah penerbangan saja (one way).

"Artinya eks penumpang yang datang dengan maskapai Tiger Airways Australia ada kemungkinan tidak kembali ke Australia dengan maskapai tersebut," kata Agoes. Pihak Tiger Airways Australia menyatakan akan melakukan pengecekan terhadap hal tersebut.

Pihak OBU Wilayah IV juga meminta pihak maskapai Tiger Airways Australia menyerahkan persetujuan pelayanan atau service agreement atau charter agreement antara maskapai Virgin Australia International Airlines PTY Ltd dengan Tiger International Number 1 Pty Ltd, terkait penerbitan tiket oleh maskapai Tiger Airways Australia.

Karena pada dasarnya, maskapai Virgin Australia menyewa maskapai Tiger Airways Australia. Sehingga seharusnya maskapai Virgin Australia yang berhak menjual tiket.

Dengan adanya temuan pelanggaran tersebut, OBU Wilayah IV melakukan komunikasi dengan pihak maskapai Tiger Airways Australia untuk meminta penjelasan tentang temuan yang didapat oleh tim OBU Wilayah IV," katanya.

OBU Wilayah IV memutuskan menghentikan operasional sementara penerbangan carter Tiger Airways Australia dari tiga kota di Australia tersebut menuju Denpasar, hingga maskapai Tiger Airways Australia memberikan penjelasan resmi dan mematuhi aturan dalam izin yang telah diberikan.

Atas penghentian penerbangan tersebut, oleh OBU Wilayah IV para penumpang dialihkan ke penerbangan Virgin Australia dan sebagian lagi diinapkan di hotel. (ant )
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!