User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Efek Pencetak Laba (RPH)
BFIN 490 11.4%
IBST 470 20.43%
GGRM 300 0.47%
Last update: 25 Apr 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
EMTK -500 -4.76%
SILO -500 -3.54%
UNTR -325 -1.21%
Last update: 25 Apr 2017
Volume Terbesar
MYRX 1,142,751,488
MDRN 783,628,224
BUMI 391,714,496
Last update: 25 Apr 2017
Transaksi Tertinggi
TLKM 940,108,107,000
BBRI 498,698,050,000
BMRI 431,439,497,500
Last update: 25 Apr 2017
Efek Teraktif
BABP 15,355 Freq
SRIL 11,020 Freq
TLKM 10,399 Freq
Last update: 25 Apr 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,230.00 13,362.00
SGD 9,490.67 9,587.43
JPY 12,017.44 12,138.44
MYR 3,014.35 3,047.90
CNY 1,922.04 1,941.22
THB 384.48 388.54
HKD 1,700.23 1,717.41
EUR 14,362.49 14,507.12
AUD 9,996.59 10,101.67
GBP 16,909.26 17,079.31
Last update: 25 Apr 2017 11:21 WIB
Interaktif Bisnis
Kamis, 12 Jan 2017 08:44 WIB - http://mdn.biz.id/n/277925/ - Dibaca: 204 kali
Layakkah PDAM Tirtanadi Menaikkan Tarif Air?
Rencana Kenaikan Tarif Air Reservoir Menara Tirtanadi Jalan Sisingamangraja Medan. 5 proyek air minum yang dibangun PDAM Tirtanadi di tahun 2017 dan membutuhkan dana setidaknya Rp100 miliar menjadi alasan utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi menaikkan tarif air hingga 30% dari tarif saat ini. (medanbisnis/net)
Monang Sipayung merasa sangat tidak pas jika saat ini PDAM Tirtanadi menaikkan tarif di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit. Sangat cengeng sekali Direksi PDAM Tirtanadi kalau karena untuk investasi mereka malah mencari solusi dana dari cara menaikkan tarif. Seharusnya dana investasi itu mereka cari dari luar.
Baik itu dana pinjaman atau mereka menggandeng investor, bukan malah menaikkan tarif. Dan kalau alasannya untuk untuk menutup biaya operasional, seharusnya direksi melalukan berbagai efisiensi agar biaya operasional bisa minimal. Itulah gunanya direksi diangkat. Jadi sangat tidak tepat jika tarif air PDAM Tirtanadi dinaikkan, apalagi sampai 30%.

"Dan jika memang tarif air harus naik maka direksi PDAM Tirtanadi harus transparan hitungannya, harus jelas kenapa tarif harus naik sekian persennya dan itu harus diaudit oleh BPK. Jadi, bukan seenakhati menaikkan tarif air hingga 30%. Semua harus dipertanggungjawabkan," ujar Monang Sipayung.

Dharma Kelana Putra merasa tahun 2017 ini memang lagi musimnya untuk menaikkan harga-harga. Sayang jika momen ini terlewatkan begitu saja.

Kalau memang itu sudah tuntutan perusahaan, apa boleh buat. Kami rakyat kecil hanya bisa pasrah saja, mungkin memang itu yang terbaik buat semua.

Kami sebagai rakyat kecil juga punya perhitungan sendiri. Khususnya tentang pengeluaran biaya rumahtangga. Kami lihat dululah selama tiga bulan ini, apakah masih lebih ekonomis menggunakan PDAM Tirtanadi sebagai sumber air utama rumahtangga dibanding sumur bor. Kalau toh sumur bor lebih ekonomis, maka kami pakai sumur bor saja. Minta tolong Pak Lurah untuk membuatkan sumur bor untuk umum.

"Biar masyarakat bisa memperoleh air bersih secara gratis. Sayang kan, dapat dana pembangunan yang demikian besar cuma dipakai buat korek paret, ngecat trotoar, bikin polisi tidur, pembatas jalan, rabat beton, dan sebagainya," kata Dharma Kelana Putra.

Menurut Armin S Kaban, tak pantaslah seorang Direktur Utama memberikan alasan kenaikan tarif PDAM Tirtanadi tersebut. Alasan pertama karena adanya pembangunan proyek air minum, hal tersebutkan investasi yang sumber dananya dari tambahan modal dan laba perusahaan yang bertujuan untuk penambahan debit air (ketersediaan air bersih).

Termasuk yang tidak menjadi komponen biaya. Namun justru dapat mengurangi biaya dan menambah pendapatan karena akan menambah kesediaan sumber air untuk dijual. Alasan kedua karena sejak 2013 tidak ada kenaikan tarif adalah alasan konyol dan latah. Sebaiknya sebagai profesional, kenaikan tarif atau harga jual berdasarkan adanya peningkatan biaya operasional.

Atau pun dalam rangka peningkatan layanan. Semoga pemilik modal yaitu Pemprov Sumatera Utara dan DPRD Sumut dapat segera menanggapi dan mengevaluasi rencana kenaikan tarif dimaksud agar masyarakat pelanggan PDAM yang merupakan rakyat Sumatera Utara tidak semakin susah dan terbebani biaya ekonomi yang semakin berat.

Rafriandi Nasution menjelaskan usulan kenaikan tarif boleh-boleh saja sesuai argumentasi yang telah dikemukakan dirut PDAM Tirtanadi. Usulan tersebut akan diuji melalui tahapan sebagai berikut, 1.Usulan tersebut dibicarakan ke Badan Pengawas PDAM;
2.Disampaikan kepada Gubsu HT Erry Nuradi sebagai owner perusahaan daerah;
3.Jika Gubsu memahami dan setuju untuk diteruskan; 4.Dilanjutkan pembicaraan dengan Komisi terkait di DPRD Sumut; 5.Jika rapat PDAM dengan Komisi C DPRD Sumut setuju atas kenaikan tarif dan lainnya. diteruskan ke paripurna Dewan untuk dimintai persetujuan fraksi-fraksi dan pengesahan pimpinan dewan.
7. jika sudah selesai diparipurnakan dan dijadikan peraturan daerah, maka gubernur akan membuat pengesahan pemberlakuan perda tersebut untuk diberlakukan. Kira kira demikian tahapannya. Belum lagi ditambah dengan dinamika di masyarakat, media,LSM, dan sebagainya. Membutuhkan energi, biaya, dan komunikasi politik yang intens. "Tujuannya agar tarif air tersebut dan pendukung lainnya disetujui," tegas Rafriandi Nasution.
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!