User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
TCID 1,200 7.84%
FORZ-W 327 32700%
INKP 240 13.04%
Last update: 28 Apr 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
UNVR -1,250 -2.73%
JECC -700 -11.48%
ITMG -500 -2.55%
Last update: 28 Apr 2017
Volume Terbesar
MYRX 1,336,184,960
BUMI 482,200,512
BIPI 435,902,912
Last update: 28 Apr 2017
Transaksi Tertinggi
TLKM 547,736,630,000
ASII 261,678,960,000
INDY 248,406,638,000
Last update: 28 Apr 2017
Efek Teraktif
INDY 13,026 Freq
BUMI 8,233 Freq
DOID 6,268 Freq
Last update: 28 Apr 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,260.00 13,394.00
SGD 9,496.53 9,594.56
JPY 11,929.82 12,051.47
MYR 3,048.28 3,081.21
CNY 1,923.66 1,943.10
THB 382.90 386.89
HKD 1,704.37 1,721.82
EUR 14,410.97 14,561.96
AUD 9,902.57 10,009.34
GBP 17,114.68 17,292.99
Last update: 28 Apr 2017 11:10 WIB
Wacana
Selasa, 14 Mar 2017 08:13 WIB - http://mdn.biz.id/n/288324/ - Dibaca: 140 kali
Memaknai Positif Kunjungan Raja Salman
Kunjungan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz al-Saud, menjadi topik hangat. Kunjungannya ke Indonesia pada 1-9 Maret 2017 memang luar biasa, memboyong puluhan menteri dan pangeran, serta pengusaha, sehingga total rombongan mencapai 1.500 orang. Perlengkapan yang dibawa pun tak tanggung-tanggung, berupa cargo khusus mencapai 450 ton.
Sepanjang sejarah, baru kali ini tamu negara membawa rombongan dan barang bawaan dengan jumlah sedemikian banyak. Tetapi yang lebih menarik, Raja Salman juga membawa misi investasi. Ini yang harus benar-benar diperhatikan dan diseriusi Pemerintah Indonesia. Pembangunan yang sedang digagas pemerintahan Presiden Joko Widodo tentu perlu suntikan dana.

Tak hanya itu. Perusahaan-perusahaan di Indonesia juga bisa melakukan kerja sama dengan pengusaha dari Arab Saudi. Momentum positif ini tentu harus dimanfaatkan secara maksimal, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Indonesia.

Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan, pada 2016 investasi dari Arab Saudi menempati posisi 57 dari semua investor di Indonesia. Jumlah investasinya hanya USD 900.000 atau Rp 12 miliar dan tersebar di 44 proyek. Peringkat dan nilai investasi Arab Saudi di bawah Afrika Selatan dan Mali.

Kunjungan Raja Salman membawa angin segar bagi investasi. Penandatanganan 11 nota kesepahaman terkini antara Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi mencakup ekonomi, kebudayaan, usaha kecil dan menengah, serta industri aeronautika.

Potensi investasi yang disepakati Rp 93 triliun, mencakup perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco, senilai US$ 6 miliar atau Rp 80 triliun terkait program refining development masterplan di Cilacap antara Pertamina dan Aramco.

Indonesia juga sepakat untuk menerima kucuran dana US$ 1 miliar atau Rp 13 triliun dari Saudi Fund Development untuk keperluan pembangunan infrastruktur, air minum dan perumahan.

Kucuran dana ini tentu harus benar-benar dimanfaatkan oleh pemerintah. Kerjasama antar perusahaan minyak ini hendaknya juga membawa angin segar bagi perkembangan industri minyak di tanah air. Saudi merupakan negara kaya minyak yang pintar mengeksploitasi sumber daya alam yang mereka miliki.

Selain nilai-nilai investasi di atas, juga sangat disyukuri Raja Salman membawa rombongan yang banyak. Ini menjadi kesempatan Indonesia untuk memperlihatkan keramahtamahannya.

Liburan rombongan Raja Salman selama enam hari di Pulau Bali merupakan kesempatan baik untuk memperkenalkan wisata Indonesia. Hendaknya pemerintah ttak lupa mengingatkan, objek wisata Indonesia bukan hanya ada di Bali, tapi masih banyak lagi seperti Raja Ampat, Danau Toba dan tempat-tempat lain yang tak kalah indah dan memiliki nilai unik tinggi.

Dengan demikian, ke depan warga Arab Saudi bisa menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisatanya. Tentunya selain akan meningkatkan pendapatan negara dari sektor pariwisata, hal ini akan mengakibatkan pendapatan masyarakat sekitar semakin meningkat, kesejahteraan akan semakin baik.

Diharapkan kedatangan Raja Salman jangan hanya menjadi euforia sesaat. Pertemuan Presiden Joko Widodo dan Raja Salman hendaknya ditindaklanjuti dengan kerja sama yang nyata, berdampak bagi kesejahteraan kedua negara dan rakyat.
Hubungan panjang budaya antara Indonesia dan Arab Saudi kiranya akan semakin luas menjadi hubungan ekonomi yang saling menguntungkan.

Kunjungan ini kiranya menjadi momentum penguatan yang berdampak jangka panjang.

Perlindungan TKI
Arab Saudi merupakan salah satu negara yang menjadi target tenaga kerja Indonesia (TKI). Bahkan, Rukmini, Sumartini, Warnah dan buruh migran lain terancam hukuman di Arab Saudi. Kedatangan Raja Salman hendaknya dijadikan momentum juga untuk membicarakan tentang perlindungan terhadap TKI. TKI harusnya lebih dihargai dan dilindungi dari yang namanya kekerasan.

Peradilan untuk Rukmini, Sumartini, Warnah dan buruh migran lain hendaknya benar-benar berpihak kepada TKI. Diyakini TKI melakukan kekerasan karena intimidasi yang menderanya.

Karenanya, presiden harus melakukan komunikasi dan kesepakatan terkait dengan TKI yang bekerja di Arab Saudi. Dengan demikian, ke depan mereka benar-benar nyaman mengadu nasib di negara kaya minyak tersebut.

Kurangnya lapangan pekerjaan di dalam negeri memang menjadi alasan bagi sebagian masyarakat Indonesia mengadu nasib di luar negeri.

Namun, negara masih abai dengan keselamatan para pekerja tersebut. Kedatangan Raja Salman baiknya dijadikan momentum untuk mulai memperhatikan nasib pekerja dari negara kita yang mengadu nasib di negara lain.

Perlindungan terhadap mereka merupakan harga mati, karena TKI merupakan salah satu penyumbang devisa bagi negara.

Tetapi tak jarang mereka mengalami nasib mengenaskan dan tak jarang berujung kematian.

Karenanya, pemerintah harus benar-benar mempersiapkan regulasi untuk permasalahan tenaga kerja ini. TKI yang mengadu nasib juga harus benar-benar mengevaluasi diri.

Kemampuan dan keterampilan juga harus dimiliki, sehingga ketika bekerja mereka akan mendapatkan kenyamanan dan keamanan.

Keharmonisan dan Kerukunan

Selain menyepakati investasi dan melakukan perjalanan wisata, salah satu hal menarik lain yang dilakukan Raja Salman adalah bertemu dan berbincang-bincang dengan tokoh agama dan lintas agama di Indonesia.

Dengan tokoh Islam, Raja Salman membicarakan bagaimana Indonesia dan Saudi serta negara-negara Islam lainnya bersama-sama menampakkan wajah Islam yang ramah, bukan yang marah.

Pertemuan antara Raja Salman dan para tokoh ormas Islam dilakukan di Istana Merdeka. Lebih 20 tokoh ormas Islam diundang dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan tokoh lintas agama Kristen, Katolik, Hindu dan Budha juga dilakukan dengan Raja Salman. Ini bukti betapa Raja Salman juga memperlihatkan kenegarawanannya.

Sikap ramah dan bersahabat Raja Salman tentu harus dicontoh. Bangsa Indonesia selama ini disibukkan dengan perbedaan.

Sudah saatnya menjadi lebih dingin dan rukun. Persatuan dan kesatuan harus kembali diperlihatkan. Indonesia merupakan negara besar dan diwarnai perbedaan.

Baiknya perbedaan dijadikan landasan untuk lebih bersatu dan kokoh. Dengan demikian, tak hanya Raja Salman yang akan berkunjung, berinvestasi dan membawa rombongan besar.

Negara-negara lain juga akan mengikuti jejak Raja Salman, untuk menjadikan Indonesia ke depan lebih baik, makmur, sejahtera dan bermartabat.

(Oleh: Ramen Antonov Purba) Penulis staf UPT Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Unggul LP3M Medan
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!