User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Efek Pencetak Laba (RPH)
ITMG 675 3.52%
UNVR 650 1.53%
PLIN 610 17.48%
Last update: 24 Mar 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
JECC -975 -13.98%
GGRM -525 -0.8%
LPPF -350 -2.46%
Last update: 24 Mar 2017
Volume Terbesar
MYRX 1,728,513,408
SRIL 983,205,888
MAMI 803,876,800
Last update: 24 Mar 2017
Transaksi Tertinggi
SRIL 322,001,207,296
BMRI 301,579,650,000
TLKM 293,422,333,952
Last update: 24 Mar 2017
Efek Teraktif
SRIL 21,783 Freq
MAMI 20,137 Freq
STAR 9,553 Freq
Last update: 24 Mar 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,262.00 13,396.00
SGD 9,460.02 9,561.06
JPY 11,909.12 12,034.86
MYR 2,991.65 3,025.29
CNY 1,926.36 1,945.82
THB 382.41 386.39
HKD 1,707.24 1,724.56
EUR 14,271.24 14,420.79
AUD 10,097.69 10,205.07
GBP 16,564.24 16,732.94
Last update: 24 Mar 2017 11:06 WIB
Interaktif Bisnis
Selasa, 14 Mar 2017 09:32 WIB - http://mdn.biz.id/n/288424/ - Dibaca: 205 kali
Kenapa Ekspor Sawit ke Eropa Selalu Dijegal?
Sawit Hamparan perkebunan kelapa sawit membentuk pola terlihat dari udara di Provinsi Riau. (antara foto/fb anggoro)
Azoera Zweet'z menyarankan kalau mereka (Uni Eropa) enggak mau terima, berarti kita sebagai bangsa Indonesia harus membuat CPO (Crude Palm Oil/minyak sawit mentah) menjadi barang jadi atau membuat produk turunan.
Kalau enggak bisa jual minyak sawit mentah kenapa enggak bisa jual minyak sawit dalam bentuk barang jadi atau produk turunan?

CPO kan banyak tuh aplikasi atau produk turunannya! Bisa menjadi bahan kebutuhan masyarakat seperti sabun, kosmetik, minyak goreng, lilin, bahan bakar diesel (biodiesel), dan lain-lain. Kenapa perusahaan perkebunan kelapa sawit menjual barang mentah seperti CPO? Karena nilai tukar dolar Amerika Serikat mahal dan harga jual CPO juga lumayan menguntungkan.

"Saran saya sihh, ya CPO dijual di dalam negeri saja biar diolah jadi barang siap pakai, dari negeri untuk negeri," kata Azoera Zweet'z.

Khairul Anas SEak mengibaratkan kelapa sawit kita ibarat dua sisi matapisau, di satu sisi banyak gunanya, di satu sisi banyak juga mudaratnya. Jangan negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa, kita pribumi asli saja kadang-kadang jengkel dengan pengusaha sawit kita. Sebab, minyak goreng hasil olahan dari minyak sawit masih mahal.

Kemudian, asap dari pembakaran pembukaan lahan sawit juga merusak kesehatan banyak orang. Masih teringat di benak kita bagaimana sesaknya nafas ribuan anak-anak di Provinsi Riau sana, apakah ada perhatian dari pengusaha sawit? Makanya negara - negara Uni Eropa tidak suka dengan sawit kita. Karena mereka menilai untuk menghasilkan minyak sawit.

"Ternyata banyak mengorbankan kesehatan anak-anak. Mmarilah kita koreksi diri, pemerintah juga sebaiknya menerapkan aturan ramah lingkungan tidak hanya memikirkan pemasukan ke kas daerah," kata Khairul Anas SEak.

Askar Marlindo melihat memang selama ini produktivitas yang dihasilkan kepala sawit Indonesia cukup tinggi dan dianggap sebagai komoditas mahal. Sementara, minyak nabati asal negara-negara Uni Eropa dan Amerika Serikat produktivitasnya rendah dan lebih banyak mengalami kerugian.

Banyak sekali kampanye negatif yang dilakukan negara kawasan Eropa dan Amerika.

Dengan tujuan untuk menggusur bisnis kelapa sawit Indonesia di level global.

Kampanye negatif tersebut berupa soal lingkungan hidup, kebakaran hutan, efek rumah kaca. Padahal, petani kelapa sawit Indonesia tidak mengganggu alam. Ke depannya pemerintah di negara-negara Uni Eropa dan Amerika Serikat bisa saja menguasai perdagangan kelapa sawit.

"Karenanya kita meminta pemerintah bisa menangani isu ini dengan smart (cerdas) dan pengusaha butuh kerjasama dengan pemerintah," kata Askar Marlindo.

Elli Pulungan Bode meminta coba dicari pengaruh tanaman sawit terhadap dampak lingkungan dan ekosistem. Waktu itu pernah juga beberapa orang Indonesia yang melakukan aksi demonstrasi ke beberapa pengusaha di Eropa, termasuk Jerman, supaya segera mnghentikan membuat produk yang bahan bakunya dari sawit dengan alasan dampak negatifnya sangat berbahaya.

Terutama bagi ekosistim tanah. "Walaupun menurut saya pribadi mmembuang limbah atau samph plastik sembarangan juga sangat berbahaya bagi kehidupan," sindir Elli Pulungan Bode.

Bagi yang tahu tentang perkebunan kelapa sawit dan dampaknya yang bisa menjelaskan hal itu dengan lebih baik. Tapi kan bukan sawit saja yang kurang diminati negara-negara di Uni Eropa.

"Hasil bumi lainnya dari Indonesia, setahu saya, Eropa Barat, memang begitu, sangat sulit, sulit dengan aturan. Boleh dikatakan perfeksionis, karena memang peraturannya ketat, segala sisi diperhitungkan. Lain dengan negara-negara di Eropa Timur," kata Elli Pulungan Bode.
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!