User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
BRAM 1,750 19.89%
EPMT 560 24.89%
UNTR 550 2.02%
Last update: 22 Mar 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
UNVR -1,075 -2.45%
SILO -525 -3.69%
POOL-W -425 -31.95%
Last update: 22 Mar 2017
Volume Terbesar
MYRX 2,696,517,376
SRIL 1,134,397,696
RIMO 795,292,672
Last update: 22 Mar 2017
Transaksi Tertinggi
BBRI 620,132,872,500
BBCA 582,950,652,500
TLKM 450,257,831,000
Last update: 22 Mar 2017
Efek Teraktif
SRIL 39,868 Freq
MYRX 9,916 Freq
BUMI 6,499 Freq
Last update: 22 Mar 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,268.00 13,402.00
SGD 9,466.32 9,565.34
JPY 11,897.42 12,018.65
MYR 2,992.33 3,024.60
CNY 1,926.00 1,945.45
THB 381.70 385.67
HKD 1,708.47 1,725.75
EUR 14,320.15 14,467.46
AUD 10,152.67 10,256.55
GBP 16,547.85 16,717.65
Last update: 22 Mar 2017 11:37 WIB
UKM
Rabu, 15 Mar 2017 08:48 WIB - http://mdn.biz.id/n/288581/ - Dibaca: 73 kali
Menperin Minta Industri Kreatif Terus Berinovasi
MedanBisnis - Jakarta. Kementerian Perindustrian menuntut industri kreatif untuk terus berinovasi agar mampu berdaya saing dan meningkatkan nilai tambah produk sehingga mampu berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
"Hal ini sesuai Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2009 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif. Untuk itu, kami memacu upaya tersebut dengan melaksanakan berbagai kebijakan strategis seperti fasilitasi pameran ini," kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih usai membuka Pameran Produk Kreatif Nusantara di Jakarta, Selasa (14/3).

Gati, melalui keterangan tertulis, menyampaikan bahwa industri kreatif menyumbang sekitar Rp642 triliun atau 7,05% terhadap total PDB Indonesia pada tahun 2015. "Kontribusi terbesar berasal dari sektor kuliner sebanyak 34,2%, mode atau fashion 27,9% dan kerajinan 14,88%," sebutnya.

Kemudian, industri kreatif merupakan sektor keempat terbesar dalam penyerapan tenaga kerja nasional, dengan kontribusinya mencapai 10,7 persen atau 11,8 juta orang.

Industri kreatif nasional juga dinilai telah mampu bersaing di pasar global. Kekuatan ini terletak pada sumber bahan baku yang melimpah dan berkelanjutan, didukung dengan keragaman corak dan desain produk yang berciri khas lokal, serta ditunjang oleh para perajin yang cukup kompeten.

"Di pameran ini, kita bisa lihat beragam inovasi pelaku industri kreatif yang membuat bahan bekas menjadi produk kreatif bernilai seni tinggi," ujarnya.

Gati mencontohkan, botol plastik yang dapat dikemas menjadi lampu hias, kardus bekas dapat menjadi Google cardboard dan bahan bekas potongan kayu diolah menjadi cover buku agenda.

Berdasarkan data BPS yang diolah Direktorat Jenderal IKM Kemenperin, IKM terus meningkatkan nilai tambah di dalam negeri yang cukup signifikan setiap tahun.

Hal ini terlihat dari capaian pada tahun 2016 sebesar Rp520 triliun atau meningkat 18,3% dibandingkan pada 2015. Sementara itu, nilai tambah IKM di tahun 2014 tahun sekitar Rp373 triliun menjadi Rp439 triliun tahun 2015 atau naik 17,6%.

"Untuk memacu produktivitas dan daya saing IKM, kami akan memberikan fasilitas pada tahun ini berupa pengembangan produk, restrukturisasi mesin dan peralatan, serta promosi dan pameran," tutur Gati.

Selain itu juga akan dilaksanakan program bimbingan teknis, start-up capital, pendampingan, dan fasilitasi izin usaha industri.

Dengan adanya pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN, menurut Gati, pasar bebas tersebut bisa menjadi peluang dan tantangan bagi industri dalam negeri khususnya sektor IKM.

"Oleh karena itu, Kemenperin melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasinya, antara lain melalui penyusunan dan implementasi Standar Nasional Indonesia (SNI) terhadap produk kerajinan," ucapnya.

Selain itu, diperlukan penerapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sebagai rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan keahlian, serta melaksanakan kegiatan pelatihan-pelatihan dalam rangka mengembangkan kemampuan para perajin di Indonesia. "Hal lain yang tidak kalah penting adalah menguatkan branding produk nasional," imbuhnya.

Untuk itu, Kemenperin telah meluncurkan program e-Smart IKM yang mewadahi para pelaku IKM potensial untuk memasarkan produk unggulannya yang berkerjasama dengan marketplace yang sudah ada. "Karena jaminan kualitas dan ketepatan waktu adalah kunci untuk mencapai keberhasilan pemasaran," tegasnya.

Gati memastikan, IKM yang telah memanfaatkan pemasaran melalui online mampu meningkatkan nilai penjualannya hingga tujuh kali lipat. "Hal ini yang terus kami dorong, karena depngan income meningkat, produktivitasnya akan naik, dan tenaga kerjanya juga bertambah," jelasnya.

Upaya ini sejalan dengan program prioritas pemerintah pada tahun 2017 dalam pemerataan kesejahteraan di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Ketua ISWI Retno Sri Endah Lestari mengakui pihaknya aktif membina pelaku IKM dalam negeri agar terus produktif dan berdaya saing melalui pelaksanaan program pendidikan, pelatihan, dan pemasaran.

"Kami berdiri sejak tahun 1956, dengan ribuan anggota di seluruh Indonesia yang memiliki multi disiplin ilmu seperti bidang teknologi dan manajemen," ujarnya.

Melalui pameran ini, ISWI berharap dapat mengangkat potensi produk unggulan IKM dari berbagai daerah. "Kami rutin memfasilitasi pelaksanaan pameran IKM, tidak hanya mereka yang berasal dari kota besar saja, namun juga daerah perbatasan seperti Entikong, Sebatik, dan Nunukan. Bahkan dari lapas," ungkapnya.

Untuk itu, melalui kerja sama dengan Kemenperin ini, dapat pula mendorong pertumbuhan wirausaha baru untuk mencapai target pemerintah sebanyk 20.000 pengusaha pada tahun 2019. (ant)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!