User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
ITMG 675 3.52%
UNVR 650 1.53%
PLIN 610 17.48%
Last update: 24 Mar 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
JECC -975 -13.98%
GGRM -525 -0.8%
LPPF -350 -2.46%
Last update: 24 Mar 2017
Volume Terbesar
MYRX 1,728,513,408
SRIL 983,205,888
MAMI 803,876,800
Last update: 24 Mar 2017
Transaksi Tertinggi
SRIL 322,001,207,296
BMRI 301,579,650,000
TLKM 293,422,333,952
Last update: 24 Mar 2017
Efek Teraktif
SRIL 21,783 Freq
MAMI 20,137 Freq
STAR 9,553 Freq
Last update: 24 Mar 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,256.00 13,390.00
SGD 9,482.12 9,582.77
JPY 11,914.43 12,038.12
MYR 2,995.71 3,029.41
CNY 1,923.53 1,942.97
THB 384.01 388.12
HKD 1,706.40 1,723.76
EUR 14,344.32 14,490.66
AUD 10,131.56 10,236.66
GBP 16,456.00 16,630.38
Last update: 29 Mar 2017 11:10 WIB
Politik
Sabtu, 18 Mar 2017 08:31 WIB - http://mdn.biz.id/n/289115/ - Dibaca: 95 kali
Perempuan Harus Masuk Sistem Politik
MedanBisnis - Jakarta. Anggota Komisi VII DPR RI Mercy Chriesty Barends berpendapat perempuan harus masuk dalam sistem politik, salah satunya menjadi bagian dalam proses legislasi, agar dapat berkontribusi lebih banyak bagi perjua-ngan kesetaraan gender dan pemenuhan hak-hak perempuan.
Dalam diskusi bertajuk "Breaking Gender Barriers" yang diselenggarakan UN Women, Uni Eropa, dan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) di Jakarta, Kamis malam (16/3), Mercy menjelaskan sejak akhir Orde Baru hingga pascareformasi kini perempuan menghadapi sintesa pertarungan, di luar ruang privat dan ruang publik, yang disebut "displacement".

"Kita menarik perempuan dari struktur berpikir dikotomis antara privat dan publik, untuk masuk ke dalam ranah baru antara lain ruang politik. Terjadi institusionalisasi ruang dimana perempuan harus masuk ke sana," kata dia.

Meski diakuinya banyak tantangan bagi perempuan yang ingin menekuni bidang politik, namun perempuan wajib masuk dalam sistem politik untuk mendorong perubahan-perubahan besar yang akan membawa dampak positif bagi kehidupan perempuan.

Terlebih, saat ini keterwakilan perempuan di parlemen baru mencapai 17 persen dari kuota 30 persen yang ditetapkan melalui kebijakan afirmasi dalam sistem pemilu.

Hambatan pertama yakni tantangan domestik yang berlapis-lapis mulai dari keluarga, diri, kemiskinan, moral masyarakat, hingga isu kekerasan terhadap perempuan.

Sementara pada level struktural dan prosedural, perempuan dituntut untuk dapat mereposisi diri dan tangguh menempuh berbagai prosedur seperti menjadi bagian dalam struktur partai politik, mengikuti nominasi untuk calon legislatif, dan sebagainya yang prosesnya begitu panjang.

Tantangan terakhir berkaitan dengan mentoring dan jejaring dimana perempuan harus mampu melawan sentimen negatif dan struktur nilai yang telah terbentuk sedemikian rupa oleh diskriminasi laki-laki, yang menghalangi perempuan berkarir di bidang politik.

"Yang jelas perempuan harus berada dalam sistem (politik) agar tidak terjadi kekosongan perspektif perempuan dalam penentuan kebijakan publik," ungkap anggota DPR dari fraksi PDI-P itu.

Meskipun lebih banyak melakukan kerja legislasi dalam bidang energi, riset dan teknologi, serta lingkungan hidup, Mercy tidak melupakan tugasnya untuk ikut menyuarakan aspirasi perempuan di parlemen.

Perempuan asal Maluku itu mengaku sedang membangun gerakan sipil perempuan berbasis kepulauan, yang dirasanya lebih menantang dibanding menggerakkan perempuan yang tinggal di kontinental pulau-pulau besar seperti Jawa, Sumatera, atau Kalimantan.

Perempuan-perempuan pulau dan pesisir, menurut dia, memiliki narasi dan pengalaman sendiri yang tidak mudah diungkapkan kepada wakil-wakil mereka di parlemen.

Berbeda dengan perempuan yang berasal dari daerah yang sudah terbangun dengan baik sehingga lebih mudah diajak berkomunikasi dan dididik, menghadapi perempuan pulau akan lebih ekstrem karena mereka cenderung diam.

"Kita harus bisa membaca apa yang tersembunyi di balik diamnya mereka, untuk kemudian membawa 'hidden voice' para perempuan pulau ke meja parlemen dalam bahasa-bahasa legislatif," tutur Mercy. (ant)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!