User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Efek Pencetak Laba (RPH)
GGRM 1,450 2.25%
UNTR 1,300 4.89%
BBCA 600 3.45%
Last update: 26 Apr 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
IBST -510 -18.41%
RDTX -400 -5.56%
PLIN -200 -5.06%
Last update: 26 Apr 2017
Volume Terbesar
BUMI 1,503,310,976
MYRX 1,334,510,336
DEWA 309,301,792
Last update: 26 Apr 2017
Transaksi Tertinggi
BMRI 949,101,395,000
BUMI 650,695,946,200
TLKM 455,915,436,000
Last update: 26 Apr 2017
Efek Teraktif
BUMI 20,342 Freq
JPRS 7,895 Freq
KICI 6,856 Freq
Last update: 26 Apr 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,260.00 13,394.00
SGD 9,496.53 9,594.56
JPY 11,929.82 12,051.47
MYR 3,048.28 3,081.21
CNY 1,923.66 1,943.10
THB 382.90 386.89
HKD 1,704.37 1,721.82
EUR 14,410.97 14,561.96
AUD 9,902.57 10,009.34
GBP 17,114.68 17,292.99
Last update: 28 Apr 2017 11:10 WIB
Showbiz
Minggu, 19 Mar 2017 09:30 WIB - http://mdn.biz.id/n/289250/ - Dibaca: 142 kali
Christine Hakim Belajar Jadi Ngasirah
Christine Hakim
Aktris kawakan Christine Hakim tak tanggung-tanggung mendalami peran sebagai Ngasirah, ibu kandung Kartini dalam film biopik "Kartini".
Peraih tujuh Piala Citra ini menjelma menjadi Ngasirah tak hanya saat lokasi syuting, tetapi juga di luar pengambilan gambar.

Dia sempat tinggal di set bangunan yang memang dibangun khusus untuk film Kartini beberapa hari sebelum syuting. Dia ikut membersihkan rumah itu dan berpakaian selayaknya Ngasirah di luar syuting.

"Membuat film sejarah itu secara tidak langsung seperti merekonstruksi skenario Tuhan. Saya punya tanggung jawab moral yang lebih besar, jauh lebih besar dibanding karya-karya lainnya," kata Christine dalam siaran pers.

Itulah mengapa ia merasa perlu menapaktilasi kehidupan Ngasirah, Kartini dan keluarga Sosroningrat sampai ke Jepara, Rembang, dan Kudus. Ia juga berusaha menapaktilasi batin Ngasirah dan Kartini.

Christine menambahkan, "Yang tersulit ketika memerankan Ngasirah adalah kompleksitas beliau sebagai anak seorang kiai, lalu menjadi istri bupati yang berdarah biru, walaupun sebagai istri pertama.

Jadi sulit bagaimana menentukan di satu pihak, dia bukan pembantu, di lain pihak status sosialnya di dalam tradisi kehidupan yang harus dia jalani agak lebih tinggi sedikit dari pembantu."

Riset mengenai Ngasirah dan tokoh-tokoh lain dalam film Kartini membuatnya semakin mengagumi Kartini.

"Dilema Kartini itu luar biasa besarnya. Bahwa pada akhirnya Kartini memilih untuk tinggal, tidak menerima beasiswa yang sudah dia dapatkan dari pemerintah Belanda, itu bukan kekalahan menurut saya, tapi itu suatu pilihan."

"Pilihan Kartini menurut saya tidak bisa dianggap sebagai kegagalan karena mempertahankan akar budaya bangsa juga penting. Bangsa yang tercabut dari akarnya, maka dia akan goyah."

Mengingat banyaknya pemeran dalam film ini, harmonisasi penting bagi Christine demi mendapat hasil terbaik. Bagai orkestra, ia tidak bisa memikirkan kepentingan sendiri, tapi bagaimana membuat harmoni indah di bawah arahan sutradara sebagai konduktor.

"Karena kalau saya jalan dengan keinginan saya saja, nanti secara keseluruhan bisa melahirkan nada sumbang." (antaranews.com)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!