User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
BRAM 1,750 19.89%
EPMT 560 24.89%
UNTR 550 2.02%
Last update: 22 Mar 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
UNVR -1,075 -2.45%
SILO -525 -3.69%
POOL-W -425 -31.95%
Last update: 22 Mar 2017
Volume Terbesar
MYRX 2,696,517,376
SRIL 1,134,397,696
RIMO 795,292,672
Last update: 22 Mar 2017
Transaksi Tertinggi
BBRI 620,132,872,500
BBCA 582,950,652,500
TLKM 450,257,831,000
Last update: 22 Mar 2017
Efek Teraktif
SRIL 39,868 Freq
MYRX 9,916 Freq
BUMI 6,499 Freq
Last update: 22 Mar 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,268.00 13,402.00
SGD 9,466.32 9,565.34
JPY 11,897.42 12,018.65
MYR 2,992.33 3,024.60
CNY 1,926.00 1,945.45
THB 381.70 385.67
HKD 1,708.47 1,725.75
EUR 14,320.15 14,467.46
AUD 10,152.67 10,256.55
GBP 16,547.85 16,717.65
Last update: 22 Mar 2017 11:37 WIB
Wacana
Senin, 20 Mar 2017 07:54 WIB - http://mdn.biz.id/n/289319/ - Dibaca: 82 kali
Dibutuhkan Sinergi Mengatasi Masalah Sampah
DI tengah kondisi negeri yang dihujani berbagai polemik, kegaduhan dan bencana alam, mungkin tak banyak yang masih ingat dan menghayati perihal peringatan Hari Peduli Sampah (HPS) Nasional pada setiap 21 Februari.
HPS intinya merupakan media dan momentum bagi pemerintah, masyarakat dan aktivis atau LSM untuk terus menata langkah dan strategi, serta menggelorakan semangat partisipatif mengelola atau mengolah sampah, guna meminimalkan ancaman (lingkungan dan sosial) yang bisa hadir karena kegagalan menanggulangi masalah sampah.

Sampah memang menjadi masalah klasik yang entah kapan bisa diatasi. Sampah akan terus berproduksi seiring giatnya manusia melakukan kegiatan produksi dan konsumsi. Setiap orang menghasilkan sampah, terakumulasi menjadi sampah rumah tangga. Selain itu, sampah juga terproduksi dari berbagai sumber seperti pasar tradisional, fasilitas umum, kawasan komersial, hingga lingkungan industri dengan berbagai limbah yang dihasilkannya. Artinya, sampai akan selalu lahir selama manusia masih menjalankan aktivitas kehidupannya.

Karenanya, menumbuhkan kesadaran, kemauan dan kemampuan mengelola atau mengolah sampah adalah hal penting dan mendesak dilakukan, karena faktanya sampah bisa menjadi sumber masalah (mengganggung kesehatan, merusak keindahan dan mengundang bencana) jika tak dikelola secara baik. Sebaliknya, sampah bisa dijadikan media pemberdayaan masyarakat, sebagai sumber penghidupan apabila diolah secara bijak.

Dikutip dari laman http://www.menlh.go.id, disebutkan di dalam UU No.18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Peraturan Pemerintah No. 81 Tahun 2012, dimanatkan perlunya perubahan paradigma mendasar dalam pengelolaan sampah yaitu dari paradigma kumpul-angkut-buang menjadi pengelolaan yang bertumpu pada pengurangan sampah dan penanganan sampah.

Kegiatan pengurangan sampah bermakna agar segenap komponen, baik pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat, melaksanakan kegiatan pembatasan timbulan sampah, pendaurulangan dan pemanfaatan kembali sampah atau lebih dikenal dengan sebutan reduce, reuse dan recycle (3R) melalui upaya-upaya cerdas, efisien dan terprogram.

Sinergi Masyarakat dan Pemerintah
Selama ini sering kali pemerintah dijadikan kambing hitam dalam sengkarut masalah sampah. Atau, di sisi lain, kambing hitam itu juga sering dialamatkan pada kebiasaan buruk masyarakat mengelola sampah (yang dihasilkannya sendiri), terutama tentang budaya membuang sampah sembarangan. Padahal, tanggung jawab pengelolaan sampah ada pada pemerintah dan masyarakat. Karenanya, sampah adalah masalah bersama yang membutuhkan sinergi dan komitmen serius untuk mengatasinya.

Kebiasaan buang sampah sembarangan yang masih melekat pada sebagian masyarakat tentu saja tak datang tiba-tiba atau pastilah ada sebabnya. Tanpa sedikit pun bermaksud membenarkan kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan, persoalan ketersediaan sarana pengelolaan sampah yang belum tersebar dengan baik dan merata tentu bisa dilihat sebagai salah satu akar persoalan

Bayangkan saja, jika di lingkungan sekitar tidak ada tempat pembuangan sampah, sedangkan setiap hari sampah terus diproduksi, harus dibuang ke mana sampah-sampah itu? Secara sederhana, meski jelas tidak benar, namun bisa diperoleh pembenaran untuk membuang sampah sembarangan dengan asumsi sampah-sampah tersebut akan diangkut petugas terkait, atau dengan sendirinya akan hilang entah terbawa arus atau membusuk secara alamiah.

Hal ini kemudian dapat bermuara pada masalah mental dalam diri masyarakat. Sebab, suatu sikap atau perbuatan yang terus menerus kita biasakan, akan membekas dalam diri kita, menjadi karakter, bahkan akan terwarisi secara turun temurun, yang seakan-akan menyimpulkan bahwa sampah bukan lah tanggung jawab dirinya, melainkan urusan pemerintah saja.Padahal, kepedulian dan tanggung jawab masyarakat dalam mengelola sampah sangat lah penting, mengingat sampah yang dibuat oleh masyarakat sendiri, dan jika sampah itu telah menggunung, tentu akan menjadi masalah (merugikan) masyarakat sendiri.

Untuk itu, dari sisi pemerintah, pengadaaan dan perbaikan fasilitas serta sistem tata kelola sampah harus lah secara serius dan penuh komitmen dijalankan. Termasuk di dalamnya edukasi yang berkesinambungan kepada masyarakat, tentang pentingnya sikap bijak terhadap sampah serta dampaknya yang sangat luas, tidak hanya bagi manusia saja, melainkan juga berdampak bagi lingkungan (alam) dan makhluk hidup lainnya, serta bukan hanya untuk masa sekarang, namu juga demi kelestarian lingkungan di masa mendatang.

Mengenai pengadaan fasilitas (setidaknya ada tempat sampah sementara di setiap RT/RW), semestinya saat ini bisa lebih direalisasikan dan disebarkan secara merata, apalagi untuk di daerah perdesaan yang tengah diguyur dengan dana desa yang jumlahnya miliaran rupiah. Dengan dana sebesar itu, apakah sangat sulit mengalokasikan dana untuk pengelolaan, atau pengolahan sampah?

Terlepas dari itu, dari mana pun alokasi anggaran berasal, perbaikan dan pemerataan fasilitas pembuangan sampah (sementara) memang harus lah diutamakan. Karena jika tidak ada fasilitasnya, maka jangan heran apabila selalu ada sampah yang berserakan dijalanan, selokan, atau sungai. Jika sudah ada fasilitasnya, namun penumpukan sampah sembarangan masih ada, maka sudah jelas masyarakat sekitar yang harus dibina. Dan mengubah sikap, apalagi kebiasaan masyarakat tentu tak akan mudah. Pada titik ini, dibutuhkan edukasi, pembiasaan, bahkan penegakkan hukum, sebagai bentuk penegasan bahwa membuang sampah sembarangan (yang bisa merugikan orang lain dan lingkungan) adalah pelanggaran!

Dari sini saja kita tentu dapat melihat bahwa untuk mengatasi masalah sampah, memang tidak bisa latah!Sebab pengelolaan masalah sampah tidak lah sederhana dan tidak bisa secara instan tercapai. Butuh proses, konsistensi serta orientasi dan sinergi dari segenap pihak yang mesti dibangun, bukan saling melempar tanggung jawab! Karenanya, sekali lagi, sampah adalah masalah bersama, kitalah yang memproduksi sampah dan kitalah yang harus bertanggung jawab mengelola sisa produksi dan konsumsi kita ini. Sebab, kalau bukan kita, siapa lagi? (Ridwan Nanda Mulyana)

- Penulis mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!