User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
ITMG 675 3.52%
UNVR 650 1.53%
PLIN 610 17.48%
Last update: 24 Mar 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
JECC -975 -13.98%
GGRM -525 -0.8%
LPPF -350 -2.46%
Last update: 24 Mar 2017
Volume Terbesar
MYRX 1,728,513,408
SRIL 983,205,888
MAMI 803,876,800
Last update: 24 Mar 2017
Transaksi Tertinggi
SRIL 322,001,207,296
BMRI 301,579,650,000
TLKM 293,422,333,952
Last update: 24 Mar 2017
Efek Teraktif
SRIL 21,783 Freq
MAMI 20,137 Freq
STAR 9,553 Freq
Last update: 24 Mar 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,262.00 13,396.00
SGD 9,460.02 9,561.06
JPY 11,909.12 12,034.86
MYR 2,991.65 3,025.29
CNY 1,926.36 1,945.82
THB 382.41 386.39
HKD 1,707.24 1,724.56
EUR 14,271.24 14,420.79
AUD 10,097.69 10,205.07
GBP 16,564.24 16,732.94
Last update: 24 Mar 2017 11:06 WIB
Internasional
Selasa, 21 Mar 2017 07:43 WIB - http://mdn.biz.id/n/289505/ - Dibaca: 90 kali
Tersangkut Kejahatan Serius
Diplomat AS Diusir Selandia Baru
MedanBisnis - Wellington. Selandia Baru mengusir seorang diplomat Amerika Serikat yang diduga tersangkut tindakan kriminal serius. Langkah itu dilakukan setelah Washington menolak melepaskan kekebalan diplomatik perwakilannya tersebut di depan hukum.
Menteri Luar Negeri Murray McCully mengatakan, pihaknya telah menyampaikan permintaan polisi agar Amerika mau melucuti kekebalan hukum diplomat itu. Namun, Negeri Paman Sam tetap berkeras menolak.

"Pemerintah di Wellington bersama duta besar kami di Washington sudah jelas-jelas menyampaikan harapan kami agar diplomat AS itu mau mematuhi hukum dan diadili di Selandia Baru," ungkap McCully melalui pernyataan yang dikutip AFP, Senin (20/3).

Meski rincian kejahatannya belum terungkap, sejumlah media lokal melaporkan diplomat itu terlihat meninggalkan Selandia Baru bersama anak dan istrinya dalam keadaan memar di sejumlah bagian wajah dan patah hidung.

Media lokal menyebut diplomat tersebut bernama Colin White. Menurut TVNZ, White merupakan seorang atase yang bekerja sama dengan badan intelijen Selandia Baru, GCSB.

Sejauh ini, polisi hanya mengatakan diplomat itu terlibat dalam sebuah kasus di Lower Hutt, pinggiran ibu kota Wellington, pada 12 Maret lalu, tanpa merinci tindakan kriminal apa yang dimaksud.

Ketika polisi tiba di lokasi kejadian, diplomat tersebut telah meninggalkan tempat kejadian. Tidak ada penangkapan yang dilakukan polisi terkait insiden itu.
Juru bicara kedutaan besar AS mengaku telah berkomunikasi dengan otoritas berwenang Selandia Baru dalam menanggapi masalah ini.

Dia mengatakan, pihaknya selalu menganggap serius setiap masukan yang datang, apalagi menyangkut kode etik salah satu personel pemerintahnya di negara asing.

"Tapi sebagai bagian dari kebijakan, kami tidak dapat mengomentari secara spesifik hal-hal yang menyangkut penyelidikan," ungkap juru bicara itu melalui pernyataan resmi.

Kekebalan korps diplomatik sepenuhnya tertuang dalam Konvensi Wina 1961. Dalam konvensi itu, setiap diplomat asing terbebas dari ancaman hukum negara lokal tempatnya menetap.

Namun imunitas hukum seorang diplomat bisa dicabut jika pemerintah negara asalnya mengabulkan permintaan itu.

Kasus kriminal yang melibatkan diplomat juga pernah terjadi pada 2014. Ketika itu, diplomat asal Malaysia, Mohammed Rizalman bin Ismail dituding melakukan tindakan tidak senonoh saat berada di Selandia Baru.

Akhirnya, kekebalan diplomatik Rizalman dicabut dan dia dijatuhi hukuman selama 9 bulan setelah dinyatakan bersalah oleh pengadilan Wellington. (cnnindonesia)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!