User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
ITMG 550 2.95%
JECC 475 7.31%
SILO 350 2.55%
Last update: 23 Mar 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
GMTD -725 -11.28%
UNVR -350 -0.82%
UNTR -200 -0.72%
Last update: 23 Mar 2017
Volume Terbesar
MYRX 2,544,047,104
SRIL 779,317,632
BUMI 297,418,816
Last update: 23 Mar 2017
Transaksi Tertinggi
BBCA 651,033,080,000
BMRI 492,012,485,000
BBNI 377,155,872,500
Last update: 23 Mar 2017
Efek Teraktif
SRIL 23,959 Freq
PKPK 17,957 Freq
BBNI 6,205 Freq
Last update: 23 Mar 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,265.00 13,399.00
SGD 9,476.35 9,573.45
JPY 11,897.93 12,021.35
MYR 2,994.36 3,026.65
CNY 1,926.48 1,945.95
THB 383.38 387.37
HKD 1,707.84 1,725.12
EUR 14,304.98 14,453.50
AUD 10,167.62 10,271.67
GBP 16,558.70 16,729.99
Last update: 23 Mar 2017 11:05 WIB
Aceh Bisnis
Selasa, 21 Mar 2017 07:53 WIB - http://mdn.biz.id/n/289523/ - Dibaca: 83 kali
Batu Nisan Aceh akan Didaftarkan ke Unesco
MedanBisnis - Banda Aceh. Gubernur Aceh Zani Abdullah mendukung penuh batu nisan Aceh didaftarkan ke Unesco. Gubernur pun sudah meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh untuk menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk pendaftaran tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin pada konferensi pers terkait rencana mendaftarkan batu nisan Aceh ke Unesco di Komplek Museum Aceh, Senin (20/3).

Ia mengatakan, akan sangat banyak keuntungan yang didapatkan Aceh jika salah satu peninggalan sejarah itu berhasil di daftarkan ke lembaga PBB Unesco, seperti perawatan, pemeliharaan dan pembiayaan yang akan ditanggung oleh Unesco.

"Pemerintah Aceh sangat mendukung, baik secara politik maupun secara kebijakan pemerintahan," ujarnya.

Mulyadi mengajak semua pihak, LSM dan masyarakat untuk sama-sama mendukung gubernur Aceh guna menjaga peradaban Aceh.

"Ternyata nisan Aceh menyebar bukan hanya di Aceh tapi seluruh Nusantara, bahkan ke Thailand bagian selatan.Karena bukti fisik ini merupakan bukti paling kuat dari peradaban dari sebuah bangsa, mungkin kalau di daerah lain seperti Mesir dan India terlihat dari bangunannya, walaupun di Aceh ada juga seperti gunongan," ungkapnya.

Sementara itu, Irma mewakili Disbudpar Aceh menyampaikan dukungannya untuk mendaftarkan batu Nisan Aceh ke Unesco, karena menurutnya batu nisan Aceh sangat unik, indah dan memiliki nilai peradaban yang sangat tinggi.

Apalagi menurut Irma, batu nisan Aceh sudah banyak diteliti baik dari lokal, nasional bahkan internasional seperti Inggris dan Belanda.

"Artinya ini adalah budaya kita yang harus kita pertahankan dan kita angkat kembali. maka kita sepakat untuk mengusulkan ini ke Unesco," ujarnya.

Menurut dia, pihaknya akan segera mengusulkan batu nisan Aceh ke Unesco melalui Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Aceh, untuk diteruskan kepada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang kemudian diusulkan ke Unesco.

"Kita juga harus siapkan juga untuk disurvey baik dari Kemendikbud maupun Unesco, seperti Tari Saman sebelumnya itu butuh waktu lebih dari satu tahun, makanya kita hars kerjasama untuk memeprsiapkan data-data yang dibutuhkan," tambahnya.

Salah satu Nisan Aceh yang berada di gampong Ajee Rayeuk Kemukiman Gani Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar Salah satu Nisan Aceh yang berada di gampong Ajee Rayeuk Kemukiman Gani Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar.

Di tempat yang sama Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Aceh Deni Sutrisna mengatakan, sebelum mendaftarkan batu nisan ke Unesco sebaiknya pemerintah Aceh membentu tim ahli cagar budaya yang kemudian disertifikasi pihak Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sementara itu pakar batu nisan Husaini menyebutkan batu nisan Aceh tersebar di seluruh nusantara bahkan nengara-negara Asia Tenggara, sehingga sangat memenuhi syarat untuk didaftarkan ke Unesco. Namun menurutnya, semua persyaratan yang ditetapkan oleh Unesco harus dipenuhi terlebih dahulu oleh pemerintah daerah, selanjutnya Unesco akan mengirimkan tim ke Aceh untuk.

"Salah satu persyaratan adalah daerah harus menetapkannya. artinya harus dipelihara, dirawat, ini harus jelas, sehingga nanti akan ada tim yang dikirimkan tim untuk melakukan penilaian," tambahnya.

Thayeb Lhoh Angen selaku aktivis kebudayaan Aceh meminta agar batu nisan Aceh tidak dipandang sebagai batu kubur biasa, pasalnya butuh keahlian tinggi untuk membuat nisan Aceh, karena nilai arsiteknya sangat tinggi. (dedi irawan)

Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!