User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
UNTR 1,450 5.9%
UNIC 1,235 24.75%
PLIN 410 10.02%
Last update: 29 Mei 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
NIKL -925 -15.1%
GGRM -875 -1.18%
UNVR -375 -0.79%
Last update: 29 Mei 2017
Volume Terbesar
MYRX 930,247,680
RIMO 798,920,832
BUMI 416,646,208
Last update: 29 Mei 2017
Transaksi Tertinggi
BBCA 366,951,882,500
TLKM 305,574,139,000
BJBR 186,320,654,000
Last update: 29 Mei 2017
Efek Teraktif
BAPA 18,105 Freq
INPC 13,181 Freq
PKPK 9,242 Freq
Last update: 29 Mei 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,245.00 13,379.00
SGD 9,572.16 9,672.50
JPY 11,895.99 12,018.51
MYR 3,100.42 3,133.99
CNY 1,928.00 1,947.51
THB 388.64 392.81
HKD 1,699.45 1,716.69
EUR 14,789.37 14,943.01
AUD 9,864.88 9,966.02
GBP 16,976.12 17,149.20
Last update: 29 Mei 2017 11:10 WIB
Metropolitan
Selasa, 21 Mar 2017 07:56 WIB - http://mdn.biz.id/n/289529/ - Dibaca: 255 kali
Mahasiswa Polmed DO Tanpa Pemberitahuan
MedanBisnis - Medan. Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Kelas Khusus Akuntansi 1i Politeknik Medan (Poltek) Siska Junita Harahap di-drop out (DO) dari kampusnya tanpa pemberitahuan. Ia di DO lantaran empat mata kuliahnya dianggap tidak lulus.
Siska bersama orangtuanya Syahrun Harahap telah menyambangi kampus yang berlokasi di USU tersebut, namun tidak mendapatkan solusi apapun. Kepada MedanBisnis, Syahrun mengungkapkan, dirinya baru saja menemui pihak Direktur Bidang Kemahasiswaan Liwat Tarigan. Ia menanyakan solusi agar anaknya tidak di DO. Namun, sebutnya, Liwat Tarigan mengatakan bahwa itu sudah sesuai dengan ketentuan di kampus tersebut.

Lalu Syahrun menanyakan surat pemberitahuan kepada orangtua, soal anaknya di DO, tetap lagi-lagi Liwat menjawab masih dalam tahap proses. Syahrun menganggap ada kejanggalan dari keputusan kampus melakukan DO putrinya.

Dikatakannya, awal Maret, putrinya datang ke kampus guna mengikuti kuliah, namun ia tidak diizinkan masuk dengan alasan sudah di DO. Sementara, lanjutnya, pada 27 Februari, baru saja membayar uang kuliah sebesar Rp 4,8 juta per semester melalui Bank Sumut ke rekening Polmed. Ia juga baru saja membayar uang kompensasi sebagai bentuk kedisiplinan sebesar Rp 398.000, sewaktu daftar ulang.

"Kompensasi ini disodorkan saat akan daftar ulang. Misalnya pada semester 1, anak saya terlambat berapa menit masuk kuliah, maka diakumulasikan untuk dibayar. Jika ketentuan jumlah absensi 62 jam, dan didapati jam masuk mahasiswa hanya 52 jam, maka sisanya harus dibayar. Kadang dosen terlambat masuk, dibebankan juga pembayaran ke mahasiswa. Itu yang saya lihat di kompensasi, yang menerima pegawai bagian jurusan Akuntansi di Polmed," Syahrun kepada MedanBisnis, di Medan, Senin (20/3).

Syahrun merasa tidak habis pikir, seluruh pembayaran sudah dilaksanakan, tetapi anaknya malah di DO, dan ia pun berencana mengadukan kasus ini ke Ombudsman RI Wilayah Sumut. "Makanya saya heran, semua pembayaran sudah saya lakukan, tetapi kenapa kok di DO, karena empat mata kuliah tidak lulus. Saya tanya solusi, malah tidak ada. Padahal anak saya selalu masuk kuliah, kecuali sakit," ujarnya.

Dikatakannya, sewaktu anaknya masuk sebagai mahasiswa baru di Polmed, Syahrun juga sudah membayar sebesar Rp 12 juta. "Ini pembayaran untuk uang kuliah, uang almamater, uang jas dan sebagainya. Bukan kecil uang segitu, tetapi mau gimana lagi. Tapi saya hanya ingin penjelasan yang transparan dan jika memang anak saya di DO, harusnya pembayaran uang semester dan kompensasi itu dikembalikan," tegasnya.

Syahrun menuturkan, sangat iba melihat anaknya setelah di DO. "Anak saya sering termenung dan menyendiri. Terlihat shock dia. Saya harap ada keadilan bagi saya," tuturnya.

Mendengar hal tersebut, MedanBisnis mendatangi pihak Polmed. Lalu oleh bagian administrasi mengarahkan menjumpai Sekretaris Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Politeknik Medan (Polmed) Parjuangan Pardosi SE MSi.

Hal ini dikarenakan Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Polmed Darwin Sahat Hamonangan Damanik SE MSi sedang tidak di tempat. Parjuangan membantah adanya kasus DO yang dilakukan terhadap mahasiswa tersebut. "Siapa yang men-DO, nanti anaknya sendiri yang men-DO-kan dirinya.

Urusannya ke lembaga, seharusnya lembaga yang menjelaskan," ucapnya.
Ia pun meminta menemui Ketua Jurusan. "Lagi keluar bapak itu, karena jam istirahat, bentar lagi masuknya itu, tunggu aja," ucapnya sambil mengemas barang-barangnya dan berlalu. Hingga pukul 15.00 WIB, ketua jurusan yang dimaksud tak kunjung tiba di ruangannya. (dewi syahruni lubis)
Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!