User ID Password  
HOME   |   Tentang Kami   |   Pasang Iklan   |   Index Berita   |   Iklan Baris Gratis   |   Hubungi Kami Daftar Menjadi Member   |   Login
Membangun Indonesia yang Lebih Baik
 
 
Berita Terkini Hari Ini
BERITA TERKINI SELENGKAPNYA
E-paper
Foto Berita
Efek Pencetak Laba (RPH)
LPPF 550 3.58%
TCID 500 3.03%
INAF 490 14.33%
Last update: 22 Mei 2017
Efek Pencetak Rugi (RPH)
GGRM -2,250 -2.94%
UNVR -1,300 -2.67%
ITMG -575 -3.65%
Last update: 22 Mei 2017
Volume Terbesar
MYRX 826,170,880
BUMI 522,063,392
RIMO 350,266,304
Last update: 22 Mei 2017
Transaksi Tertinggi
BBRI 479,685,655,000
ASII 445,684,635,000
TLKM 422,033,268,000
Last update: 22 Mei 2017
Efek Teraktif
KOBX 26,558 Freq
PGAS 13,898 Freq
BNLI 12,233 Freq
Last update: 22 Mei 2017
Kurs Valuta Asing
Mata Uang Beli Jual
USD 13,229.00 13,361.00
SGD 9,544.04 9,640.67
JPY 11,847.57 11,971.15
MYR 3,090.89 3,125.38
CNY 1,925.67 1,944.89
THB 387.83 391.93
HKD 1,697.57 1,714.53
EUR 14,808.54 14,957.64
AUD 9,827.82 9,932.57
GBP 17,042.92 17,216.98
Last update: 26 Mei 2017 11:23 WIB
Berita Terkini
Jumat, 21 Apr 2017 23:36 WIB - http://mdn.biz.id/n/294811/ - Dibaca: 160 kali
KPK Panggil Ulang 3 Saksi Miryam Haryani Termasuk Farhat Abbas
MedanBisnis - Jakarta. KPK akan menjadwalkan pemanggilan ulang tiga orang saksi untuk tersangka anggota DPR Miryam S Haryani. Ketiga orang saksi itu tidak memenuhi panggilan hari ini termasuk Farhat Abbas.

"Ada 3 saksi yang diperiksa atas tersangka MSH (Miryam S Haryani). 3 saksi ini tidak hadir," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (21/4/2017).

Selain Farhat Abbas, dua orang saksi yang tidak hadir adalah eks Sekjen Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraini, dan Vidi Gunawan adik Andi Agustinus alias Andi Narogong yang sudah menjadi tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP.

"Farhat Abbas pengacara, akan dijadwalkan ulang pada Rabu 26 April," kata Febri.

Sementara itu, waktu untuk penjadwalan ulang untuk Diah Anggraeni dan Vidi Gunawan belum ditentukan.

KPK menetapkan Miryam S Haryani, mantan anggota Komisi II DPR, sebagai tersangka dugaan memberi keterangan tidak benar atau keterangan palsu dalam persidangan korupsi e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto.

Dalam persidangan Kamis (23/3), Miryam menyebut keterangan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) di KPK dibuat atas tekanan penyidik. Miryam kemudian mencabut keterangan BAP dalam persidangan perkara dugaan korupsi e-KTP itu.

"Saya minta saya cabut semua karena saya dalam posisi tertekan," kata Miryam dalam persidangan.

Miryam menyebut keterangan dalam BAP terkait dengan penerimaan dan bagi-bagi duit e-KTP itu tidak benar. Keterangan tersebut dibuat karena Miryam merasa terancam oleh perkataan penyidik KPK.

Saat dikonfrontir dengan Miryam, penyidik senior KPK Novel Baswedan menegaskan keterangan Miryam yang mengaku ada bagi-bagi uang terkait dengan proyek pengadaan e-KTP. Keterangan Miryam itu tertuang dalam BAP.

Bahkan, menurut Novel, keterangan anggota DPR dari Fraksi Hanura itu sangat rinci. Dalam BAP, sambung Novel, tertulis daftar nama-nama anggota DPR yang disebut Miryam terkait dengan bagi-bagi duit dalam proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun itu. (dtc)

Iklan Baris Gratis Dilihat lebih dari 15,000 visitor setiap harinya Pasang
Informasi pemasangan barrier gate, jual barrier gate dan Barrier Gate Otomatis, hubungi NICE Automatic Gate sekarang juga! Terima kasih!
BERITA TERKAIT
KIRIM KOMENTAR
Silakan login terlebih dahulu untuk bisa memberikan komentar atau
klik daftar untuk menjadi member MedanBisnisDaily.com
KOMENTAR ANDA
Tidak ada komentar pada berita ini!